Penjualan kendaraan penumpang di China naik 18%
Senin, 10 Maret 2014 - 14:29 WIB
Penjualan kendaraan penumpang di China naik 18%
A
A
A
Sindonews.com - Penjualan kendaraan penumpang di China naik 18 persen pada bulan lalu, mengalahkan estimasi analis, seperti pengiriman Motor Corp dan Ford Motor Co yang melonjak cukup tinggi.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (10/3/2014), China Association of Automobile Manufacturers (CAMM) mengatakan, pengiriman mobil serbaguna dan kendaraan sport naik menjadi 1,31 juta unit pada Februari dibanding estimasi median dari lima analis yang disurvei oleh Bloomberg News sebesar 1,27 juta unit.
Toyota Honda Motor Co mulai pulih pasca protes anti-Jepang pada 2012, sementara penjualan Ford naik tercepat dalam tujuh bulan sebagai merek asing yang meraih lebih banyak saham dari Marques lokal di pasar mobil terbesar di dunia.
CAMM mengatakan, mobil China akan melihat penurunan lebih lanjut tahun ini, karena mereka kurang kompetitif dari segi kualitas dan pelayanan. "Merek Jepang terus menunjukkan pertumbuhan," Yankun Hou dan Ming Xu, analis di UBS AG.
Penjualan mobil di Jepang rebound sejak September sebagai konsumen kembali setelah terjadi penurunan selama setahun yang dimulai pada 2012 karena perselisihan geopolitik antara dua ekonomi terbesar di Asia.
Penjualan Toyota dan Honda di China masing-masing naik 43 persen dan 28 persen pada bulan lalu, begitu juga dengan Nissan Motor Co. Sementara, penjualan Ford melonjak 67 persen menjadi 73.040 unit pada bulan lalu.
Produsen mobil yang berbasis di Detroit ini menyalip Toyota sebagai produsen mobil terbesar kelima luar negeri di China pada tahun lalu, dibantu oleh popularitas model Focus.
General Motors Co, yang kehilangan gelar sebagai produsen mobil asing terbesar di China untuk Volkswagen AG pada 2013 pengirimannya naik 20 persen pada bulan lalu, dipimpin oleh penjualan yang Wuling dan Cadillac. Sedangkan penjulan VW di China pada Februari belum dilaporkan.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (10/3/2014), China Association of Automobile Manufacturers (CAMM) mengatakan, pengiriman mobil serbaguna dan kendaraan sport naik menjadi 1,31 juta unit pada Februari dibanding estimasi median dari lima analis yang disurvei oleh Bloomberg News sebesar 1,27 juta unit.
Toyota Honda Motor Co mulai pulih pasca protes anti-Jepang pada 2012, sementara penjualan Ford naik tercepat dalam tujuh bulan sebagai merek asing yang meraih lebih banyak saham dari Marques lokal di pasar mobil terbesar di dunia.
CAMM mengatakan, mobil China akan melihat penurunan lebih lanjut tahun ini, karena mereka kurang kompetitif dari segi kualitas dan pelayanan. "Merek Jepang terus menunjukkan pertumbuhan," Yankun Hou dan Ming Xu, analis di UBS AG.
Penjualan mobil di Jepang rebound sejak September sebagai konsumen kembali setelah terjadi penurunan selama setahun yang dimulai pada 2012 karena perselisihan geopolitik antara dua ekonomi terbesar di Asia.
Penjualan Toyota dan Honda di China masing-masing naik 43 persen dan 28 persen pada bulan lalu, begitu juga dengan Nissan Motor Co. Sementara, penjualan Ford melonjak 67 persen menjadi 73.040 unit pada bulan lalu.
Produsen mobil yang berbasis di Detroit ini menyalip Toyota sebagai produsen mobil terbesar kelima luar negeri di China pada tahun lalu, dibantu oleh popularitas model Focus.
General Motors Co, yang kehilangan gelar sebagai produsen mobil asing terbesar di China untuk Volkswagen AG pada 2013 pengirimannya naik 20 persen pada bulan lalu, dipimpin oleh penjualan yang Wuling dan Cadillac. Sedangkan penjulan VW di China pada Februari belum dilaporkan.
(izz)