Palisade Hybrid Tiba, Mesin Diesel Ditinggalkan: Bedah Tuntas Harga dan Performa Sang Raja SUV yang Terlahir Kembali
Jum'at, 13 Juni 2025 - 21:29 WIB
loading...
Dengan banderol mulai dari Rp1,105 miliar, Palisade Hybrid hadir dengan serangkaian pembaruan masif. Foto; Hyundai Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Genderang perang di segmen SUV premium kembali ditabuh sangat keras. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi meluncurkan All-New Palisade Hybrid, sebuah langkah berani yang tidak hanya memperkenalkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga "memensiunkan" mesin diesel R2.2L yang selama ini menjadi andalan.
Dengan banderol mulai dari Rp1,105 miliar, Palisade Hybrid hadir dengan serangkaian pembaruan masif.
Namun, pertanyaan terbesarnya adalah: apakah kenaikan harga dan perubahan radikal pada mesin ini sepadan dengan apa yang ditawarkan? Mari kita bedah tuntas perbandingan antara sang legenda diesel dengan sang penantang hybrid.
Palisade Lama (Diesel):
Prime: Rp 943,8 juta
Signature: Rp 1,089 miliar
Signature AWD: Rp 1,202 miliar
Palisade Baru (Hybrid):
Signature: Rp 1,105 miliar
Calligraphy: Rp 1,274 miliar
Calligraphy AWD: Rp 1,359 miliar
Kenaikan harga ini tentu menjadi pertaruhan. Namun, Hyundai tampaknya yakin bahwa lompatan teknologi dan fitur yang mereka tawarkan akan mampu membenarkan banderol baru ini.
Palisade Lama (Diesel): 2.2L CRDi Turbodiesel, tenaga 200 PS, Torsi 440 Nm, Transmisi Otomatis 8-percepatan
Palisade Baru (Hybrid) : 2.5L Turbo Bensin + Motor Listrik, tenaga 334 PS (Gabungan), torsi 460 Nm (Gabungan), transmisi Otomatis 6-percepatan
Di atas kertas, perbedaannya sangat mencolok. Palisade Hybrid menawarkan lonjakan tenaga dan torsi yang luar biasa besar. Tenaga gabungan sebesar 334 PS dan torsi 460 Nm menjanjikan akselerasi yang jauh lebih superior dibandingkan mesin diesel sebelumnya. Ini adalah jawaban bagi mereka yang mungkin merasa Palisade lama sedikit "kurang bertenaga".
"Hyundai berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan," ujar Ju Hun Lee, President Director HMID. "Berbekal kepercayaan dari model sebelumnya, model ini memenuhi kebutuhan keluarga modern yang terus berkembang dengan performa hybrid yang efisien."
"All-new Palisade Hybrid dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan SUV premium yang tidak hanya mewah dan nyaman, tetapi juga hemat bahan bakar dan ramah lingkungan," tambah Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.
Pada akhirnya, peluncuran Palisade Hybrid bukanlah sekadar pembaruan. Ini adalah sebuah evolusi total yang mengubah Palisade dari sebuah SUV diesel yang tangguh menjadi sebuah SUV premium berteknologi canggih yang lebih bertenaga dan mewah. Pertanyaannya kini adalah, apakah konsumen Indonesia siap untuk "naik kelas" bersama sangrajaSUVini?
Dengan banderol mulai dari Rp1,105 miliar, Palisade Hybrid hadir dengan serangkaian pembaruan masif.
Namun, pertanyaan terbesarnya adalah: apakah kenaikan harga dan perubahan radikal pada mesin ini sepadan dengan apa yang ditawarkan? Mari kita bedah tuntas perbandingan antara sang legenda diesel dengan sang penantang hybrid.
Pertarungan Harga: Semakin Premium, Semakin Mahal
Tidak bisa dipungkiri, ada kenaikan harga yang signifikan. Varian terendah dari Palisade Hybrid kini setara dengan varian tertinggi dari model diesel sebelumnya. Ini adalah sebuah strategi yang jelas untuk memposisikan Palisade Hybrid di level yang lebih premium.Palisade Lama (Diesel):
![Palisade Hybrid Tiba, Mesin Diesel Ditinggalkan: Bedah Tuntas Harga dan Performa Sang Raja SUV yang Terlahir Kembali]()
Prime: Rp 943,8 juta%20New%20Hyundai%20Palisade%20Launch.jpg)
Signature: Rp 1,089 miliar
Signature AWD: Rp 1,202 miliar
Palisade Baru (Hybrid):
![Palisade Hybrid Tiba, Mesin Diesel Ditinggalkan: Bedah Tuntas Harga dan Performa Sang Raja SUV yang Terlahir Kembali]()
Signature: Rp 1,105 miliar
Calligraphy: Rp 1,274 miliar
Calligraphy AWD: Rp 1,359 miliar
Kenaikan harga ini tentu menjadi pertaruhan. Namun, Hyundai tampaknya yakin bahwa lompatan teknologi dan fitur yang mereka tawarkan akan mampu membenarkan banderol baru ini.
Revolusi di Balik Kap Mesin: Diesel vs Turbo Hybrid
Inilah perubahan paling fundamental. Mesin diesel 2.2L yang dikenal tangguh dan irit kini digantikan oleh jantung pacu yang lebih kompleks, bertenaga, namun tetap menjanjikan efisiensi.Palisade Lama (Diesel): 2.2L CRDi Turbodiesel, tenaga 200 PS, Torsi 440 Nm, Transmisi Otomatis 8-percepatan
Palisade Baru (Hybrid) : 2.5L Turbo Bensin + Motor Listrik, tenaga 334 PS (Gabungan), torsi 460 Nm (Gabungan), transmisi Otomatis 6-percepatan
Di atas kertas, perbedaannya sangat mencolok. Palisade Hybrid menawarkan lonjakan tenaga dan torsi yang luar biasa besar. Tenaga gabungan sebesar 334 PS dan torsi 460 Nm menjanjikan akselerasi yang jauh lebih superior dibandingkan mesin diesel sebelumnya. Ini adalah jawaban bagi mereka yang mungkin merasa Palisade lama sedikit "kurang bertenaga".
"Hyundai berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan," ujar Ju Hun Lee, President Director HMID. "Berbekal kepercayaan dari model sebelumnya, model ini memenuhi kebutuhan keluarga modern yang terus berkembang dengan performa hybrid yang efisien."
Lebih dari Sekadar Mesin: Fitur yang 'Naik Kelas'
Kenaikan harga ini juga diimbangi dengan serbuan fitur-fitur baru yang sebelumnya tidak ada. Varian Calligraphy kini menjadi puncak kemewahan dengan adanya Ergo Motion Driver Seat yang bisa memijat, kursi baris kedua model captain seat yang bisa diatur secara elektrik, hingga teknologi e-Comfort Drive dan e-Dynamic Drive yang secara cerdas mengatur distribusi tenaga untuk kestabilan maksimal."All-new Palisade Hybrid dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan SUV premium yang tidak hanya mewah dan nyaman, tetapi juga hemat bahan bakar dan ramah lingkungan," tambah Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.
Pada akhirnya, peluncuran Palisade Hybrid bukanlah sekadar pembaruan. Ini adalah sebuah evolusi total yang mengubah Palisade dari sebuah SUV diesel yang tangguh menjadi sebuah SUV premium berteknologi canggih yang lebih bertenaga dan mewah. Pertanyaannya kini adalah, apakah konsumen Indonesia siap untuk "naik kelas" bersama sangrajaSUVini?
(dan)
Lihat Juga :