Begini Tanggapan Mitsubishi Terkait Pikap Double Cabin Diproduksi Lokal
Selasa, 02 April 2024 - 08:51 WIB
loading...
Penjualan pikap double cabin Mitsubishi Triton yang diimpor CBU dari Thailand terus mengalami penurunan. Foto: MMKSI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pikap double cabin untuk diproduksi di Indonesia.
Saat ini, mobil jenis itu memang masih diimpor utuh dari Thailand, alias berstatus CBU (Completely Build Up).
“Data mengatakan khusus untuk double cabin seluruhnya masih impor. Rata-rata 25.000 unit per tahun," beber Menperin Agus Gumiwang di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku serius mempelajari hal tersebut. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu basis produksi global untuk beberapa model mobil Mitsubishi.
“Secara perusahaan kami menghormati pemerintah Indonesia. Sekarang kita serius untuk mempelajari agar bisa melakukannya," kata Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT MMKSI, di Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).
“Namun perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan production hub untuk pasar global dan satu lagi model yang tidak dapat dibicarakan sekarang," sambungnya.
Saat ini, mobil jenis itu memang masih diimpor utuh dari Thailand, alias berstatus CBU (Completely Build Up).
“Data mengatakan khusus untuk double cabin seluruhnya masih impor. Rata-rata 25.000 unit per tahun," beber Menperin Agus Gumiwang di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengaku serius mempelajari hal tersebut. Terlebih, Indonesia menjadi salah satu basis produksi global untuk beberapa model mobil Mitsubishi.
“Secara perusahaan kami menghormati pemerintah Indonesia. Sekarang kita serius untuk mempelajari agar bisa melakukannya," kata Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT MMKSI, di Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).
“Namun perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan production hub untuk pasar global dan satu lagi model yang tidak dapat dibicarakan sekarang," sambungnya.
Lihat Juga :