Suzuki Gelontorkan Dana Triliunan Agar Fronx Bisa Diproduksi di Cikarang
Jum'at, 30 Mei 2025 - 10:30 WIB
loading...
Suzuki menyebut bahwa mereka melakukan investasi besar agar Fronx bisa diproduksi di Cikarang. Foto: SIS
A
A
A
JAKARTA - Di tengah bayang-bayang pasar otomotif yang penuh tantangan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) justru bikin gebrakan. Mereka tak sekadar meluncurkan Suzuki Fronx, SUV kompak bergaya coupe terbaru, melainkan menunjukkan komitmen penuh dengan mengucurkan dana investasi lebih dari Rp1 triliun khusus untuk produksi lokal Fronx di fasilitas mereka di Cikarang, Jawa Barat. Sebuah langkah berani yang mengisyaratkan misi besar Suzuki di Tanah Air.
Dana fantastis ini bukan hanya untuk mempercantik pabrik. Investasi ini difokuskan untuk menghadirkan material dan komponen yang dibutuhkan dalam perakitan Fronx secara lokal, memastikan sebagian besar "jeroan" mobil ini dibuat di Indonesia.
Shodiq Wicaksono, Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), dengan tegas mengungkapkan besaran investasi tersebut.
“Komponen saja investasi yang kita keluarkan lebih dari Rp1 triliun, tidak hanya supplier tapi tentunya di pabrik perlu ada investasi. Sehingga bisa dipastikan jumlahnya lebih dari Rp1 triliun untuk mengembangkan Fronx," kata Shodiq di Jakarta, Rabu (28/5/2025). Angka ini menunjukkan keseriusan Suzuki dalam membangun pondasi manufaktur lokal yang kuat untuk Fronx.
Proses di balik layar untuk menghadirkan Suzuki Fronx ke pasar Indonesia ternyata memakan waktu yang tidak sebentar. Minoru Amano, President Director PT SIS dan PT SIM, telah mengatakan bahwa pengembangan Suzuki Fronx di Indonesia membutuhkan waktu selama 3 tahun!
Sepanjang waktu itu digunakan untuk riset mendalam demi menyesuaikan mobil ini dengan kebutuhan spesifik konsumen Indonesia.
“Untuk bisa memproduksi Fronx secara lokal, kita membutuhkan persiapan waktu itu 3 tahun. Sejak 3 tahun lalu, bersama lebih dari 200 mitra lokal yang berperan penting untuk membangun Fronx ini, kita sudah mempersiapkannya dan dengan bangga ini kita bisa tunjukkan kepada harapan-harapan ini," tutur Minoru Amano.
Investasi tambahan pun dibutuhkan untuk memastikan seluruh operasional pengembangan Fronx bisa berjalan lancar, mengingat beberapa komponen yang digunakan pada SUV kompak tersebut berbeda dengan model lainnya.
Proses perakitan Suzuki Fronx di pabrik Cikarang sendiri adalah sebuah orkestrasi teknologi yang presisi. Dimulai dari tahap pressing untuk komponen bodi, di mana lembaran baja atau besi diubah bentuknya. Kemudian, melewati proses welding atau penyatuan komponen hingga menjadi rangka bodi monokok yang kokoh.
Setelah itu, rangka masuk ke tahap pengecatan yang cermat, lalu dilanjutkan dengan proses assembling interior, mesin, sektor kaki-kaki, instalasi fitur-fitur canggih, dan berbagai bagian lain hingga menjadi mobil secara utuh. Hingga akhirnya, dilakukan pengecekan menyeluruh dan uji coba ketat, sampai mobil benar-benar siap dipasarkan ke tangan konsumen.
Baca Juga: Suzuki Fronx Nekat Mengaspal di Tengah Pasar Otomotif 'Lumpuh', Ada Misi Rahasia di Baliknya?
Investasi triliunan rupiah untuk produksi lokal Fronx ini adalah sebuah pernyataan kuat dari Suzuki. Di tengah lesunya pasar otomotif, mereka berani menggelontorkan dana besar, menunjukkan keyakinan pada potensi Indonesia dan ambisi untuk menjadi pemain kunci dalam mobilitas ramahlingkungan.
Dana fantastis ini bukan hanya untuk mempercantik pabrik. Investasi ini difokuskan untuk menghadirkan material dan komponen yang dibutuhkan dalam perakitan Fronx secara lokal, memastikan sebagian besar "jeroan" mobil ini dibuat di Indonesia.
Shodiq Wicaksono, Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), dengan tegas mengungkapkan besaran investasi tersebut.
“Komponen saja investasi yang kita keluarkan lebih dari Rp1 triliun, tidak hanya supplier tapi tentunya di pabrik perlu ada investasi. Sehingga bisa dipastikan jumlahnya lebih dari Rp1 triliun untuk mengembangkan Fronx," kata Shodiq di Jakarta, Rabu (28/5/2025). Angka ini menunjukkan keseriusan Suzuki dalam membangun pondasi manufaktur lokal yang kuat untuk Fronx.
Proses di balik layar untuk menghadirkan Suzuki Fronx ke pasar Indonesia ternyata memakan waktu yang tidak sebentar. Minoru Amano, President Director PT SIS dan PT SIM, telah mengatakan bahwa pengembangan Suzuki Fronx di Indonesia membutuhkan waktu selama 3 tahun!
Sepanjang waktu itu digunakan untuk riset mendalam demi menyesuaikan mobil ini dengan kebutuhan spesifik konsumen Indonesia.
“Untuk bisa memproduksi Fronx secara lokal, kita membutuhkan persiapan waktu itu 3 tahun. Sejak 3 tahun lalu, bersama lebih dari 200 mitra lokal yang berperan penting untuk membangun Fronx ini, kita sudah mempersiapkannya dan dengan bangga ini kita bisa tunjukkan kepada harapan-harapan ini," tutur Minoru Amano.
Investasi tambahan pun dibutuhkan untuk memastikan seluruh operasional pengembangan Fronx bisa berjalan lancar, mengingat beberapa komponen yang digunakan pada SUV kompak tersebut berbeda dengan model lainnya.
Proses perakitan Suzuki Fronx di pabrik Cikarang sendiri adalah sebuah orkestrasi teknologi yang presisi. Dimulai dari tahap pressing untuk komponen bodi, di mana lembaran baja atau besi diubah bentuknya. Kemudian, melewati proses welding atau penyatuan komponen hingga menjadi rangka bodi monokok yang kokoh.
Setelah itu, rangka masuk ke tahap pengecatan yang cermat, lalu dilanjutkan dengan proses assembling interior, mesin, sektor kaki-kaki, instalasi fitur-fitur canggih, dan berbagai bagian lain hingga menjadi mobil secara utuh. Hingga akhirnya, dilakukan pengecekan menyeluruh dan uji coba ketat, sampai mobil benar-benar siap dipasarkan ke tangan konsumen.
Baca Juga: Suzuki Fronx Nekat Mengaspal di Tengah Pasar Otomotif 'Lumpuh', Ada Misi Rahasia di Baliknya?
Investasi triliunan rupiah untuk produksi lokal Fronx ini adalah sebuah pernyataan kuat dari Suzuki. Di tengah lesunya pasar otomotif, mereka berani menggelontorkan dana besar, menunjukkan keyakinan pada potensi Indonesia dan ambisi untuk menjadi pemain kunci dalam mobilitas ramahlingkungan.
(dan)
Lihat Juga :