Sihir Suspensi Pintar BYD: Ucapkan Selamat Tinggal pada Guncangan di Jalan Berlubang!
Senin, 28 Juli 2025 - 22:20 WIB
loading...
Bukan sekadar peredam kejut biasa, DiSus-C adalah sistem berotak yang mampu membaca jalan dan beradaptasi dalam hitungan milidetik. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
ICE BSD - Bagi para pengemudi di Indonesia, jalanan yang berlubang dan bergelombang adalah "musuh" abadi yang menguji kesabaran dan kenyamanan. Namun, revolusi teknologi dari BYD kini hadir sebagai jawaban, menjanjikan pengalaman berkendara mulus hingga terasa seperti sihir.
Dalam sebuah sesi pengenalan teknologi pada Senin (28/7), BYD secara mendalam membedah rahasia di balik kenyamanan superior mobil-mobil premiumnya seperti New BYD Seal 2025: sebuah sistem suspensi cerdas bernama DiSus-C (Intelligent Damping Body Control System).
Ini bukan sekadar peredam kejut biasa; ini adalah sistem berotak yang mampu "membaca" jalan dan beradaptasi dalam hitungan milidetik.
Membedah Otak di Balik Roda
Bagaimana cara kerja "sihir" ini? Head of Product BYD Indonesia, Bobby Bharata, mengibaratkan mobil seperti memiliki "mata", "otak", dan "otot"-nya sendiri. “Inovasi teknologi DiSus ini dikembangkan sendiri oleh BYD," ujar Bobby. Nah, berikut penjelasan lebih detailnya:
1. 'Mata' (Perception Layer): Serangkaian sensor canggih terus-menerus memindai permukaan jalan, mendeteksi setiap lubang, tonjolan, dan tikungan di depan.
2. 'Otak' (Decision Layer): Semua informasi dari "mata" dikirim ke pusat komputasi cerdas DiSus, yang menganalisis data dengan kecepatan super tinggi dan memutuskan apa yang harus dilakukan.
3. 'Otot' (Execution Layer): "Otak" kemudian memberi perintah kepada peredam kejut elektronik di setiap roda untuk langsung menyesuaikan diri—menjadi lebih empuk saat melewati lubang, atau lebih kaku saat menikung tajam untuk menjaga stabilitas.
Namun dengan DiSus-C yang aktif, keajaiban terjadi. Roda mungkin tetap bekerja keras naik-turun melibas jalanan yang rusak, tetapi kabin mobil tetap tenang dan stabil, seolah melayang di atasnya.
Sistem ini secara efektif meredam getaran sebelum sempat mengganggu kenyamanan penumpang, mengubah perjalanan yang melelahkan menjadi sebuah pengalaman rileks dan premium. “Ini membuat penumpang merasa nyaman, apalagi di kondisi jalanan seperti Indonesia,” beber Bobby.
Efek "oleng" saat menikung tajam berkurang drastis, memberikan rasa aman dan percaya diri yang lebih tinggi.
Teknologi canggih ini telah disematkan pada sedan sport listrik New BYD Seal 2025, yang dibanderol mulai dari Rp639 jutaan.
“Ini adalah bukti komitmen BYD untuk tidak hanya membawa mobil ramah lingkungan, tetapi juga teknologi terdepan yang benar-benar menjawab masalah nyata di jalanan Indonesia,” imbuh Luther Panjaitan, Head of PR Government and Relations PT BYD MotorIndonesia.
Dalam sebuah sesi pengenalan teknologi pada Senin (28/7), BYD secara mendalam membedah rahasia di balik kenyamanan superior mobil-mobil premiumnya seperti New BYD Seal 2025: sebuah sistem suspensi cerdas bernama DiSus-C (Intelligent Damping Body Control System).
Ini bukan sekadar peredam kejut biasa; ini adalah sistem berotak yang mampu "membaca" jalan dan beradaptasi dalam hitungan milidetik.
Membedah Otak di Balik Roda
![Sihir Suspensi Pintar BYD: Ucapkan Selamat Tinggal pada Guncangan di Jalan Berlubang!]()
Bagaimana cara kerja "sihir" ini? Head of Product BYD Indonesia, Bobby Bharata, mengibaratkan mobil seperti memiliki "mata", "otak", dan "otot"-nya sendiri. “Inovasi teknologi DiSus ini dikembangkan sendiri oleh BYD," ujar Bobby. Nah, berikut penjelasan lebih detailnya:.jpg)
1. 'Mata' (Perception Layer): Serangkaian sensor canggih terus-menerus memindai permukaan jalan, mendeteksi setiap lubang, tonjolan, dan tikungan di depan.
2. 'Otak' (Decision Layer): Semua informasi dari "mata" dikirim ke pusat komputasi cerdas DiSus, yang menganalisis data dengan kecepatan super tinggi dan memutuskan apa yang harus dilakukan.
3. 'Otot' (Execution Layer): "Otak" kemudian memberi perintah kepada peredam kejut elektronik di setiap roda untuk langsung menyesuaikan diri—menjadi lebih empuk saat melewati lubang, atau lebih kaku saat menikung tajam untuk menjaga stabilitas.
Pertarungan di Jalan Berlubang: Guncangan vs Ketenangan
Perbedaan pengaplikasian DiSus-C di BYD Seal sangat dramatis. Bobby menunjukkan bahwa mobil dengan suspensi biasa (mekanis), saat roda menghantam lubang, guncangannya akan langsung menjalar ke seluruh bodi mobil dan terasa hingga ke punggung penumpang.Namun dengan DiSus-C yang aktif, keajaiban terjadi. Roda mungkin tetap bekerja keras naik-turun melibas jalanan yang rusak, tetapi kabin mobil tetap tenang dan stabil, seolah melayang di atasnya.
Sistem ini secara efektif meredam getaran sebelum sempat mengganggu kenyamanan penumpang, mengubah perjalanan yang melelahkan menjadi sebuah pengalaman rileks dan premium. “Ini membuat penumpang merasa nyaman, apalagi di kondisi jalanan seperti Indonesia,” beber Bobby.
Lebih dari Nyaman, Ini Soal Keselamatan
Keunggulan DiSus-C tidak berhenti pada kenyamanan. Dengan menjaga bodi mobil tetap stabil dan ban terus menapak sempurna di aspal, sistem ini secara signifikan meningkatkan kontrol pengemudi, terutama saat bermanuver di kecepatan tinggi atau melakukan pengereman mendadak.Efek "oleng" saat menikung tajam berkurang drastis, memberikan rasa aman dan percaya diri yang lebih tinggi.
Teknologi canggih ini telah disematkan pada sedan sport listrik New BYD Seal 2025, yang dibanderol mulai dari Rp639 jutaan.
“Ini adalah bukti komitmen BYD untuk tidak hanya membawa mobil ramah lingkungan, tetapi juga teknologi terdepan yang benar-benar menjawab masalah nyata di jalanan Indonesia,” imbuh Luther Panjaitan, Head of PR Government and Relations PT BYD MotorIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :