Cara Isuzu Ajak Berkontribusi untuk Perangi COVID-19
Jum'at, 17 April 2020 - 10:10 WIB
Jajaran staf Isuzu Indonesia. FOTO/ Ist
JAKARTA -
Saat ini seluruh warga dunia sedang berjuang melawan COVID 19, dan salah satunya Indonesia. Di Indonesia wabah COVID-19 akhirnya memberikan dampak pada pincangnya perekonomian dan juga kehidupan sosial masyarakat. Himbauan pemerintah mengenai PSBB, Social Distancing, dan #dirumahaja terus digaungkan oleh pemerintah dan juga masyarakat. Namun bagaimana dengan para supir truk dan pengusaha logistik?
Tentunya untuk memenuhi pasokan kebutuhan logistik masyarakat di Indonesia bisnis ini harus tetap berjalan .
Menurut Bapak James Budiarto, salah satu pengguna lebih dari 170 unit truk Isuzu dan founder dari PT Jasa Berdikari Logistik mengungkapkan dirinya masih bisa bersyukur karena dimasa pandemik ini bisnis mereka masih bisa survive bahkan meningkat karena kebutuhan akan sembako juga meningkat. Selain itu perusahaan total logistik yang mengatarkan sembako ke Alfamidi di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Sulawesi, hingga Kalimantan ini terus berjuang agar jadwal pengiriman mereka juga tepat waktu.
Saat ini seluruh warga dunia sedang berjuang melawan COVID 19, dan salah satunya Indonesia. Di Indonesia wabah COVID-19 akhirnya memberikan dampak pada pincangnya perekonomian dan juga kehidupan sosial masyarakat. Himbauan pemerintah mengenai PSBB, Social Distancing, dan #dirumahaja terus digaungkan oleh pemerintah dan juga masyarakat. Namun bagaimana dengan para supir truk dan pengusaha logistik?
Tentunya untuk memenuhi pasokan kebutuhan logistik masyarakat di Indonesia bisnis ini harus tetap berjalan .
Menurut Bapak James Budiarto, salah satu pengguna lebih dari 170 unit truk Isuzu dan founder dari PT Jasa Berdikari Logistik mengungkapkan dirinya masih bisa bersyukur karena dimasa pandemik ini bisnis mereka masih bisa survive bahkan meningkat karena kebutuhan akan sembako juga meningkat. Selain itu perusahaan total logistik yang mengatarkan sembako ke Alfamidi di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Sulawesi, hingga Kalimantan ini terus berjuang agar jadwal pengiriman mereka juga tepat waktu.
Lihat Juga :