Omoda O4 Punya 10 Otak AI Sekaligus, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:03 WIB
Omoda O4 resmi meluncur di Jakarta sebagai mobil AI pertama di dunia. Tapi klaim besar butuh pembuktian di jalan Indonesia, bukan cuma di panggung. Foto: Omoda & Jaecoo
JAKARTA - Kokpit yang mendesain wallpaper sendiri, menghafal panggilan kesayangan, dan mengingat playlist hujan sore. Omoda O4 datang membawa klaim "First AI Car For Everyone". Pertanyaannya, siapa yang benar-benar butuh itu di jalanan Jakarta?

Malam itu, 27 Juli 2026, di tengah gemerlap "Super AI Night", Omoda & Jaecoo memilih Indonesia sebagai panggung pertama di dunia untuk memperkenalkan Omoda O4.



Bukan Eropa yang sudah 22 negara mereka kuasai. Bukan pula pasar asal, China. Tapi, Indonesia.

Mobil ini bukan sekadar crossover listrik baru. Ia dijual sebagai "First AI Car For Everyone": mobil produksi massal pertama dengan kokpit yang, menurut klaimnya, tidak lagi menunggu perintah, tapi mempelajari siapa pemiliknya seiring waktu.

Sepuluh Agent, Bukan Satu Asisten Suara

Kebanyakan mobil pintar hari ini mengandalkan satu asisten suara yang memproses perintah lewat satu jalur pemrosesan bahasa. Omoda O4 memecahnya jadi sepuluh AI Agent, terbagi dua kelompok, semuanya dikoordinasikan oleh large language model.

Kelompok pertama, Smarter Command Understanding:

Central Agent: memahami perintah kompleks dan bercabang

Vehicle Control Agent: menjalankan beberapa perintah kendaraan sekaligus

Navigation Agent: tetap mengenali lokasi meski instruksi tidak lengkap

Vehicle Assistant:memantau kondisi kendaraan secara real time

Kelompok kedua, Personalized Companionship:

Creative Agent: membuat wallpaper sesuai selera pengguna

Customized Addressing Agent: mempelajari cara pengguna ingin dipanggil

Agent tambahan untuk rekomendasi musik, berita real time, informasi olahraga, dan percakapan selama perjalanan

Di atas AI Brain 1.0 ini, Omoda & Jaecoo sudah menyiapkan AI 2.0: perencanaan perjalanan yang memahami tujuan pengguna, pembelajaran kebiasaan berkendara, pendamping berbasis emosi lewat voice cloning dan avatar hewan peliharaan, serta ekosistem gim dan audio yang dioptimalkan AI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!