Raksasa Elektronik Guncang GIIAS: Polytron Debut Mobil Listrik dengan Jurus Sewa Baterai dan Jaminan Harga Jual!
Jum'at, 25 Juli 2025 - 18:47 WIB
loading...
Polytron tampil percaya diri untuk pertama kalinya di GIIAS 2025 lewat mobil listrik G3 dan G3+. Foto: Polytron Indonesia
A
A
A
ICE BSD - Di antara deretan merek mobil dan motor yang sudah mapan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, muncul satu nama yang sangat dikenal di ruang keluarga, bukan di garasi: Polytron.
Raksasa elektronik Tanah Air ini resmi membuat debut perdananya di dunia otomotif, menjadi satu-satunya perusahaan elektronik yang berani unjuk gigi di GIIAS.
Berlokasi di Selasar Convention Hall, ICE BSD City, Polytron tidak datang dengan tangan kosong. Mereka memboyong lini kendaraan listrik lengkap, mulai mobil listrik Polytron G3+ yang futuristik hingga koleksi motor listrik Fox-Series.
Ini bukan sekadar coba-coba. Tapi pernyataan perang Polytron untuk mengguncang pasar kendaraan listrik dengan strategi yang cerdas dan sangat berani.
Jurus Jitu Melawan Keraguan Konsumen
Polytron sadar betul dua keraguan terbesar calon pembeli mobil listrik: harga baterai yang mahal dan ketakutan akan anjloknya harga jual kembali. Untuk menjawabnya, mereka meluncurkan dua "jurus jitu" yang menjadi perbincangan hangat.
Pertama adalah inovasi Battery-as-a-Service (BaaS) atau sewa baterai. "Konsumen tak perlu membeli baterai di awal, melainkan cukup menyewa dengan biaya terjangkau yang sudah termasuk garansi baterai seumur hidup selama masa berlangganan," ungkap Philip Samuel Tandio, Product Specialist EV 4W Polytron.
Dengan skema ini, harga pembelian mobil bisa ditekan secara signifikan, membuat mobil listrik lebih terjangkau.
Jurus kedua adalah memberikan jaminan nilai jual kembali sebesar 70% dalam waktu 3 tahun. Langkah berani ini memberikan rasa aman dalam berinvestasi, sebuah ketenangan yang jarang ditawarkan produsen lain.
Matematika Hemat di Atas Roda
Selain inovasi kepemilikan, Polytron juga membeberkan angka-angka efisiensi yang sulit diabaikan. Polytron G3+ dibekali baterai berkapasitas 52 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 402 km sekali isi daya.
“Mobil listrik Polytron hanya menghabiskan biaya energi sekitar Rp 220/km—jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin yang mencapai Rp 625/km," jelas Philip. "Penghematan biaya hingga 64,8% menjadikan mobil listrik Polytron pilihan cerdas dan efisien.”
Setiap pembelian juga sudah termasuk portable charger dan V2L charger, yang memungkinkan mobil ini berfungsi sebagai genset berjalan untuk menyalakan perangkat elektronik lain.
Bagi pecinta roda dua, motor listrik Fox-Series mendapat potongan harga fantastis: diskon hingga Rp 7.000.000 untuk Fox-R dan Rp 5.000.000 untuk Fox-500. Promo ini juga berlaku untuk tiga warna baru yang memikat: Vulcan Silver, Velvet Navy Blue, dan Hunter Green.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Polytron tidak hanya sekadar menjual kendaraan. Mereka menawarkan sebuah ekosistem kepemilikan yang lebih ringan, lebih hemat, dan lebih aman. Sebuah gebrakan dari raksasa elektronik yang siap mengubah peta persaingan otomotifdiIndonesia.
Raksasa elektronik Tanah Air ini resmi membuat debut perdananya di dunia otomotif, menjadi satu-satunya perusahaan elektronik yang berani unjuk gigi di GIIAS.
Berlokasi di Selasar Convention Hall, ICE BSD City, Polytron tidak datang dengan tangan kosong. Mereka memboyong lini kendaraan listrik lengkap, mulai mobil listrik Polytron G3+ yang futuristik hingga koleksi motor listrik Fox-Series.
Ini bukan sekadar coba-coba. Tapi pernyataan perang Polytron untuk mengguncang pasar kendaraan listrik dengan strategi yang cerdas dan sangat berani.
Jurus Jitu Melawan Keraguan Konsumen
![Raksasa Elektronik Guncang GIIAS: Polytron Debut Mobil Listrik dengan Jurus Sewa Baterai dan Jaminan Harga Jual!]()
Polytron sadar betul dua keraguan terbesar calon pembeli mobil listrik: harga baterai yang mahal dan ketakutan akan anjloknya harga jual kembali. Untuk menjawabnya, mereka meluncurkan dua "jurus jitu" yang menjadi perbincangan hangat.
Pertama adalah inovasi Battery-as-a-Service (BaaS) atau sewa baterai. "Konsumen tak perlu membeli baterai di awal, melainkan cukup menyewa dengan biaya terjangkau yang sudah termasuk garansi baterai seumur hidup selama masa berlangganan," ungkap Philip Samuel Tandio, Product Specialist EV 4W Polytron.
Dengan skema ini, harga pembelian mobil bisa ditekan secara signifikan, membuat mobil listrik lebih terjangkau.
Jurus kedua adalah memberikan jaminan nilai jual kembali sebesar 70% dalam waktu 3 tahun. Langkah berani ini memberikan rasa aman dalam berinvestasi, sebuah ketenangan yang jarang ditawarkan produsen lain.
Matematika Hemat di Atas Roda
![Raksasa Elektronik Guncang GIIAS: Polytron Debut Mobil Listrik dengan Jurus Sewa Baterai dan Jaminan Harga Jual!]()
Selain inovasi kepemilikan, Polytron juga membeberkan angka-angka efisiensi yang sulit diabaikan. Polytron G3+ dibekali baterai berkapasitas 52 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 402 km sekali isi daya..jpg)
“Mobil listrik Polytron hanya menghabiskan biaya energi sekitar Rp 220/km—jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin yang mencapai Rp 625/km," jelas Philip. "Penghematan biaya hingga 64,8% menjadikan mobil listrik Polytron pilihan cerdas dan efisien.”
Setiap pembelian juga sudah termasuk portable charger dan V2L charger, yang memungkinkan mobil ini berfungsi sebagai genset berjalan untuk menyalakan perangkat elektronik lain.
Pesta Diskon dan Hadiah di GIIAS
Untuk merayakan debutnya, Polytron menggelar pesta promo besar-besaran. Setiap pembelian mobil G3+ atau G3 selama GIIAS akan langsung mendapatkan gratis Wall Charger 7kW dan kupon undian berhadiah utama Polytron Smart TV 75 inci.Bagi pecinta roda dua, motor listrik Fox-Series mendapat potongan harga fantastis: diskon hingga Rp 7.000.000 untuk Fox-R dan Rp 5.000.000 untuk Fox-500. Promo ini juga berlaku untuk tiga warna baru yang memikat: Vulcan Silver, Velvet Navy Blue, dan Hunter Green.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Polytron tidak hanya sekadar menjual kendaraan. Mereka menawarkan sebuah ekosistem kepemilikan yang lebih ringan, lebih hemat, dan lebih aman. Sebuah gebrakan dari raksasa elektronik yang siap mengubah peta persaingan otomotifdiIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :