IIMS 2025: Gelaran Otomotif Pembuka Tahun yang Diharapkan Dongkrak Penjualan

Selasa, 11 Februari 2025 - 12:13 WIB
loading...
IIMS 2025: Gelaran Otomotif...
Diramaikan 190 peserta, IIMS 2025 diharapkan bisa mendongkrak penjualan mobil diawal tahun. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Di tengah tantangan pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 diharapkan dapat menjadi katalisator untuk mendongkrak penjualan, terutama di sektor kendaraan roda empat.

Data Penjualan Awal Tahun yang Belum Positif

Data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mencatat penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada Januari 2025 sebesar 61.843 unit. Angka ini menunjukkan penurunan 11,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi perhatian bagi pelaku industri otomotif, sehingga gelaran seperti IIMS 2025 memiliki peran penting untuk mendorong kembali gairah pasar.

Optimisme di Tengah Tantangan

Project Director IIMS 2025, Rudi MF, menyatakan optimisme dalam menyambut tahun 2025. Meskipun mengakui tantangan yang ada, ia melihat kepercayaan diri dari para produsen terhadap prospek industri otomotif Indonesia tahun ini.

"Harus optimistis walaupun kita tahun 2024 cukup menantang karena turun sekitar 16 persen dari 1 jutaan ke 800 ribuan. Tapi kalau dilihat dari awal tahun, banyak banget brand-brand dari luar masuk ke Indonesia, jadi hawanya masih optimis," kata Rudi dalam acara talkshow Morning News, Selasa (11/2/2025).

Strategi IIMS 2025 untuk Dongkrak Penjualan

IIMS 2025 mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan penjualan di awal tahun. Salah satunya adalah dengan mengundang sebanyak mungkin merek, mulai dari kendaraan roda empat, roda dua, hingga industri pendukung otomotif.

"Dari kami sendiri selaku pihak penyelenggara, ada banyak effort tahun ini biar hasilnya baik, terutama untuk transaksi yang diharapkan. Terutama kita menjaga momentum selalu menggelar IIMS sebelum lebaran," ujar Rudi.

Pemilihan waktu penyelenggaraan IIMS sebelum Lebaran juga merupakan strategi yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang seringkali menggunakan mobil baru untuk mudik. Selain itu, upaya komunikasi dan promosi juga ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Peningkatan Fasilitas dan Program Penjualan Menarik

Tahun ini, IIMS menggunakan lahan seluas lebih dari 150 ribu meter persegi, termasuk memanfaatkan lahan Gambir Expo untuk menampung seluruh peserta. IIMS 2025 juga menghadirkan 31 merek roda empat, 25 merek roda dua, dan lebih dari 190 peserta yang menawarkan program penjualan dan diskon menarik.

"Strategi lainnya adalah trigger untuk menarik orang transaksi untuk transaksi, SPK. Jadi selain brand-brand yang banyak, per hari ini ada 31 brand roda empat, 25 roda dua, dan total 190-an lebih participant. Semua akan menawarkan program-program penjualan dan diskon tentunya," tutur Rudi.

IIMS 2025 juga bekerja sama dengan perusahaan jasa pembiayaan seperti Adira untuk membantu konsumen dalam membeli kendaraan baru dengan bunga dan kredit yang menarik. Program tukar tambah juga disediakan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kendaraan impian mereka.

Baca Juga: Jelang IIMS 2025, Suzuki Umumkan DR-Z4S Series Siap Masuk Pasar ASEAN

"Jadi nanti ada Adira yang membantu, bunganya sangat menarik, kreditnya sangat menarik. Kita jaga selalu ada trade-in, yang punya mobil bekas kalau mau beli mobil baru tapi belum ada cash yang sesuai tinggal trade-in. Kalau semua cocok tinggal ganti mobil baru," ucapnya.

Harapan Industri Otomotif pada IIMS 2025

IIMS 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi industri otomotif Indonesia. Dengan berbagai strategi yang diterapkan dan dukungan dari berbagai pihak, pameran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penjualan kendaraanditahun2025.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Inilah 5 Merek Mobil...
Inilah 5 Merek Mobil Paling Tidak Laku di Indonesia
Pertaruhan Pabrik Onderdil:...
Pertaruhan Pabrik Onderdil: Siasat Toyota Selamatkan 760 Pemasok Lokal dari Tsunami Mobil Listrik
Data GAIKINDO 2026:...
Data GAIKINDO 2026: Sinyal Bahaya bagi Produsen yang Lambat Beradaptasi dengan Listrik
Penjualan Mobil di Indonesia...
Penjualan Mobil di Indonesia Anjlok di Maret 2026, tapi EV Justru Melejit 95%
F4 Indonesia Unjuk Gigi...
F4 Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2026, Panaskan Atmosfer Menuju Mandalika Festival of Speed
Transformasi PLN Mobile,...
Transformasi PLN Mobile, Jadi Kantor Mini Mengubah Wajah Layanan Listrik
PLN Mobile Perkuat Ekosistem...
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV: Dulu Diunduh 500 Ribu, Kini Sudah 50 Juta
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved