Benarkah Mobil Listrik Bisa Pangkas Biaya Hingga 80 Persen?
Senin, 08 September 2025 - 12:14 WIB
Penghematan biaya operasional yang signifikan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan value for money yang nyata bagi konsumen. Foto; AION
JAKARTA - Mobil listrik tidak hanya menawarkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga iming-iming penghematan biaya kepemilikan yang disebut-sebut bisa mencapai 80 persen. Namun, apakah angka fantastis ini nyata, atau sekadar strategi pemasaran yang dibalut data manis?
Mari kita bedah klaim tersebut dengan mengambil satu studi kasus: GAC Aion Y Plus, sebuah mobil listrik dengan jarak tempuh hingga 400 km yang baru-baru ini mengaspal di Indonesia.
Menurut perhitungan yang dirilis oleh GAC Indonesia, biaya operasional harian untuk mobil ini di tengah padatnya lalu lintas perkotaan sungguh mencengangkan.
Bayangkan, biaya "mengisi bensin" atau charging harian hanya memakan ongkos Rp9.690. Jika diakumulasikan, pengeluaran bulanan Anda hanya sekitar Rp290.760, atau setara Rp3,5 juta dalam setahun.
Mari kita bedah klaim tersebut dengan mengambil satu studi kasus: GAC Aion Y Plus, sebuah mobil listrik dengan jarak tempuh hingga 400 km yang baru-baru ini mengaspal di Indonesia.
Menurut perhitungan yang dirilis oleh GAC Indonesia, biaya operasional harian untuk mobil ini di tengah padatnya lalu lintas perkotaan sungguh mencengangkan.
Bayangkan, biaya "mengisi bensin" atau charging harian hanya memakan ongkos Rp9.690. Jika diakumulasikan, pengeluaran bulanan Anda hanya sekitar Rp290.760, atau setara Rp3,5 juta dalam setahun.
Lihat Juga :