Bertenaga Buas, Nissan GTR Ternyata ber-DNA Truk Isuzu
Senin, 11 Agustus 2025 - 07:36 WIB
loading...
Nissan GTR Ternyata ber-DNA Truk Isuzu. FOTO/ CARSCOOPS
A
A
A
TOKYO - Sekilas, sulit membayangkan bagaimana mesin berperforma tinggi seperti Nissan GT-R R35 bisa disandingkan dengan truk komersial ringan seperti Isuzu NPR.
BACA JUGA - Bea Cukai Batam Lelang Nissan GTR 34 Selundupan, Terjual Seharga Rp2,7 Miliar
Namun, di balik perbedaan dunia antara mobil sport dan truk kabin, terdapat fakta menarik yang baru terungkap setelah hampir dua dekade.
Menurut postingan viral oleh pengguna X (Twitter) bernama @trucknakanohito, sekitar 80 persen tim pengembang GT-R generasi R35 sebenarnya terdiri dari mantan insinyur Isuzu, terutama dari divisi kendaraan penumpang.
Peran utama mereka? Sistem transmisi dan suspensi, dua aspek yang menjadi kekuatan utama GT-R saat diluncurkan pada akhir 2007.
Awalnya, klaim tersebut tampak sulit dipercaya. Namun, hal itu bukan lagi rumor lama ketika dikonfirmasi oleh kepala insinyur R35, Kazutoshi Mizuno.
Menurutnya, para insinyur tersebut sebenarnya berasal dari divisi truk Isuzu dan tidak memiliki pengalaman dalam mengembangkan mobil berperforma tinggi. Namun, dengan pelatihan terstruktur, kerja sama tim, dan dedikasi, mereka bertransformasi menjadi insinyur kelas dunia hanya dalam satu setengah tahun.
Mengapa Nissan memilih insinyur truk? Apakah saat itu terjadi kekurangan tenaga ahli? Tidak ada jawaban resmi.
Namun yang pasti, hasilnya membuktikan bahwa keputusan tersebut bukanlah sebuah kesalahan. GT-R R35 menerima pujian luas atas dinamika berkendara yang solid dan transmisi otomatis yang cepat, fitur-fitur yang masih relevan bahkan setelah lebih dari 15 tahun.
Bahkan, mesin V6 twin-turbo 3,8 liter yang menjadi jantung GT-R juga dikenal dirakit di laboratorium tertutup khusus, menyerupai ruang bersih dalam industri semikonduktor.
Bagaimana masa depan nama GT-R? Ada spekulasi bahwa generasi R36 akan muncul sebagai hibrida, atau bahkan sepenuhnya listrik. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi.
Satu hal yang pasti, jika Nissan membutuhkan tim teknik yang luar biasa untuk proyek berikutnya, mungkin Isuzu dan teknisi truk mereka, yang masih memiliki sesuatu untuk ditawarkan.
BACA JUGA - Bea Cukai Batam Lelang Nissan GTR 34 Selundupan, Terjual Seharga Rp2,7 Miliar
Namun, di balik perbedaan dunia antara mobil sport dan truk kabin, terdapat fakta menarik yang baru terungkap setelah hampir dua dekade.
Menurut postingan viral oleh pengguna X (Twitter) bernama @trucknakanohito, sekitar 80 persen tim pengembang GT-R generasi R35 sebenarnya terdiri dari mantan insinyur Isuzu, terutama dari divisi kendaraan penumpang.
Peran utama mereka? Sistem transmisi dan suspensi, dua aspek yang menjadi kekuatan utama GT-R saat diluncurkan pada akhir 2007.
Awalnya, klaim tersebut tampak sulit dipercaya. Namun, hal itu bukan lagi rumor lama ketika dikonfirmasi oleh kepala insinyur R35, Kazutoshi Mizuno.
Menurutnya, para insinyur tersebut sebenarnya berasal dari divisi truk Isuzu dan tidak memiliki pengalaman dalam mengembangkan mobil berperforma tinggi. Namun, dengan pelatihan terstruktur, kerja sama tim, dan dedikasi, mereka bertransformasi menjadi insinyur kelas dunia hanya dalam satu setengah tahun.
Mengapa Nissan memilih insinyur truk? Apakah saat itu terjadi kekurangan tenaga ahli? Tidak ada jawaban resmi.
Namun yang pasti, hasilnya membuktikan bahwa keputusan tersebut bukanlah sebuah kesalahan. GT-R R35 menerima pujian luas atas dinamika berkendara yang solid dan transmisi otomatis yang cepat, fitur-fitur yang masih relevan bahkan setelah lebih dari 15 tahun.
Bahkan, mesin V6 twin-turbo 3,8 liter yang menjadi jantung GT-R juga dikenal dirakit di laboratorium tertutup khusus, menyerupai ruang bersih dalam industri semikonduktor.
Bagaimana masa depan nama GT-R? Ada spekulasi bahwa generasi R36 akan muncul sebagai hibrida, atau bahkan sepenuhnya listrik. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi.
Satu hal yang pasti, jika Nissan membutuhkan tim teknik yang luar biasa untuk proyek berikutnya, mungkin Isuzu dan teknisi truk mereka, yang masih memiliki sesuatu untuk ditawarkan.
(wbs)
Lihat Juga :