Marak Pencurian Motor di Kampus, Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Safety Parking
Selasa, 15 November 2016 - 17:23 WIB
Marak Pencurian Motor di Kampus, Mahasiswa ITS Bikin Aplikasi Safety Parking
A
A
A
JAKARTA - Sebuah ide kreatif tentu dapat lahir dari mana saja, termasuk lingkungan kampus. Berawal dari sering terjadinya pencurian sepeda motor di lingkungan kampus, sekelompok mahasiswa ITS Surabaya menghadirkan solusi melalui aplikasi Safety Parking.
Anak Agung Rasuryalesmana, mewakili kelompoknya menceritakan, aplikasi Safety Parking berfungsi untuk menghindari motor dari aksi pencurian sepeda motor. Dimana aplikasi yang ditawarkan juga dibuat dalam bentuk hardwere yang berfungsi sebagai alarm dan memantau pergerakan motor.
"Aplikasi ini dapat menditeksi motor, karena ada sensor-sensor pendukung. Jadi kita bisa lihat motor kita posisinya ada dimana," ujar mahasiswa yang akrab disapa Agung, di Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, jika sepeda motor terditeksi telah dicuri, aplikasi dapat langsung memposting kendaraan melalui Twitter atau Facebook untuk mengetahui posisi motor. Bahkan mengirim pesan langsung pada pihak kepolisian bahwa motornya ada dimana dan pencurinya siapa karena ada kamera yang telah disisipkan.
Dalam hal ini kelompok yang di motori Agung tersebut mempunyai ide untuk meletakkan kamera pada bagian spidometer. Hal ini berguna agar wajah pencuri dapat terlihat saat melakukan aksinya.
"Intinyan kita ingin membantu pihak berwajib dan teman-teman yang kehilangan motor aga dapat lebih mudah dicari," tandasnya.
Melalui aplikasi besutannya, kelompok mahasiswa dari Surabaya berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi Smart Digitizing Your City Competition 2016 yang diadakan oleh PT XL Axiata Tbk (XL).
Anak Agung Rasuryalesmana, mewakili kelompoknya menceritakan, aplikasi Safety Parking berfungsi untuk menghindari motor dari aksi pencurian sepeda motor. Dimana aplikasi yang ditawarkan juga dibuat dalam bentuk hardwere yang berfungsi sebagai alarm dan memantau pergerakan motor.
"Aplikasi ini dapat menditeksi motor, karena ada sensor-sensor pendukung. Jadi kita bisa lihat motor kita posisinya ada dimana," ujar mahasiswa yang akrab disapa Agung, di Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, jika sepeda motor terditeksi telah dicuri, aplikasi dapat langsung memposting kendaraan melalui Twitter atau Facebook untuk mengetahui posisi motor. Bahkan mengirim pesan langsung pada pihak kepolisian bahwa motornya ada dimana dan pencurinya siapa karena ada kamera yang telah disisipkan.
Dalam hal ini kelompok yang di motori Agung tersebut mempunyai ide untuk meletakkan kamera pada bagian spidometer. Hal ini berguna agar wajah pencuri dapat terlihat saat melakukan aksinya.
"Intinyan kita ingin membantu pihak berwajib dan teman-teman yang kehilangan motor aga dapat lebih mudah dicari," tandasnya.
Melalui aplikasi besutannya, kelompok mahasiswa dari Surabaya berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi Smart Digitizing Your City Competition 2016 yang diadakan oleh PT XL Axiata Tbk (XL).
(dol)