Pasar motor bekas di Semarang lesu
Jum'at, 28 Maret 2014 - 18:36 WIB
Pasar motor bekas di Semarang lesu
A
A
A
Sindonews.com - Semakin mudahnya proses kredit sepeda motor baru dengan uang muka murah, menjadikan masyarkat lebih memilih membeli sepeda motor baru dari pada sepeda motor bekas.
Beberapa dealer sepeda motor bekas pun mengalami kelesuan dalam memasarkan dagangannya. Salah satunya dealer sepeda motor bekas Bedagan Motor yang ada di Jalan Thamrin, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Dealer jual beli sepeda motor bekas yang cukup besar ini mencatat terjadi penurunan penjualan hingga 20 persen sejak awal 2014. Bahkan penurunan pejualan sudah terjadi sejak 2013.
"Penjualan sepi sejak awal tahun ini, justru sebaliknya masyarkat semakin banyak yang menjual motor bekas ke kami," kata Manajer Bedagan Motor Jonathan Susanto, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, promo besar-besaran yang dilakukan sejumlah finance dengan menawarkan uang muka murah, menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan motor bekas. Selain semakin murahnya uang muka, lesunya penjualan motor bekas juga disebabkan semakin banyaknya keluaran motor baru dari sejumlah pabrikan.
Menurutnya, semakin lesunya pasar motor bekas, berpengaruh terhadap harga jual. Di mana, harga jual motor bekas ikut jatuh. "Harga motor bekas turun antara Rp2-3 juta, dari harga pasaran sebelumnya. Akibatnya jika kami membeli motor bekas dari masyarkat harganya pun turun. Kita terpaksa menurunkan harga jual karena stok barang banyak, dan peminatnya sedikit," katanya.
Sementara, saat disinggung motor bekas yang cukup digemari masyarkat, Jonathan mengaku, sampai saat ini sepeda motor matic masih menjadi primadona. Dengan kisaran harga jual antara Rp7 juta sampai Rp8 juta.
"Kami sebenarnya juga melayani kredit, tetapi memang masyarkat masih tetap memilih untuk kredit motor baru," imbuhnya.
Kemudahan dan semakin murahnya uang muka sepeda motor baru memang menjadi salah satu pemicu lesunya penjualan motor bekas. Seperti yang diungkapkan oleh Suharno, warga Bulusan Semarang. Menurutnya, jika sama-sama kredit lebih baik kredit motor baru karena kondisinya lebih terjamin.
"Sekarang uang muka Rp500 ribu saja sudah bisa bawa pulang motor baru," ujar Suharno yang mengaku baru saja membeli motor baru melalui kredit di salah satu finance ini.
Beberapa dealer sepeda motor bekas pun mengalami kelesuan dalam memasarkan dagangannya. Salah satunya dealer sepeda motor bekas Bedagan Motor yang ada di Jalan Thamrin, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Dealer jual beli sepeda motor bekas yang cukup besar ini mencatat terjadi penurunan penjualan hingga 20 persen sejak awal 2014. Bahkan penurunan pejualan sudah terjadi sejak 2013.
"Penjualan sepi sejak awal tahun ini, justru sebaliknya masyarkat semakin banyak yang menjual motor bekas ke kami," kata Manajer Bedagan Motor Jonathan Susanto, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, promo besar-besaran yang dilakukan sejumlah finance dengan menawarkan uang muka murah, menjadi salah satu penyebab utama lesunya penjualan motor bekas. Selain semakin murahnya uang muka, lesunya penjualan motor bekas juga disebabkan semakin banyaknya keluaran motor baru dari sejumlah pabrikan.
Menurutnya, semakin lesunya pasar motor bekas, berpengaruh terhadap harga jual. Di mana, harga jual motor bekas ikut jatuh. "Harga motor bekas turun antara Rp2-3 juta, dari harga pasaran sebelumnya. Akibatnya jika kami membeli motor bekas dari masyarkat harganya pun turun. Kita terpaksa menurunkan harga jual karena stok barang banyak, dan peminatnya sedikit," katanya.
Sementara, saat disinggung motor bekas yang cukup digemari masyarkat, Jonathan mengaku, sampai saat ini sepeda motor matic masih menjadi primadona. Dengan kisaran harga jual antara Rp7 juta sampai Rp8 juta.
"Kami sebenarnya juga melayani kredit, tetapi memang masyarkat masih tetap memilih untuk kredit motor baru," imbuhnya.
Kemudahan dan semakin murahnya uang muka sepeda motor baru memang menjadi salah satu pemicu lesunya penjualan motor bekas. Seperti yang diungkapkan oleh Suharno, warga Bulusan Semarang. Menurutnya, jika sama-sama kredit lebih baik kredit motor baru karena kondisinya lebih terjamin.
"Sekarang uang muka Rp500 ribu saja sudah bisa bawa pulang motor baru," ujar Suharno yang mengaku baru saja membeli motor baru melalui kredit di salah satu finance ini.
(izz)