Mengejutkan, Rekor Kecepatan SSC Tuatara Diragukan
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 05:03 WIB
Rekor kecepatan SSC Tuatara diragukan karena inkonsistensi video dan perhitungan kecepatan. Foto / SSC North America
NEVADA - JAKARTA - Rekor kecepatan tertinggi di dunia yang diraih oleh SSC Tuatara diragukan. Banyak analis dan influencer otomotif dunia tidak percaya jika mobil buatan SSC North America itu mampu mencapai kecepatan rata-rata 508,73 kilometer per jam.
Ketidakpercayaan itu berangkat dari video yang dirilis oleh SSC North Americaberkaitan dengan upaya pemecahan rekor tersebut. Saat itu SSC North America menggabungkan dua video, yakni video dari dalam kokpit mobil dan video dari luar mobil.
Dari video di dalam kokpit, banyak influencer dan analis melihat bahwa kecepatan dan perpindahan gigi yang terjadi tidak sesuai dengan logika pasalnya saat tuas transmisi gigi terakhir terjadi, RPM mobil sudah sampai puncaknya. Dan kecepatan saat itu belum tembus 500 kilometer per jam. (Baca juga : Isuzu Indonesia Matangkan Kehadiran Isuzu mu-X Baru )
Mereka juga menghitung kecepatan dan jarak yang ditempuh berdasarkan video yang ada di akun kanal YouTube, SSC North America. "Sederhana saja, rumus fisika yang kita kenal adalah jarak adalah kecepatan dikali dengan waktu. Jadi untuk menghitung kecepatan adalah jarak dibagi dengan waktu," ucap Schmee 150, influencer otomotif.
Selain itu Schmee 150 juga membandingkan dengan video pemecahan rekor lainnya yang ada di lokasi sama, Pahrump, Nevada, Las Vegas. Video itu adalah video pemecahan rekor kecepatan dari Koenigsegg Agera. Dari perbandingan itu menurut Schmee 150 banyak hal yang tidak sesuai antara keduanya.
Kecurigaan itu memang dibantah oleh SSC North America. Mereka mengatakan sama sekali tidak ada motif bagi mereka untuk memanipulasi rekor kecepatan SSC Tuatara. Hanya saja mereka mengakui memang ada kesalahan dari mereka dalam mengolah video yang ditayangkan di YouTube. "Kami mengakui memang ada kesalahan dari kami dalam menggabungkan video. Kami tidak memeriksa ulang kedua video yang kami gunakan," ucapnya.
Ketidakpercayaan itu berangkat dari video yang dirilis oleh SSC North Americaberkaitan dengan upaya pemecahan rekor tersebut. Saat itu SSC North America menggabungkan dua video, yakni video dari dalam kokpit mobil dan video dari luar mobil.
Dari video di dalam kokpit, banyak influencer dan analis melihat bahwa kecepatan dan perpindahan gigi yang terjadi tidak sesuai dengan logika pasalnya saat tuas transmisi gigi terakhir terjadi, RPM mobil sudah sampai puncaknya. Dan kecepatan saat itu belum tembus 500 kilometer per jam. (Baca juga : Isuzu Indonesia Matangkan Kehadiran Isuzu mu-X Baru )
Mereka juga menghitung kecepatan dan jarak yang ditempuh berdasarkan video yang ada di akun kanal YouTube, SSC North America. "Sederhana saja, rumus fisika yang kita kenal adalah jarak adalah kecepatan dikali dengan waktu. Jadi untuk menghitung kecepatan adalah jarak dibagi dengan waktu," ucap Schmee 150, influencer otomotif.
Selain itu Schmee 150 juga membandingkan dengan video pemecahan rekor lainnya yang ada di lokasi sama, Pahrump, Nevada, Las Vegas. Video itu adalah video pemecahan rekor kecepatan dari Koenigsegg Agera. Dari perbandingan itu menurut Schmee 150 banyak hal yang tidak sesuai antara keduanya.
Kecurigaan itu memang dibantah oleh SSC North America. Mereka mengatakan sama sekali tidak ada motif bagi mereka untuk memanipulasi rekor kecepatan SSC Tuatara. Hanya saja mereka mengakui memang ada kesalahan dari mereka dalam mengolah video yang ditayangkan di YouTube. "Kami mengakui memang ada kesalahan dari kami dalam menggabungkan video. Kami tidak memeriksa ulang kedua video yang kami gunakan," ucapnya.
Lihat Juga :