Benteng Pengawas Truk ODOL Jadi Sarang Pungli, Kemenhub Siapkan Mata-Mata Digital untuk Basmi Oknum Nakal

Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:43 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya secara terbuka mengakui borok ini dan menyatakan perang. Foto: dok Sindonews
JAKARTA - Di jalanan raya Indonesia, mereka adalah raja tak terbantahkan. Truk-truk raksasa dengan muatan berlebih dan dimensi tak wajar (ODOL), melenggang dengan gagah, menjadi "monster baja" yang merusak aspal dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara lain. Seharusnya, langkah mereka terhenti di jembatan timbang.

Namun, alih-alih menjadi benteng pertahanan terakhir, jembatan timbang justru telah lama dikenal publik sebagai 'gerbang tol tak resmi'—sarang praktik pungutan liar (pungli) yang subur, di mana aturan bisa dinegosiasikan dengan beberapa lembar uang.



Kini, setelah bertahun-tahun menjadi rahasia umum, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya secara terbuka mengakui borok ini dan menyatakan perang. Senjata mereka bukan lagi inspeksi manual yang rentan "main mata", melainkan teknologi digital yang dingin dan tak kenal kompromi.

Pengakuan Jujur dari Pucuk Pimpinan

Dalam sebuah pernyataan yang langka dan jujur, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub, Aan Suhanan, tidak lagi menutupi masalah yang sudah mengakar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!