Seres Banting Harga SUV Listrik Jadi Rp 349 Juta di GIIAS, DFSK Obral Subsidi Puluhan Juta
Kamis, 24 Juli 2025 - 09:42 WIB
loading...
Dengan harga Rp349 juta, Seres 3 menawarkan baterai berkapasitas 54 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 412 km. Foto: Sokonindo Automobile
A
A
A
ICE BSD - Genderang perang harga di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 resmi ditabuh. Tepat pada hari pembukaan, Kamis (24/7), aliansi merek China DFSK dan SERES membuat gebrakan dengan mengumumkan harga resmi dan program diskon jumbo yang secara agresif menantang para pesaingnya.
Panggung utama mereka di Hall 2, Booth 2A, bukan sekadar ruang pamer, melainkan markas komando untuk melancarkan serangan harga.
Senjata utamanya adalah Seres 3, sebuah SUV listrik yang kini dibanderol dengan harga resmi Rp349.000.000 (OTR Jakarta). Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa era SUV listrik "terjangkau" kini telah tiba, memaksa para pemain lama untuk waspada.
"Partisipasi kami di GIIAS 2025 bukan sekadar pameran, tapi pernyataan komitmen kami terhadap masa depan mobilitas yang lebih hijau, cerdas, dan relevan," ujar Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile.
Namun, di balik retorika korporat, langkah ini adalah manuver bisnis yang dingin dan terukur.
Membedah Senjata Utama: Seres 3
Dengan harga Rp349 juta, apa yang didapatkan konsumen? Seres 3 menawarkan baterai berkapasitas 54 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 412 km.
Namun, perlu dicatat, angka ini berdasarkan standar NEDC yang cenderung lebih optimistis dibandingkan standar WLTP yang lebih realistis. Pengisian daya cepatnya diklaim hanya butuh 40 menit untuk mengisi dari 20% ke 80%.
Dari sisi fitur, Seres 3 tampak royal. Sunroof panoramik, kamera 360 derajat, 6 airbags, hingga fitur semi-otonom seperti Lane Departure Warning dan Forward Collision Warning dijejalkan ke dalam mobil ini.
Dengan ground clearance 180 mm, mobil ini seolah dirancang untuk menaklukkan kontur jalanan Indonesia yang tak terduga.
Gelora E Blind Van: Dari harga normal Rp350 juta, dipangkas Rp80 juta menjadi Rp270 juta.
Gelora E Mini Bus: Dari harga Rp399 juta, dipotong Rp85 juta menjadi Rp314 juta.
Langkah "bakar uang" ini jelas ditujukan untuk mendominasi pasar logistik dan transportasi perkotaan yang sadar lingkungan. Ini bukan lagi sekadar diskon, melainkan sebuah pernyataan bahwa mereka siap merugi di awal demi merebut pangsa pasar.
Untuk segmen gaya hidup urban, Seres E1 Black Edition dirilis dalam jumlah sangat terbatas, hanya 100 unit. Dibanderol mulai dari Rp231,5 juta, mobil mungil ini ditujukan bagi mereka yang ingin tampil beda di tengah lautan mobil kota.
Sebagai pemanis, setiap pembelian unit Seres dan Gelora E akan mendapatkan bonus wall charger gratis beserta pemasangannya. Ditambah lagi dengan undian berhadiah gawai premium dari Huawei, yang semakin mempertegas betapa seriusnya mereka ingin memenangkan hati konsumen di GIIAS kali ini.
Gebrakan dari Seres dan DFSK di hari pertama ini adalah bukti nyata bahwa GIIAS 2025 adalah pasar milik pembeli. Para pabrikan, terutama dari China, tak ragu untuk saling banting harga dan mengobralbonus.
Panggung utama mereka di Hall 2, Booth 2A, bukan sekadar ruang pamer, melainkan markas komando untuk melancarkan serangan harga.
Senjata utamanya adalah Seres 3, sebuah SUV listrik yang kini dibanderol dengan harga resmi Rp349.000.000 (OTR Jakarta). Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa era SUV listrik "terjangkau" kini telah tiba, memaksa para pemain lama untuk waspada.
"Partisipasi kami di GIIAS 2025 bukan sekadar pameran, tapi pernyataan komitmen kami terhadap masa depan mobilitas yang lebih hijau, cerdas, dan relevan," ujar Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile.
Namun, di balik retorika korporat, langkah ini adalah manuver bisnis yang dingin dan terukur.
Membedah Senjata Utama: Seres 3
![Seres Banting Harga SUV Listrik Jadi Rp 349 Juta di GIIAS, DFSK Obral Subsidi Puluhan Juta]()
Dengan harga Rp349 juta, apa yang didapatkan konsumen? Seres 3 menawarkan baterai berkapasitas 54 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 412 km.
Namun, perlu dicatat, angka ini berdasarkan standar NEDC yang cenderung lebih optimistis dibandingkan standar WLTP yang lebih realistis. Pengisian daya cepatnya diklaim hanya butuh 40 menit untuk mengisi dari 20% ke 80%.
Dari sisi fitur, Seres 3 tampak royal. Sunroof panoramik, kamera 360 derajat, 6 airbags, hingga fitur semi-otonom seperti Lane Departure Warning dan Forward Collision Warning dijejalkan ke dalam mobil ini.
Dengan ground clearance 180 mm, mobil ini seolah dirancang untuk menaklukkan kontur jalanan Indonesia yang tak terduga.
Serangan Lapis Kedua: Subsidi Jumbo dan Edisi Terbatas
Agresi tidak berhenti di situ. DFSK, saudara tua SERES, melancarkan serangan di segmen komersial melalui program "subsidi bisnis" yang fantastis untuk Gelora E, mobil niaga listrik pertama di Indonesia.Gelora E Blind Van: Dari harga normal Rp350 juta, dipangkas Rp80 juta menjadi Rp270 juta.
Gelora E Mini Bus: Dari harga Rp399 juta, dipotong Rp85 juta menjadi Rp314 juta.
Langkah "bakar uang" ini jelas ditujukan untuk mendominasi pasar logistik dan transportasi perkotaan yang sadar lingkungan. Ini bukan lagi sekadar diskon, melainkan sebuah pernyataan bahwa mereka siap merugi di awal demi merebut pangsa pasar.
Untuk segmen gaya hidup urban, Seres E1 Black Edition dirilis dalam jumlah sangat terbatas, hanya 100 unit. Dibanderol mulai dari Rp231,5 juta, mobil mungil ini ditujukan bagi mereka yang ingin tampil beda di tengah lautan mobil kota.
Sebagai pemanis, setiap pembelian unit Seres dan Gelora E akan mendapatkan bonus wall charger gratis beserta pemasangannya. Ditambah lagi dengan undian berhadiah gawai premium dari Huawei, yang semakin mempertegas betapa seriusnya mereka ingin memenangkan hati konsumen di GIIAS kali ini.
Gebrakan dari Seres dan DFSK di hari pertama ini adalah bukti nyata bahwa GIIAS 2025 adalah pasar milik pembeli. Para pabrikan, terutama dari China, tak ragu untuk saling banting harga dan mengobralbonus.
(dan)
Lihat Juga :