Bus dan Truk yang Tak Layak Harus Pensiun

Kamis, 19 Maret 2015 - 22:39 WIB
Bus dan Truk yang Tak...
Bus dan Truk yang Tak Layak Harus Pensiun
A A A
JAKARTA - Berbicara mengenai mobil transportasi umum, banyak dijumpai kendaraan yang sudah tak layak jalan namun tetap beroperasi. Melihat hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan sebuah wacana menarik untuk mengatasinya.

Soerjono, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kemenperin, mengatakan saat acara INAPA 2015, seharusnya ada batas waktu pemakaian layak untuk beroperasi bagi bus dan truk. Mereka yang sudah 'tua' harus 'dipensiunkan'.

Menurutnya hal ini bukan hanya melihat dari faktor keselamatan saja namun, juga sebagai meningkatkan daya saing industri karoseri. Tapi, ini baru sebatas wacana, tidak menutup kemungkinan ini akan dilakukan. Tergantung Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) dan berbagai pihak terkait membuat kesepakatan aturannya.

”Paling gampang harus tahu dulu berapa lama angkutan yang digunakan itu balik modal. Dalam hal ini harus jujur. Misalnya BEP tujuh tahun, toleransi 15 tahun harus pensiun oke kan? Tapi ini masih diperdebatkan. Kami akan ajak Kemenhub, Kepolisian, dan Organda juga,” kata Soerjono.

Paling utama sebagai pertimbangan adalah faktor keselamatan. Bus dan truk yang tua dan tak layak beroperasi tidak boleh turun ke jalan. Tautan utama dalam hal ini adalah mengembangkan industri karoseri.

”Bila industri karoseri semakin berkembang, kemudian menjadi seperti pabrik mobil, multiplier effect akan lebih besar lagi, termasuk penyerapan tenaga kerja,” ujar Soerjono.

Seperti kita ketahui, di Indonesia banyak sekali industri karoseri. Namun, bisa dikatakan masih belum maksimal perkembangannya dalam hal produksi. Lagi-lagi ini juga menyangkut dengan peraturan pemerintah tentang kelayakan jalan suatu kendaraan umum.

Wacana ini disinggung setelah Ketua Askarindo Sommy Lumadjeng di momen yang sama, memberikan sekilas gambaran bahwa industri karoseri saat ini sedang lesu. Selain pasar yang menurun, mahalnya bahan baku yang sebagian besar masih impor juga menjadi pemicu.
(dol)
Berita Terkait
Inapa 2023 Siap Bersinergi...
Inapa 2023 Siap Bersinergi dengan Pelaku Industri Kendaraan Listrik
Busworld Southeast Asia...
Busworld Southeast Asia dan INAPA 2026 Resmi Dibuka, Bidik Transisi Bus Listrik
Berita Terkini
Jaecoo Perluas Jaringan...
Jaecoo Perluas Jaringan ke Makassar dan Solo, Kejar Target 80 Dealer Akhir Tahun
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
GWM Siap Luncurkan Ora...
GWM Siap Luncurkan Ora Ballet Cat Facelift Bertenaga 201 hp
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved