Janji Manis Berujung Getir: Rencana Mobil Listrik Gagal, Jaguar Land Rover Malah PHK 500 Karyawan
Jum'at, 18 Juli 2025 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi penundaan ini, juru bicara JLR memberikan jawaban diplomatis yang normatif. "Rencana kami fleksibel sehingga kami dapat beradaptasi. Kami akan meluncurkan model-model baru kami pada waktu yang tepat untuk klien, bisnis, dan pasar kami," ujarnya.
Namun, bagi banyak pihak, pernyataan "waktu yang tepat" ini terdengar seperti dalih untuk menutupi kegagalan internal di tengah kondisi pasar yang sulit. Terlebih lagi, mobil Range Rover listrik ini diprediksi akan dibanderol dengan harga fantastis mencapai £170.000 atau sekitarRp 3,4 miliar, sebuah pertaruhan besar yang tampaknya belum siap mereka ambil.
Penjualan JLR secara global dilaporkan telah turun 15% dalam beberapa bulan terakhir. Ini diperparah oleh melambatnya permintaan mobil listrik secara umum, di mana angka penjualan di Inggris, meskipun naik, masih berada di bawah target pemerintah.
Namun, bagi banyak pihak, pernyataan "waktu yang tepat" ini terdengar seperti dalih untuk menutupi kegagalan internal di tengah kondisi pasar yang sulit. Terlebih lagi, mobil Range Rover listrik ini diprediksi akan dibanderol dengan harga fantastis mencapai £170.000 atau sekitarRp 3,4 miliar, sebuah pertaruhan besar yang tampaknya belum siap mereka ambil.
Pisau PHK di Tengah Kelesuan Pasar
Di saat yang sama, JLR mengumumkan program "redundansi sukarela" untuk 500 karyawannya, sebuah istilah halus untuk PHK. Perusahaan menyebutnya sebagai "praktik bisnis normal", namun sulit untuk tidak mengaitkannya dengan kinerja perusahaan yang sedang menurun.Penjualan JLR secara global dilaporkan telah turun 15% dalam beberapa bulan terakhir. Ini diperparah oleh melambatnya permintaan mobil listrik secara umum, di mana angka penjualan di Inggris, meskipun naik, masih berada di bawah target pemerintah.
Jaguar yang Kehilangan Arah?
Bagi merek Jaguar, situasi ini terasa lebih tragis. Mereka adalah salah satu pionir mobil listrik premium melalui Jaguar I-Pace yang diluncurkan pada 2018. Namun, alih-alih melanjutkan kepemimpinan, mereka justru menghentikan produksi I-Pace tahun lalu untuk mempersiapkan sebuah "peluncuran ulang" merek.Lihat Juga :