Mampukah Nissan Bertahan Tanpa Bantuan Honda?

Sabtu, 08 Februari 2025 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Jadi untuk mencapai target penjualan Ghosn, perusahaan beralih menawarkan insentif harga yang besar kepada pelanggan, terutama di Amerika, dan meningkatkan penjualan ke operator armada sewaan dengan mengorbankan keuntungan.

Nissan gagal memanfaatkan semua potensi manfaat dari aliansi dengan Renault dengan sepenuhnya berkolaborasi dalam pengembangan produk. Kemitraan itu runtuh pada tahun 2018, ketika Ghosn ditahan di Jepang karena dicurigai melakukan kejahatan keuangan. Kekurangan jajaran model Nissan tetap menjadi masalah bagi perusahaan sejak saat itu.

Apa yang Salah dengan EV Nissan

Jangkauan mengemudi Nissan Leaf relatif terbatas dibanding model-model yang lebih baru. Leaf menggunakan konektor pengisian daya yang disebut CHAdeMO yang dikembangkan bersama dengan produsen mobil Jepang lainnya.

Pesaing mereka di Amerika tidak mengadopsi CHAdeMO, dan saat ini sistem pengisian daya yang digunakan oleh BYD dan Tesla, CCS2, telah menjadi standar di pasar utama.

Di China, Nissan mengalami kesulitan untuk mengikuti perkembangan karena produsen EV lokal memuat mobil mereka dengan fitur-fitur berteknologi tinggi yang menarik bagi konsumen.

Baca Juga: Dreams in Motion: Honda Bawa Mobil Listrik Ngebut ke IIMS 2025!

Mengapa Manajemen Belum Memperbaiki Masalahnya?

Nissan memiliki budaya bisnis yang konservatif, dan serangkaian perubahan kepemimpinan mempersulit manajemennya untuk menyetujui solusi dan tetap berpegang pada solusi tersebut.

Hiroto Saikawa, penerus Ghosn, mengundurkan diri sebagai CEO pada 2019 karena skandal yang melibatkan tuduhan kompensasi berlebihan, dan eksekutif lainnya pergi dalam kekacauan tersebut.

Nissan merombak jajaran eksekutifnya lagi pada 11 Desember 2024. CEO Makoto Uchida tetap menjabat, sementara Jeremie Papin ditunjuk untuk menjadi chief financialofficer.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Nissan Mengolok-olok...
Nissan Mengolok-olok Ferrari Luce, Dituding Mirip Leaf Baru
Nissan Tarik Kembali...
Nissan Tarik Kembali 70.000 Mobilnya di China, Ini Masalahnya
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
DAM Konsisten Bina Pebalap...
DAM Konsisten Bina Pebalap Muda lewat Honda Daya Jayadi Racing Team
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Berita Terkini
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved