Di Beijing Auto Show 2026, Pabrikan Mobil China Pindahkan Otak Manusia ke Mobil
Jum'at, 01 Mei 2026 - 10:44 WIB
Beijing Auto Show 2026 menjadi proklamasi China bahwa era mobil pintar telah usai dan digantikan oleh era mobil yang memiliki kesadaran murni lewat integrasi AI. Foto: Sindonews/Danang Arradian
BEIJING - China butuh 25 tahun untuk merajai pasar mobil listrik dunia. Sekarang, mereka tidak mau menunggu lama lagi untuk fase berikutnya: memindahkan "otak" manusia ke dalam mesin.
Di Beijing Auto Show 2026, suasananya bukan lagi soal pamer bodi mengkilap. Ini soal revolusi.
Istilah resminya: AI Plus.Dulu mobil itu benda mati. Sekarang, mobil adalah agen cerdas.
“Tidak ada lagi perbedaan antara perusahaan teknologi dan perusahaan mobil,” ujar Stephen Ma, bos Nissan China.
Xpeng memamerkan sistem yang tidak lagi butuh koordinat peta. Anda cukup bilang, "Parkir di dekat pintu masuk mal," dan mobil akan mencari jalan sendiri lewat kamera.
Xiaomi lebih gila lagi. Sistem HyperOS mereka bisa memesan kopi, memesan restoran, bahkan mendeteksi kalau sopirnya lagi stres.
Kalau Anda galau di jalan, lampu kabin dan musik akan menyesuaikan diri secara otomatis.
Raksasa teknologi seperti Huawei tidak mau ketinggalan. Mereka guyur investasi lebih dari USD 10 miliar—setara Rp 170 triliun—hanya untuk memperkuat tenaga komputasi mengemudi pintar dalam lima tahun ke depan.
Di Beijing Auto Show 2026, suasananya bukan lagi soal pamer bodi mengkilap. Ini soal revolusi.
Istilah resminya: AI Plus.Dulu mobil itu benda mati. Sekarang, mobil adalah agen cerdas.
“Tidak ada lagi perbedaan antara perusahaan teknologi dan perusahaan mobil,” ujar Stephen Ma, bos Nissan China.
Xpeng memamerkan sistem yang tidak lagi butuh koordinat peta. Anda cukup bilang, "Parkir di dekat pintu masuk mal," dan mobil akan mencari jalan sendiri lewat kamera.
Xiaomi lebih gila lagi. Sistem HyperOS mereka bisa memesan kopi, memesan restoran, bahkan mendeteksi kalau sopirnya lagi stres.
Kalau Anda galau di jalan, lampu kabin dan musik akan menyesuaikan diri secara otomatis.
Raksasa teknologi seperti Huawei tidak mau ketinggalan. Mereka guyur investasi lebih dari USD 10 miliar—setara Rp 170 triliun—hanya untuk memperkuat tenaga komputasi mengemudi pintar dalam lima tahun ke depan.
Lihat Juga :