Layak Dapat Insentif: Mobil Hybrid Bisa Hemat BBM hingga 50 Persen
Selasa, 23 Juli 2024 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, Putu menjelaskan Indonesia bisa menggunakan teknologi mobil alternatif lain yang bisa lebih ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan pengurangan konsumsi BBM seperti penggunaan mobil hybrid.
"Hal yang menarik sebenarnya kita masih banyak sekali ruang bahwa PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) itu bisa mengurangi konsumsi bahan bakar 70 persen, hybrid sampai 49 persen dibandingkan ICE. Kalau kendaraan ICE, bisa kita migrasikan ke hybrid ini 50 persen bahan bakar kita bisa hemat, dan 50 persen emisi bisa kita kendalikan," ujarnya.
Sebagai informasi, penjualan mobil hybrid dalam semester satu tahun ini mengalami peningkatan. Dari 408.012 unit mobil baru yang terjual, sebesar 24.775 unit atau 6 persennya adalah mobil hybrid.
Putu mengungkapkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan sudah mendapat perlakukan istimewa dari pemerintah. Hal ini juga berlaku bagi mobil hybrid mengingat perannya dalam mengurangi emisi dan ketertarikan masyarakat terhadap jenis kendaraan tersebut.
"Upaya ini sudah banyak kita lakukan, elektrifikasi sebelumnya kita memperkenalkan yang namanya KBH2 pada 2012 kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (LCGC), itu bisa mengisi pasar 24 persen itu prestasinya," ungkapnya.
"Hal yang menarik sebenarnya kita masih banyak sekali ruang bahwa PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) itu bisa mengurangi konsumsi bahan bakar 70 persen, hybrid sampai 49 persen dibandingkan ICE. Kalau kendaraan ICE, bisa kita migrasikan ke hybrid ini 50 persen bahan bakar kita bisa hemat, dan 50 persen emisi bisa kita kendalikan," ujarnya.
Sebagai informasi, penjualan mobil hybrid dalam semester satu tahun ini mengalami peningkatan. Dari 408.012 unit mobil baru yang terjual, sebesar 24.775 unit atau 6 persennya adalah mobil hybrid.
Putu mengungkapkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan sudah mendapat perlakukan istimewa dari pemerintah. Hal ini juga berlaku bagi mobil hybrid mengingat perannya dalam mengurangi emisi dan ketertarikan masyarakat terhadap jenis kendaraan tersebut.
"Upaya ini sudah banyak kita lakukan, elektrifikasi sebelumnya kita memperkenalkan yang namanya KBH2 pada 2012 kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (LCGC), itu bisa mengisi pasar 24 persen itu prestasinya," ungkapnya.
Lihat Juga :