Perang Melawan ODOL: Pengusaha Baik Merasa Dikhianati, Tuntut Insentif Bukan Sekadar Janji Manis

Senin, 09 Juni 2025 - 21:14 WIB
loading...
Perang Melawan ODOL:...
Perang melawan ODOL menjadi masalah yang sangat kompleks dihadapi. Foto: Gemini
A A A
JAKARTA - Di tengah genderang perang yang ditabuh polisi terhadap truk Over Dimension dan Over Load (ODOL), sebuah suara kritis muncul bukan dari para pelanggar, melainkan dari mereka yang justru telah berusaha untuk patuh.

Para pengusaha angkutan barang kini menuntut keadilan, merasa pengorbanan mereka untuk menormalisasi armada seolah tak dihargai dan hanya dibalas dengan "apresiasi verbal".

Langkah polisi yang memulai penindakan dengan sosialisasi dan peringatan memang disambut baik. Namun, para pengamat memperingatkan bahwa kebijakan yang hanya fokus pada sanksi dan denda, tanpa memberikan penghargaan bagi yang patuh, adalah sebuah strategi pincang yang berisiko menjadi bumerang.

Muhammad Akbar, seorang pemerhati transportasi, menegaskan bahwa ketegasan adalah kunci untuk menegakkan wibawa aturan. "Tidak boleh ada kompromi dalam hal keselamatan lalu lintas dan perlindungan terhadap infrastruktur jalan," ujarnya.

Namun, ia juga melontarkan kritik pedas. Menurutnya, kebijakan yang semata-mata mengedepankan sanksi akan sulit diterima oleh industri yang selama ini sudah beroperasi dengan margin keuntungan yang tipis.

"Di sinilah pentingnya menerapkan pendekatan yang adil. Pemberian sanksi bagi pelanggar, dan pemberian insentif bagi mereka yang patuh terhadap regulasi," tutur Akbar.

Pengorbanan yang Tak Dianggap

Akbar menyoroti sebuah fakta yang sering luput dari perhatian publik dan pembuat kebijakan. Banyak pengusaha angkutan yang sebenarnya telah berkorban besar untuk mengikuti aturan. Mereka telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti karoseri, mengurangi muatan, bahkan membeli unit armada baru yang sesuai standar.

Namun, apa yang mereka dapatkan dari kepatuhan dan investasi besar tersebut?

"Sayangnya, kepatuhan seperti ini belum sepenuhnya dihargai secara nyata dan layak," ungkap Akbar dengan nada kecewa. "Sejauh ini, apresiasi yang diberikan masih bersifat verbal dan belum disertai bentuk insentif konkret yang dapat meringankan beban atau mendukung kelangsungan usaha mereka."

Pernyataan ini adalah sebuah tamparan keras. Para pengusaha "baik" ini merasa dikhianati. Mereka telah berupaya keluar dari praktik ODOL yang didorong oleh tuntutan efisiensi biaya, namun kini mereka seolah "dipukul rata" dengan para pelanggar yang tak peduli aturan.

Baca Juga: Polisi Gerah, Ancam Denda Rp24 Juta untuk Truk ODOL: Gertakan atau Solusi Nyata?

Kini, kebijakan Zero ODOL berada di persimpangan jalan. Apakah pemerintah hanya akan mengayunkan tongkat sanksi, atau mereka juga akan memberikan "wortel" berupa insentif bagi mereka yang telah menunjukkan itikad baik? Tanpa keadilan, perang melawan ODOL ini berisiko mematikan usaha mereka yang patuh, sementara para pemain "nakal" mungkin hanya akan mencari cara lain untuk mengakalisistem.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhub: Monster Truk...
Kemenhub: Monster Truk Tambang Impor Dilarang Keras Turun ke Jalan Raya
Alarm Keras dari Kemenhub:...
Alarm Keras dari Kemenhub: Perang Total Lawan Monster ODOL Dimulai, Aturan Tarif Jadi Senjata Utama
Fakta Mengerikan di...
Fakta Mengerikan di Balik Truk ODOL: AHY Ungkap Setoran Pungli Satu Truk Capai Rp150 Juta Setahun!
Benteng Pengawas Truk...
Benteng Pengawas Truk ODOL Jadi Sarang Pungli, Kemenhub Siapkan Mata-Mata Digital untuk Basmi Oknum Nakal
Horor di Tanjakan Sawangan:...
Horor di Tanjakan Sawangan: Pelajaran Mahal di Balik Truk yang Gagal Nanjak
Monster Jalanan Pencabut...
Monster Jalanan Pencabut Nyawa: Negara Rugi Rp40 Triliun, AHY Umumkan Perang Lawan Truk ODOL
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Kemenhub Tindak Tegas...
Kemenhub Tindak Tegas Pelanggar Aturan ODOL Selama Lebaran, 124 Perusahaan Truk Diganjar Sanksi
Rekomendasi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Berita Terkini
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Mrquez 2025 World Champion Replica
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Siapa Keiichi Tsuchiya?...
Siapa Keiichi Tsuchiya? Legenda yang Ubah Drifting dari Balapan Liar Jadi Kultur Global
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved