Alasan Penjualan Mobil di Indonesia Tertahan di 1 Juta Unit
Rabu, 03 Juli 2024 - 19:16 WIB
loading...
Citroen menjadi salah satu pemain baru yang berjuang ditengah pasar otomotif Indonesia yang tidak tumbuh. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli ramadan
A
A
A
JAKARTA - Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara nasional masih tertahan di angka 1 juta unit per tahun. Bahkan, tahun ini angka penjualannya diprediksi tidak akan menembus satu juta.
Padahal, saat ini industri otomotif Indonesia diramaikan dengan sejumlah brand dari berbagai negara. Beragam model ditawarkan dengan teknologi canggih dan harga yang terjangkau. Mengapa kehadiran merek baru ini tidak bisa meningkatkan angka penjualan mobil di Tanah Air?
CEO Citroen Indonesia Tan Kim Piauw mengatakan bahwa penjualan mobil stagnan di angka satu juta unit disebabkan oleh sejumlah faktor.
“Saya lihat beberapa tahun kemarin stuck di angka (penjualan mobil) 1,2 Juta unit setelah itu ada pandemi Covid-19 kan, nah turun lagi menjadi 1 juta unit. Itu salah satu faktornya," kata Tan di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2024).
Pada kuartal pertama tahun ini, Tan mengungkapkan penurunan penjualan mobil disebabkan oleh pesta politik yang membuat konsumen menahan pembelian. Menurutnya, konsumen mengutamakan kebutuhan utama ketimbang membeli mobil.
“Lalu, ada pesta politik. Untuk otomotif biasanya ada dampak, pelanggan biasanya menunda. Biasanya, mereka (konsumen) beli berdasarkan prioritas. Nah, itu cukup mempengaruhi," ujarnya.
Faktor lainnya, situasi perekonomian dunia juga memberikan dampak besar. Menurut Tan, setiap negara memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika mata uang suatu negara melemah, maka akan membuat harga mobil alami kenaikan.
Padahal, saat ini industri otomotif Indonesia diramaikan dengan sejumlah brand dari berbagai negara. Beragam model ditawarkan dengan teknologi canggih dan harga yang terjangkau. Mengapa kehadiran merek baru ini tidak bisa meningkatkan angka penjualan mobil di Tanah Air?
CEO Citroen Indonesia Tan Kim Piauw mengatakan bahwa penjualan mobil stagnan di angka satu juta unit disebabkan oleh sejumlah faktor.
“Saya lihat beberapa tahun kemarin stuck di angka (penjualan mobil) 1,2 Juta unit setelah itu ada pandemi Covid-19 kan, nah turun lagi menjadi 1 juta unit. Itu salah satu faktornya," kata Tan di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2024).
Pada kuartal pertama tahun ini, Tan mengungkapkan penurunan penjualan mobil disebabkan oleh pesta politik yang membuat konsumen menahan pembelian. Menurutnya, konsumen mengutamakan kebutuhan utama ketimbang membeli mobil.
“Lalu, ada pesta politik. Untuk otomotif biasanya ada dampak, pelanggan biasanya menunda. Biasanya, mereka (konsumen) beli berdasarkan prioritas. Nah, itu cukup mempengaruhi," ujarnya.
Faktor lainnya, situasi perekonomian dunia juga memberikan dampak besar. Menurut Tan, setiap negara memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika mata uang suatu negara melemah, maka akan membuat harga mobil alami kenaikan.
Lihat Juga :