Perang Harga Terselubung: Jebakan Manis Mobil China yang Bikin Resale Value Hancur!
Jum'at, 27 Juni 2025 - 11:54 WIB
loading...
Strategi agresif yang dimainkan oleh para pabrikan mobil China: merilis produk baru yang lebih canggih dengan harga yang lebih murah. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Sebuah "bom waktu" baru saja diledakkan di tengah pasar otomotif Indonesia, dan kali ini pemicunya adalah Chery. Peluncuran Chery C5 dengan harga yang dipangkas hingga Rp60 jutaan dari model sebelumnya—meski dijejali teknologi baru—bukanlah kabar gembira bagi semua orang.
Bagi calon pembeli, ini adalah pesta. Namun bagi pemilik mobil yang sudah ada, ini adalah awal dari sebuah mimpi buruk finansial.
Fenomena ini menguak sebuah strategi agresif yang dimainkan oleh para pabrikan mobil China: merilis produk baru yang lebih canggih dengan harga yang lebih murah.
Sekilas, ini tampak pro-konsumen. Namun di baliknya, ada sebuah konsekuensi pahit yang jarang dibicarakan: potensi kehancuran harga jual kembali (resale value) yang bisa merugikan konsumen lama secara signifikan.
Pihak pabrikan, tentu saja, menolak tudingan ini. Mereka membungkusnya dengan narasi indah tentang efisiensi dan inovasi.
Bagi calon pembeli, ini adalah pesta. Namun bagi pemilik mobil yang sudah ada, ini adalah awal dari sebuah mimpi buruk finansial.
Fenomena ini menguak sebuah strategi agresif yang dimainkan oleh para pabrikan mobil China: merilis produk baru yang lebih canggih dengan harga yang lebih murah.
Sekilas, ini tampak pro-konsumen. Namun di baliknya, ada sebuah konsekuensi pahit yang jarang dibicarakan: potensi kehancuran harga jual kembali (resale value) yang bisa merugikan konsumen lama secara signifikan.
Pihak pabrikan, tentu saja, menolak tudingan ini. Mereka membungkusnya dengan narasi indah tentang efisiensi dan inovasi.
Lihat Juga :