BSN Terus Berupaya Memperbaiki Kualitas SNI Komponen Automotif

Rabu, 14 Maret 2018 - 13:04 WIB
BSN Terus Berupaya Memperbaiki...
BSN Terus Berupaya Memperbaiki Kualitas SNI Komponen Automotif
A A A
JAKARTA - Badan Standardisasi Nasional (BSN) tengah melakukan revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap sejumlah komponen mobil. Hal ini guna menambah kualitas komponen dan rasa aman bagi masyarakat.

Salah satu yang direvisi adalah kaca pengaman untuk kendaraan bermotor. "Ini merupakan revisi dan penggabungan dari SNI 15-0048-2005, kaca pengaman diperkeras untuk kendaraan bermotor beserta amandemennya (SNI 15-0048-2005/Amd1:2014) dan SNI 15-1326-2005, kaca pengaman berlapis (laminated glass) untuk kendaraan bermotor. SNI ini mengacu ke UNECE Regulation No 43 Revision 3, ECE/TRANS/505/Rev.1/Add.42/Rev.3.
Sekarang sedang proses penetapan," ungkap Kepala Pusat Kerjasama Standardisasi BSN, Konny Sagala kepada SINDOnews, Selasa (13/3/2018).

Selain kaca pengaman, Konny Sagala mengungkapkan, pihaknya juga memproses SNI ban. Saat ini SNI ban masih dalam proses revisi.

"Sekarang dalam proses rapat teknis. Acuan yg digunakan dari standar UNECE, standar Jepang, dan standar Amerika Serikat," tuturnya.

Seperti diketahui, ekspor mobil penumpang Indonesia ke Vietnam terancam terhenti akibat adanya regulasi impor yang dikeluarkan oleh negara tersebut. Akibatnya Indonesia berpotensi kehilangan ekspor hingga USD85 juta selama periode Desember 2017-Maret 2018.

Vietnam mengatur sejumlah persyaratan untuk kelaikan kendaraan, termasuk emisi dan keselamatan. Regulasi ini mulai berlaku pada 1 Januari 2018.

Dalam regulasi tersebut, Vietnam mensyaratkan standar internasional untuk kelayakan kendaraan termasuk emisi dan keselamatan. Mereka menganggap SNI yang sudah diterapkan selama ini belum cukup sesuai dengan kriterianya. Padahal sertifikasi yang dilakukan otoritas di Vietnam dan Indonesia menggunakan proses dan peralatan uji yang sama.
(mim)
Berita Terkait
Berkat SNI, Saus Lombok...
Berkat SNI, Saus Lombok Dua Jempol Tangguh saat Pandemi
Inaplas Dukung Langkah...
Inaplas Dukung Langkah BSN Hapus SNI Lama demi Kepastian Hukum Industri Pipa
Lindungi Masyarakat,...
Lindungi Masyarakat, BSN Bersama YLKI Gelar Edukasi SNI
Cegah Korupsi di Indonesia...
Cegah Korupsi di Indonesia Lewat SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan
PANDI Apresiasi BSN...
PANDI Apresiasi BSN Dukung Penuh Percepatan Perumusan SNI Aksara
Sinergi dengan Kemenparekraf,...
Sinergi dengan Kemenparekraf, BSN Luncurkan SNI dan Skema Akreditasi CHSE
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
AS Terus Lanjutkan Penjajahan...
AS Terus Lanjutkan Penjajahan di Suriah karena Kuasai 90% Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved