Duel Infrastruktur EV Asia Tenggara: Malaysia Pasang Target Gila 10.000 SPKLU, Indonesia Sudah Punya Hampir 4.000 Unit!
Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:00 WIB
Indonesia dan Malaysia saling bersaing untuk memperbanyak SPKLU seiring meningkatnya pemilik kendaraan listrik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Perebutan dominasi di pasar kendaraan listrik (EV) Asia Tenggara tak hanya soal penjualan mobil, tetapi juga pertarungan infrastruktur pengisian daya.
Di tengah ambisi negara-negara untuk menjadi hub produksi dan pasar EV, Malaysia melontarkan target mencengangkan: sekitar 10.000 stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) akan terpasang di seluruh negeri, termasuk Sabah dan Sarawak, pada akhir 2025!
Sebuah langkah agresif yang menantang Indonesia, yang telah lebih dulu menancapkan tonggak infrastruktur EV.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Fadillah Yusof, dengan nada penuh semangat menyatakan bahwa target ini adalah bagian dari dorongan pemerintah untuk mendukung energi bersih dan menarik lebih banyak perusahaan EV ke Malaysia.
“Pemerintah fokus pada peningkatan dan pemutakhiran infrastruktur pengisian daya nasional untuk meningkatkan penjualan EV dan menarik investor potensial ke segmen yang berkembang ini,” ujarnya, saat membagikan rencana ini pada acara makan malam di Bangkok bersama lebih dari 200 warga Malaysia yang tinggal di luar negeri.
Fadillah juga menyoroti tantangan dalam teknologi pengisian daya EV. Konsumen semakin menginginkan charger cepat arus searah (DC) dibandingkan dengan yang lebih lambat arus bolak-balik (AC).
“Kami bekerja sama erat dengan Petronas dan pemain industri lainnya untuk mengatasi masalah ini. Kementerian kami memastikan konektivitas pengisian daya yang memadai, termasuk di sepanjang jalan raya, di daerah pedesaan, dan di seluruh wilayah Malaysia,” jelasnya.
Ia menambahkan, Aspirasi Investasi Nasional pemerintah Malaysia bertujuan menjadikan Malaysia pusat global untuk rantai pasok dengan menarik investasi berkualitas dan membantu industri lokal tumbuh. “Saya percaya Malaysia memiliki potensi besar di segmen EV. Seiring dengan peningkatan penjualan EV, lebih banyak investor akan tertarik ke sektor ini,” kata Fadillah, menunjukkan optimisme pada masa depan EV di negaranya.
Di tengah ambisi negara-negara untuk menjadi hub produksi dan pasar EV, Malaysia melontarkan target mencengangkan: sekitar 10.000 stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) akan terpasang di seluruh negeri, termasuk Sabah dan Sarawak, pada akhir 2025!
Sebuah langkah agresif yang menantang Indonesia, yang telah lebih dulu menancapkan tonggak infrastruktur EV.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Fadillah Yusof, dengan nada penuh semangat menyatakan bahwa target ini adalah bagian dari dorongan pemerintah untuk mendukung energi bersih dan menarik lebih banyak perusahaan EV ke Malaysia.
“Pemerintah fokus pada peningkatan dan pemutakhiran infrastruktur pengisian daya nasional untuk meningkatkan penjualan EV dan menarik investor potensial ke segmen yang berkembang ini,” ujarnya, saat membagikan rencana ini pada acara makan malam di Bangkok bersama lebih dari 200 warga Malaysia yang tinggal di luar negeri.
Fadillah juga menyoroti tantangan dalam teknologi pengisian daya EV. Konsumen semakin menginginkan charger cepat arus searah (DC) dibandingkan dengan yang lebih lambat arus bolak-balik (AC).
“Kami bekerja sama erat dengan Petronas dan pemain industri lainnya untuk mengatasi masalah ini. Kementerian kami memastikan konektivitas pengisian daya yang memadai, termasuk di sepanjang jalan raya, di daerah pedesaan, dan di seluruh wilayah Malaysia,” jelasnya.
Ia menambahkan, Aspirasi Investasi Nasional pemerintah Malaysia bertujuan menjadikan Malaysia pusat global untuk rantai pasok dengan menarik investasi berkualitas dan membantu industri lokal tumbuh. “Saya percaya Malaysia memiliki potensi besar di segmen EV. Seiring dengan peningkatan penjualan EV, lebih banyak investor akan tertarik ke sektor ini,” kata Fadillah, menunjukkan optimisme pada masa depan EV di negaranya.
Lihat Juga :