Perang Harga Mobil Mulai Terjadi di Indonesia, Ini Kata Toyota
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
"Kami di Toyota masih yakin bahwa kebutuhan kustomer itu berbeda-beda. Kebutuhan di perkotaan beda, kebutuhan di rural (pedesaan) beda. Yang kita lakukan memenuhi kebutuhan masyarakat semaksimal mungkin," ujarnya.
Soal perang harga di Indonesia, Resha mengatakan Toyota selama ini belum pernah melakukan penyesuaian atau menurunkan harga mobil yang dipasarkannya. Ini yang membuat harga jualnya tetap stabil hingga saat ini.
"Banting-bantingan harga di sini, kalau Toyota sendiri sampai detik ini, kita tidak pernah menurunkan harga. Karena yang kita lihat masyarakat di Indonesia itu beli mobil bukan buat jangka pendek. Kita masih berpikir untuk jangka panjang," tuturnya.
Sementara untuk mobil listrik, Resha mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tersebut masih sangat rendah. Terutama di luar Pulau Jawa yang mana infrastrukturnya belum memadai.
"Kalau kita lihat di luar Jawa, atau bahkan di luar Jakarta, EV itu kurang lebih angkanya masih 5-6 persen, sisanya masih hybrid dan ICE. Nah perkembangan itu yang kita lihat, di situ kita melihat opportunity, kita tidak menyasar ke satu area, tapi kita menyasar ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia," ucapnya.
Soal perang harga di Indonesia, Resha mengatakan Toyota selama ini belum pernah melakukan penyesuaian atau menurunkan harga mobil yang dipasarkannya. Ini yang membuat harga jualnya tetap stabil hingga saat ini.
"Banting-bantingan harga di sini, kalau Toyota sendiri sampai detik ini, kita tidak pernah menurunkan harga. Karena yang kita lihat masyarakat di Indonesia itu beli mobil bukan buat jangka pendek. Kita masih berpikir untuk jangka panjang," tuturnya.
Sementara untuk mobil listrik, Resha mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tersebut masih sangat rendah. Terutama di luar Pulau Jawa yang mana infrastrukturnya belum memadai.
"Kalau kita lihat di luar Jawa, atau bahkan di luar Jakarta, EV itu kurang lebih angkanya masih 5-6 persen, sisanya masih hybrid dan ICE. Nah perkembangan itu yang kita lihat, di situ kita melihat opportunity, kita tidak menyasar ke satu area, tapi kita menyasar ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia," ucapnya.
(wbs)
Lihat Juga :