Standar Eropa Masuk Cibitung: TÜV Rheinland dan BPLJSKB Ubah Peta Uji Kendaraan RI di 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:39 WIB
Menurutnya, fasilitas ini akan memberikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) bagi Indonesia di kawasan.

“Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut. Saya tidak pernah melihat kolaborasi sumber daya dan momentum yang sesempurna ini bahkan di luar negeri,” ungkap Stefan Heuer.

Menyongsong Era Baru Otomotif Nasional

Tri Bowo Leksono, mewakili BPLJSKB, menekankan bahwa kerja sama ini akan memperkuat ekosistem pengujian nasional yang nantinya akan ditransfer menjadi standar internasional.

Harapannya, seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari produsen mobil hingga industri komponen, dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menaikkan kelas produk mereka.

Dengan adanya fasilitas Rear Visibility Lab dan Passive Safety Lab yang kini didukung oleh ekspertise Jerman, Indonesia mengirimkan sinyal kuat: industri otomotif Tanah Air siap naik kelas dari sekadar perakit menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global yang mengedepankan inovasi, riset, dan standar keselamatan tanpa kompromi.

Tahun 2026 menjadi titik balik di mana label "Made in Indonesia" juga berarti "Tested to Perfection".
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!