Saat Naga Mengamuk: Begini Cara China Melahap Pasar Mobil Listrik Dunia
Senin, 23 Juni 2025 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
"Ini menantang asumsi yang selama ini dipegang teguh bahwa EV akan dimulai di negara-negara kaya sebelum menyebar lebih jauh," tulis BNEF dalam laporannya.
BNEF menunjuk pada pembatalan standar hemat bahan bakar federal, penghapusan bertahap kredit pajak EV, dan potensi pencabutan wewenang California untuk menetapkan standar kualitas udaranya sendiri sebagai alasan utama di balik penurunan "yang patut dicatat" dalam adopsi EV di AS.
Dampaknya sangat mengerikan. BNEF memprediksi bahwa kemunduran kebijakan di AS ini akan mengakibatkan 14 juta lebih sedikit penjualan EV kumulatif pada tahun 2030.
"Tahun 2024 adalah tahun bersejarah bagi transportasi elektrifikasi, dengan kendaraan listrik mencapai rekor penjualan global dan adopsi yang meningkat pesat dari pasar negara berkembang di seluruh Asia dan Amerika Latin,” ujar Colin McKerracher, kepala transportasi bersih dan penyimpanan energi di BloombergNEF. "Meskipun ada angin segar ini, kami melihat adopsi EV yang lebih lambat dalam jangka pendek dan panjang, sebagian besar karena perubahan lanskap di AS."
Kapitulasi Amerika: Saat Politik Membunuh Industri
Kondisi paling tragis justru terjadi di Amerika Serikat. BNEF, untuk pertama kalinya dalam sejarah, terpaksa menurunkan proyeksi adopsi EV jangka pendek dan panjang mereka. Penyebab utamanya adalah lanskap kebijakan yang memburuk di AS.BNEF menunjuk pada pembatalan standar hemat bahan bakar federal, penghapusan bertahap kredit pajak EV, dan potensi pencabutan wewenang California untuk menetapkan standar kualitas udaranya sendiri sebagai alasan utama di balik penurunan "yang patut dicatat" dalam adopsi EV di AS.
Dampaknya sangat mengerikan. BNEF memprediksi bahwa kemunduran kebijakan di AS ini akan mengakibatkan 14 juta lebih sedikit penjualan EV kumulatif pada tahun 2030.
"Tahun 2024 adalah tahun bersejarah bagi transportasi elektrifikasi, dengan kendaraan listrik mencapai rekor penjualan global dan adopsi yang meningkat pesat dari pasar negara berkembang di seluruh Asia dan Amerika Latin,” ujar Colin McKerracher, kepala transportasi bersih dan penyimpanan energi di BloombergNEF. "Meskipun ada angin segar ini, kami melihat adopsi EV yang lebih lambat dalam jangka pendek dan panjang, sebagian besar karena perubahan lanskap di AS."
Peringatan Keras bagi Para Raksasa yang Lengah
Pergeseran ini akan berdampak besar pada industri baterai, yang kini menghadapi potensi kelebihan kapasitas manufaktur. Permintaan baterai antara 2025 dan 2035 diperkirakan turun sebesar 8% dibandingkan proyeksi tahun lalu, setara dengan hilangnya permintaan sebesar 3,4 terawatt-jam baterai, terutama karena anjloknya penjualan di AS.Lihat Juga :