Menaklukkan Jalur Selatan: Di Balik Aspal, Ada Persaudaraan dan Baja
Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah perjalanan, tepatnya pada 28 Juni 2025 di Kulonprogo, mereka menggelar Jambore Nasional ke-3. Sebanyak 60 anggota dari seluruh Indonesia berkumpul, bukan hanya untuk berpesta, tetapi untuk merajut kembali tali silaturahmi. Sehari sebelumnya, mereka berhenti di sebuah mushola di Kalibawang untuk melakukan bakti sosial.
"Kegiatan berbagi seperti ini sudah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan kami, untuk mempertebal rasa kepedulian kita terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” sambung Andre. Inilah yang membedakan touring mereka dari sekadar liburan: ada misi kepedulian yang selalu dibawa.
Drama di Balik Kemudi
Keindahan pantai selatan Jawa yang memesona datang dengan harga yang harus dibayar. Argia Ginting, salah satu anggota senior yang memimpin perjalanan, menceritakan sisi lain dari touring yang tak terlihat di Instagram.
“Tidak semua jalan di lintas selatan telah tersambung, terutama di provinsi Yogyakarta menuju Jawa Timur. Beberapa kali kami harus putar balik karena menemui jembatan putus yang tidak mungkin dilalui,” tutur Argia. "Belum lagi kondisi jalan di lintas selatan sangat sempit tidak seperti lintas utara."
Puncak ketegangan terjadi pada etape ke-4, dari Kulonprogo menuju Pantai Prigi. Rombongan harus melewati hutan dan jalan setapak dalam kegelapan total, dengan jurang menganga di sisi jalan.
"Sempat ada salah satu member kami, Ahmad Wahyudin, yang mengalami ban slip," papar Argia. Dalam sepersekian detik, suasana riang bisa berubah menjadi bencana. "Namun berkat kepiawaiannya, kerja sama tim, dan panduan dari Road Captain kami, Widodo, kami semua bisa melalui tantangan itu dengan selamat."
"Kegiatan berbagi seperti ini sudah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan kami, untuk mempertebal rasa kepedulian kita terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” sambung Andre. Inilah yang membedakan touring mereka dari sekadar liburan: ada misi kepedulian yang selalu dibawa.
Drama di Balik Kemudi
![Menaklukkan Jalur Selatan: Di Balik Aspal, Ada Persaudaraan dan Baja]()
Keindahan pantai selatan Jawa yang memesona datang dengan harga yang harus dibayar. Argia Ginting, salah satu anggota senior yang memimpin perjalanan, menceritakan sisi lain dari touring yang tak terlihat di Instagram.
“Tidak semua jalan di lintas selatan telah tersambung, terutama di provinsi Yogyakarta menuju Jawa Timur. Beberapa kali kami harus putar balik karena menemui jembatan putus yang tidak mungkin dilalui,” tutur Argia. "Belum lagi kondisi jalan di lintas selatan sangat sempit tidak seperti lintas utara."
Puncak ketegangan terjadi pada etape ke-4, dari Kulonprogo menuju Pantai Prigi. Rombongan harus melewati hutan dan jalan setapak dalam kegelapan total, dengan jurang menganga di sisi jalan.
"Sempat ada salah satu member kami, Ahmad Wahyudin, yang mengalami ban slip," papar Argia. Dalam sepersekian detik, suasana riang bisa berubah menjadi bencana. "Namun berkat kepiawaiannya, kerja sama tim, dan panduan dari Road Captain kami, Widodo, kami semua bisa melalui tantangan itu dengan selamat."
Lihat Juga :