Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!
Rabu, 02 April 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Sabtu, dengan lebih dari 200 acara yang direncanakan di seluruh dunia, protes dimulai pada tengah hari di depan showroom-showroom Tesla di Australia dan Selandia Baru, kemudian menyebar ke seluruh Eropa, termasuk di negara-negara seperti Finlandia, Norwegia, Denmark, Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris.
Setiap aksi unjuk rasa diorganisir secara lokal dengan tema-tema yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
Di Irlandia, aksi tersebut bertajuk "Smash the Fash", sedangkan di Swiss bertajuk "Down with Doge".
Musk, orang terkaya di dunia, memimpin apa yang disebut "departemen efisiensi pemerintah" (Doge), yang ditugaskan untuk memangkas anggaran federal di AS, termasuk dengan memecat ribuan pekerja. Tindakan ini memicu gelombang kritik dan protes.
Dampak Ekonomi: Penurunan Nilai Saham dan Kekayaan Pribadi Musk
Protes-protes ini tampaknya mulai berdampak pada kinerja keuangan Tesla dan kekayaan pribadi Elon Musk. Sejak Trump menjabat:
1. Nilai saham Tesla (TSLA) telah merosot 45% (per tanggal artikel).
2. Penjualan Tesla mengalami penurunan tajam.
3. Nilai jual kembali Tesla bekas tampaknya telah mencapai titik terendah sepanjang masa.
4. Kekayaan bersih Musk telah turun 25% sejak saat itu, sekitar USD100 miliar (sekitar Rp1.568 triliun).
Beberapa pemilik Tesla bahkan dilaporkan telah menjual mobil mereka setelah Musk memberikan pidato pada hari pelantikan yang menyerupai dua kali hormat ala Nazi.
Protes yang Berkembang Pesat
Protes-protes ini terus berkembang setiap minggu, dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Penyelenggara Tesla Takedown telah dengan hati-hati menjauhkan diri dari vandalisme kekerasan yang juga telah dilakukan terhadap showroom-showroom Tesla.
Setiap aksi unjuk rasa diorganisir secara lokal dengan tema-tema yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
Di Irlandia, aksi tersebut bertajuk "Smash the Fash", sedangkan di Swiss bertajuk "Down with Doge".
Musk, orang terkaya di dunia, memimpin apa yang disebut "departemen efisiensi pemerintah" (Doge), yang ditugaskan untuk memangkas anggaran federal di AS, termasuk dengan memecat ribuan pekerja. Tindakan ini memicu gelombang kritik dan protes.
Dampak Ekonomi: Penurunan Nilai Saham dan Kekayaan Pribadi Musk
![Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!]()
Protes-protes ini tampaknya mulai berdampak pada kinerja keuangan Tesla dan kekayaan pribadi Elon Musk. Sejak Trump menjabat:
1. Nilai saham Tesla (TSLA) telah merosot 45% (per tanggal artikel).
2. Penjualan Tesla mengalami penurunan tajam.
3. Nilai jual kembali Tesla bekas tampaknya telah mencapai titik terendah sepanjang masa.
4. Kekayaan bersih Musk telah turun 25% sejak saat itu, sekitar USD100 miliar (sekitar Rp1.568 triliun).
Beberapa pemilik Tesla bahkan dilaporkan telah menjual mobil mereka setelah Musk memberikan pidato pada hari pelantikan yang menyerupai dua kali hormat ala Nazi.
Protes yang Berkembang Pesat
![Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!]()
Protes-protes ini terus berkembang setiap minggu, dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Penyelenggara Tesla Takedown telah dengan hati-hati menjauhkan diri dari vandalisme kekerasan yang juga telah dilakukan terhadap showroom-showroom Tesla.

Lihat Juga :