Belajar dari Kasus Diogo Jota, Ini Bahaya Ban Pecah Akibat Tekanan Angin Tak Sesuai

Senin, 07 Juli 2025 - 12:14 WIB
loading...
Belajar dari Kasus Diogo...
Penyebab utama ban pecah itu panas berlebih. Dan itu biasanya karena tekanan angin yang tidak sesuai. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Sebuah insiden mengejutkan menimpa pesepak bola ternama Diogo Jota. Bukan di lapangan hijau, melainkan di jalan raya. Ban mobilnya pecah tiba-tiba — insiden yang bisa saja menimpa siapa saja, kapan saja. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa tekanan angin ban bukan hal sepele, tapi bisa jadi penentu keselamatan di jalan.

“Penyebab utama ban pecah itu panas berlebih. Dan itu biasanya karena tekanan angin yang tidak sesuai — bisa kurang atau malah berlebihan,” tegas Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), saat diwawancarai SindoNews

Ban: Penopang Nyawa Mobil

Ban bukan sekadar pembungkus velg. Ia adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Perannya sangat vital — mulai dari menjaga kestabilan mobil, menyerap getaran, hingga meneruskan tenaga dari mesin ke aspal.

Setiap mobil punya tekanan angin ban yang direkomendasikan, dan informasi itu biasanya tertera pada bagian pilar B (sisi kanan) kendaraan. Tapi sayangnya, banyak pemilik mobil yang mengabaikan hal ini.

Risiko Tekanan Ban Tidak Sesuai

Menurut Jusri, tekanan angin yang terlalu rendah akan menyebabkan tapak ban menempel lebih luas pada jalan, menciptakan gesekan berlebih. Akibatnya, suhu ban meningkat drastis, membuat dinding ban bisa "melembek" dan akhirnya pecah.

“Gesekan yang besar itu menciptakan panas. Ditambah beban kendaraan, itu jadi kombinasi maut yang bisa merobek ban dari dalam,” ujar Jusri yang sudah 30 tahun menggeluti dunia safety driving.

Sementara itu, tekanan angin yang terlalu tinggi tak kalah berbahaya. Ban memang jadi lebih ringan bergulir, tapi cengkeramannya menurun. Mobil jadi limbung, terutama saat melaju kencang atau saat bermanuver di tikungan. Pengemudi bisa kehilangan kendali hanya dalam hitungan detik.

Efek Domino: Bukan Cuma Soal Ban

Masalah tekanan angin tak hanya berdampak pada keselamatan. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan kerusakan dini pada suspensi, velg, hingga sistem kemudi. Bahkan konsumsi bahan bakar bisa membengkak hingga 10–15% karena gesekan ban yang tidak optimal.

Salah satu risiko lain dari tekanan yang kurang adalah benjolan di dinding ban. Biasanya terjadi setelah menghantam lubang jalan atau trotoar dalam kondisi tekanan rendah. Ini bukan sekadar estetika, tapi tanda ban sudah melemah secara struktural dan siap meledak kapan saja.

Rekomendasi Tekanan Angin Umum

Sebagai referensi, berikut tekanan angin rata-rata yang disarankan untuk mobil penumpang:

Rekomendasi Tekanan Angin Ban Mobil (dalam psi)

LCGC / Hatchback:
Depan: 30–32 psi
Belakang: 30–32 psi

Sedan:
Depan: 32–34 psi
Belakang: 30–32 psi

SUV / MPV:
Depan: 33–36 psi
Belakang: 35–38 psi

Mobil Listrik (EV):
Depan: 36–38 psi
Belakang: 38–40 psi

“Jangan pakai tekanan ban mobil tetangga. Cek tekanan yang sesuai dari stiker di mobil Anda. Itu bukan pajangan, itu panduan hidup,” tambah Jusri, sambil tertawa ringan.

Solusi: Cek Tekanan Ban Secara Berkala

Idealnya, tekanan angin dicek minimal dua minggu sekali. Lebih baik lagi jika dilakukan sebelum perjalanan jauh. Gunakan alat ukur tekanan ban digital atau analog yang akurat, dan hindari mengandalkan "feeling" atau sekadar melihat tampilan ban secara visual.

Harga alat ukur tekanan ban (tire pressure gauge) juga cukup terjangkau. Untuk versi analog bisa ditemukan mulai dari Rp 50.000–100.000, sedangkan digital berkisar Rp 100.000–300.000, tergantung merek dan fitur.

Kesimpulan: Jangan Remehkan Ban

Kasus ban pecah yang menimpa Diogo Jota menjadi alarm nyata. Dalam dunia otomotif, ban adalah titik lemah paling rentan namun paling vital. Menjaganya dalam kondisi prima dengan tekanan yang sesuai bukan hanya soal kenyamanan — tapi bisa menyelamatkan nyawa Anda dan oranglaindijalan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Ganti...
Bukan Sekadar Ganti Nama, Ini Alasan Dunlop Usung Taking You Beyond di Indonesia
Siaga Satu Libur Natal...
Siaga Satu Libur Natal dan Tahun Baru: Cek Ban Gratis dan Edukasi Anti-Selip Digelar di Jakarta dan Tangerang
Seni Menjinakkan Mobil...
Seni Menjinakkan Mobil Hybrid di Libur Natal dan Tahun Baru: Haramnya Gigi Netral hingga Trik Ban Hemat BBM
General Motors Ciptakan...
General Motors Ciptakan Pelek Mobil Berteknologi Supercanggih
Kena Paku di Samping?...
Kena Paku di Samping? Ini Vonis Mati untuk Ban Anda dan Penjelasan Ilmiah di Baliknya
Dua Raksasa Ban Jepang...
Dua Raksasa Ban Jepang Kawin di Indonesia: Membedah Strategi Dunlop dan Falken Rebut Hati Pengemudi
Terinspirasi Diogo Jota,...
Terinspirasi Diogo Jota, Rizky Billar dan Lesti Kejora Beri Nama Unik untuk Anak Ketiga
Penampakan Jersey Anyar...
Penampakan Jersey Anyar Liverpool dan Nomor Punggung Seluruh Pemain
Kematian Diogo Jota...
Kematian Diogo Jota Pernah Diprediksi Serial The Simpsons?
Rekomendasi
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Berita Terkini
BMW Umumkan M3 Elektrik...
BMW Umumkan M3 Elektrik Tetap Gunakan Nama M3, Bukan iM3
Kenapa Pemilik Land...
Kenapa Pemilik Land Cruiser Tua Tetap Setia di Tengah Serbuan Mobil Listrik?
Huawei dan Chery Ungkap...
Huawei dan Chery Ungkap Identitas Mantan Desainer Ferrari di Balik Luxeed RX
Mengungkap Teknologi...
Mengungkap Teknologi Tanpa Kemudi Tesla Cybercab yang Tak Dimiliki China
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
GIIAS 2026 Digelar 30...
GIIAS 2026 Digelar 30 Juli9 Agustus, Diklaim Terbesar di Asia Tenggara!
Infografis
Ini Bahaya yang Mengancam...
Ini Bahaya yang Mengancam Akibat Terlalu Lama Bekerja saat WFH
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved