Motor Listrik Lebih Baik Gunakan Baterai Swap atau Cas Langsung?
Senin, 22 Mei 2023 - 08:54 WIB
loading...
Motor listrik dengan baterai tukar dan cas langsung sama-sama memiliki plus dan minus. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Motor listrik di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya sejumlah produsen, baik lokal maupun dari China. Namun, masih timbul perdebatan mengenai metode pengisian, soal baiknya pakai sekema tukar baterai atau dicas langsung.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik ( Periklindo ) Moeldoko mengatakan, kedua metode tersebut sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itu, semuanya akan dikembalikan ke masyarakat mana yang membuat mereka lebih nyaman.
“Perkembangan ini sesuai dengan kemauan market. Jadi nggak bisa asal bikin. Itu area para pengusaha, bagaimana mereka akan melihat peluang mana yang paling baik,” kata Moeldoko saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (21/5).
Seperti diketahui, metode swap atau tukar baterai dianggap paling praktis. Namun, pemilik motor listrik harus merelakan baterai yang mereka beli dari awal ditukar. Sementara untuk pengisian langsung, membutuhkan waktu lama tapi bisa dikontrol pengecasannya.
Moeldoko menyebutkan dari sisi bisnis kdua skema pengisian baterai motor listrik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, hal ini juga perlu dibahas oleh seluruh pihak agar tercipta satu pandangan.
![Motor Listrik Lebih Baik Gunakan Baterai Swap atau Cas Langsung?]()
Motor listrik lansiran Honda yang menggunakan baterai swap, namun belum dirilis di Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
“Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau swap itu modalnya gede karena dia harus menyiapkan baterai itu beberapa. Kalau saya jadi pengusaha swap, minimum menyiapkan dua baterai. Kalau yang biasa tidak sebesar itu modalnya. Jadi keduanya berbeda,” ujarnya.
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik ( Periklindo ) Moeldoko mengatakan, kedua metode tersebut sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itu, semuanya akan dikembalikan ke masyarakat mana yang membuat mereka lebih nyaman.
“Perkembangan ini sesuai dengan kemauan market. Jadi nggak bisa asal bikin. Itu area para pengusaha, bagaimana mereka akan melihat peluang mana yang paling baik,” kata Moeldoko saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (21/5).
Seperti diketahui, metode swap atau tukar baterai dianggap paling praktis. Namun, pemilik motor listrik harus merelakan baterai yang mereka beli dari awal ditukar. Sementara untuk pengisian langsung, membutuhkan waktu lama tapi bisa dikontrol pengecasannya.
Moeldoko menyebutkan dari sisi bisnis kdua skema pengisian baterai motor listrik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, hal ini juga perlu dibahas oleh seluruh pihak agar tercipta satu pandangan.

Motor listrik lansiran Honda yang menggunakan baterai swap, namun belum dirilis di Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
“Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau swap itu modalnya gede karena dia harus menyiapkan baterai itu beberapa. Kalau saya jadi pengusaha swap, minimum menyiapkan dua baterai. Kalau yang biasa tidak sebesar itu modalnya. Jadi keduanya berbeda,” ujarnya.
Lihat Juga :