Denza D9: MPV Listrik Canggih dengan Harga Terjangkau, Segera Diproduksi di Indonesia
Rabu, 22 Januari 2025 - 20:21 WIB
loading...
Denza D9 yang baru diluncurkan seharga Rp950 juta bukan tidak mungkin kedepannya akan diproduksi di Indonesia. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Denza D9 resmi meluncur di Indonesia sebagai penantang di segmen MPV premium. Untuk tahap awal, mobil ini akan diimpor langsung dari China. Namun, PT BYD Motor Indonesia siap untuk melakukan perakitan lokal.
Seperti diketahui, BYD menanamkan investasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang rencananya akan rampung pada akhir tahun ini. Fasilitas pabrik ini dapat memproduksi sebanyak 150 ribu unit mobil listrik per tahun.
“Mohon bersabar, karena Denza D9 baru akan masuk ke dalam jajaran produk rakitan lokal kami. Tentunya akan dirakit di fasilitas kami yang ada di Subang,” kata Luther Pandjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, di sela peluncur Denza D9 di Jakarta, Rabu (22/1/2024).
![Denza D9: MPV Listrik Canggih dengan Harga Terjangkau, Segera Diproduksi di Indonesia]()
Luther mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik di Subang masih berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga, diharapkan akhir tahun ini selesai dan dapat digunakan pada awal tahun depan.
"Sesuai dengan rencana, diperkirakan tahun depan (2026) sudah bisa untuk realisasinya," tuturnya.
Seperti diketahui, BYD menanamkan investasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang rencananya akan rampung pada akhir tahun ini. Fasilitas pabrik ini dapat memproduksi sebanyak 150 ribu unit mobil listrik per tahun.
“Mohon bersabar, karena Denza D9 baru akan masuk ke dalam jajaran produk rakitan lokal kami. Tentunya akan dirakit di fasilitas kami yang ada di Subang,” kata Luther Pandjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, di sela peluncur Denza D9 di Jakarta, Rabu (22/1/2024).

Luther mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik di Subang masih berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga, diharapkan akhir tahun ini selesai dan dapat digunakan pada awal tahun depan.
"Sesuai dengan rencana, diperkirakan tahun depan (2026) sudah bisa untuk realisasinya," tuturnya.
Lihat Juga :