Nasib Malang Kuda Jingkrak Rp16 Miliar: Ferrari Purosangue Terguling di Tol JORR, Mau Beli Lagi Inden 2 Tahun
Senin, 16 Juni 2025 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Ferrari bahkan menyematkan teknologi suspensi aktif terbaru dan berbagai komponen serat karbon untuk memastikan monster seberat dua ton ini tetap lincah menari di tikungan, layaknya mobil sport Ferrari lainnya.
Harga Purosangue yang mencapai Rp16 miliar berstatus off the road (sebelum pajak) semakin menambah dramatisasi insiden ini. Harga akhirnya di tangan konsumen bisa jauh lebih tinggi. Bahkan, begitu tingginya peminat Purosangue dan sangat sulit untuk memproduksinya, konsumen yang mau membeli harus menunggu hingga tahunan. Jika memesan sekarang, minimal baru bisa mendapatkan mobilnya setelah 1-2 tahun.
Kisah Ferrari Purosangue yang terguling ini menjadi sebuah pengingat yang telak. Secanggih dan semahal apa pun sebuah kendaraan, ia tetap rapuh dan rentan terhadap kelalaian manusia dan insiden tak terduga di sekitarnya.
Sang Kuda Jingkrak yang buas, pada hari itu, harus mengakui kekalahannya bukan oleh rival sepadan, melainkan oleh sebuah ban pecah di jalananJakarta.
Ironi di Balik Kemewahan
Inilah yang membuat insiden ini terasa begitu ironis. Sebuah mahakarya rekayasa yang dirancang dengan presisi tertinggi untuk menaklukkan kecepatan dan tikungan, justru harus "terluka" bukan di sirkuit balap, melainkan di jalan tol ibu kota, hanya karena masalah teknis pada kendaraan pengangkutnya.Harga Purosangue yang mencapai Rp16 miliar berstatus off the road (sebelum pajak) semakin menambah dramatisasi insiden ini. Harga akhirnya di tangan konsumen bisa jauh lebih tinggi. Bahkan, begitu tingginya peminat Purosangue dan sangat sulit untuk memproduksinya, konsumen yang mau membeli harus menunggu hingga tahunan. Jika memesan sekarang, minimal baru bisa mendapatkan mobilnya setelah 1-2 tahun.
Kisah Ferrari Purosangue yang terguling ini menjadi sebuah pengingat yang telak. Secanggih dan semahal apa pun sebuah kendaraan, ia tetap rapuh dan rentan terhadap kelalaian manusia dan insiden tak terduga di sekitarnya.
Sang Kuda Jingkrak yang buas, pada hari itu, harus mengakui kekalahannya bukan oleh rival sepadan, melainkan oleh sebuah ban pecah di jalananJakarta.
(dan)
Lihat Juga :