Bisakah Mobil Listrik Dihack? Simak Penjelasan Lengkapnya
Selasa, 17 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Mobil listrik menggunakan Electronic Control Units (ECU) untuk mengatur berbagai fungsi kendaraan. ECU terhubung melalui jaringan internal (CAN bus) yang bisa dieksploitasi jika seseorang berhasil masuk ke dalam sistem, misalnya lewat konektivitas Bluetooth, WiFi, atau port diagnostik (OBD).
Fitur over-the-air (OTA) update yang memungkinkan pabrikan memperbarui sistem mobil dari jarak jauh juga menjadi target potensial. Jika sistem update tidak dienkripsi atau dilindungi dengan baik, hacker bisa menyusup dan mengirimkan pembaruan palsu yang berbahaya ke mobil.
![Bisakah Mobil Listrik Dihack? Simak Penjelasan Lengkapnya]()
Selain itu, aplikasi smartphone yang terhubung ke mobil juga menjadi jalur serangan. Banyak mobil listrik saat ini dapat dikendalikan melalui aplikasi—menghidupkan mesin, membuka pintu, hingga melacak lokasi. Jika akun pengguna diretas, maka hacker bisa memperoleh kontrol langsung atas mobil.
Peretasan tidak selalu harus rumit. Kadang, kesalahan pengguna seperti menggunakan password yang lemah atau tidak mengupdate sistem perangkat lunak juga membuka celah bagi penyerang. Maka dari itu, edukasi pengguna menjadi penting dalam menjaga keamanan kendaraan.
Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, telah mulai mengembangkan standar keamanan siber kendaraan. Produsen mobil besar pun kini memiliki tim keamanan digital untuk menguji dan memperbaiki celah dalam sistem mereka sebelum digunakan secara luas.
Fitur over-the-air (OTA) update yang memungkinkan pabrikan memperbarui sistem mobil dari jarak jauh juga menjadi target potensial. Jika sistem update tidak dienkripsi atau dilindungi dengan baik, hacker bisa menyusup dan mengirimkan pembaruan palsu yang berbahaya ke mobil.

Selain itu, aplikasi smartphone yang terhubung ke mobil juga menjadi jalur serangan. Banyak mobil listrik saat ini dapat dikendalikan melalui aplikasi—menghidupkan mesin, membuka pintu, hingga melacak lokasi. Jika akun pengguna diretas, maka hacker bisa memperoleh kontrol langsung atas mobil.
Peretasan tidak selalu harus rumit. Kadang, kesalahan pengguna seperti menggunakan password yang lemah atau tidak mengupdate sistem perangkat lunak juga membuka celah bagi penyerang. Maka dari itu, edukasi pengguna menjadi penting dalam menjaga keamanan kendaraan.
Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, telah mulai mengembangkan standar keamanan siber kendaraan. Produsen mobil besar pun kini memiliki tim keamanan digital untuk menguji dan memperbaiki celah dalam sistem mereka sebelum digunakan secara luas.
Lihat Juga :