Kendaraan Listrik Serbu Indonesia, Ketersediaan SPKLU Semakin Dipermudah
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 17:36 WIB
loading...
Kendaraan Listrik Serbu Indonesia. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kendaraan listrik (EV) telah menjadi pilar utama dalam perubahan industri kendaraan otomotif global dan Indonesia tidak ketinggalan dalam tren ini. Namun, perjalanan menuju ekosistem EV yang matang masih menghadapi berbagai tantangan.
Tantangan tersebut meliputi keterbatasan infrastruktur pengisian daya (SPKLU), harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal, produksi dan daur ulang baterai yang belum optimal, serta kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai EV.
Menyikapi hal itu, Green Gold Asia (GGA) resmi diluncurkan hari ini sebagai platform ekosistem kendaraan hijau dan elektrifikasi terintegrasi pertama di Indonesia — menggabungkan mobilitas listrik terjangkau, peluang kepemilikan usaha, dan solusi pengisian daya nasional dalam satu aplikasi.
Menggabungkan mobilitas listrik terjangkau, peluang kepemilikan usaha, dan solusi pengisian daya nasional dalam satu aplikasi. Mulai dari kendaraan listrik roda 2, 3, dan 4 untuk penumpang maupun komersial, stasiun pengisian daya, jaringan tukar baterai, hingga solusi tenaga surya.
Kehadiran GGA memudahkan masyarakat beralih ke mobilitas ramah lingkungan, sekaligus menciptakan peluang usaha yang menguntungkan bagi individu, mitra, dan investor.
Melalui aplikasi Green Gold Asia, masyarakat dapat melakukan pembeli motor listrik mulai dari Rp 30 juta dan mobil listrik dengan harga kompetitif berkat model operasional GGA yang hingga 95% lebih hemat dibanding praktik pasar.
Bahkan perusahaan asal Singapura ini memberikan kesempatan untuk bergabung dalam program bagi hasil penjualan hanya dengan modal USD 2.000, untuk ikut memiliki operasional penjualan EV dan memperoleh penghasilan pasif.
Leonard Ho, Founder Green Gold Asia, menjelaskan bahwa Green Gold Asia dibangun untuk mendemokratisasi akses terhadap kendaraan listrik dan peluang usaha yang menyertainya.
"Platform kami menyatukan rantai pasok, layanan purna jual, pembiayaan, dan infrastruktur pengisian daya sehingga siapa pun dari konsumen hingga pengusaha bisa menjadi bagian dari masa depan mobilitas hijau," ujarnya, Jumat petang (15/8) di kawasan Jakarta Pusat.
Dalam memastikan pelanggan dapat melihat langsung dan mencoba produk, GGA akan membuka 17 toko flagship di pusat perbelanjaan ternama di seluruh Indonesia.
Showroom ini memungkinkan masyarakat untuk uji coba, konsultasi, dan membeli kendaraan listrik di lingkungan ritel yang terpercaya.
Di waktu yang sama Wendra Tiarno, Business Director GGA Indonesia diwaktu yang sama menambahkan bahwa pihaknya bukan hanya menjual EV, tetapi membangun ekosistem yang kuat di mana kualitas produk, harga kompetitif,.
"Ini merupakan peluang pendapatan menguntungkan semua pihak dari pemegang merek hingga masyarakat umum,” ujarnya.
Nantinya setiap toko akan terintegrasi dengan aplikasi kami, memberikan informasi produk secara real-time, lokasi pengisian daya, dan layanan booking servis. Sinergi offline-online ini memastikan kenyamanan dan kepercayaan pelanggan.
Peluncuran dimulai di Mal Mangga Dua Harcomas di Jakarta. Selain menggunakan display dibeberapa di beberapa lorong mal juga memanfaatkan 3 lantai area parkir mobil untuk memanjang produk kendaraan listrik.
Ridi Fauzan, Building Maintenance Section Head Mal Mangga Dua Harcomas menyampaikan pihaknya mendukung penuh misi Green Gold Asia sebagai bagian dari gerakan elektrifikasi Indonesia.
"Mal kami bangga menjadi lokasi pertama untuk visi ini menghubungkan masyarakat dengan solusi mobilitas ramah lingkungan yang inovatif," pungkasnya.
Kedepannya GGA juga tengah mempersiapkan kolaborasi strategis dengan pengembang properti, penyedia energi, universitas, dan koperasi untuk membangun jaringan pengisian daya, mengintegrasikan tenaga surya, dan memperluas adopsi kendaraan listrik di seluruh Indonesia dan pasar Asia Tenggara.
Tantangan tersebut meliputi keterbatasan infrastruktur pengisian daya (SPKLU), harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal, produksi dan daur ulang baterai yang belum optimal, serta kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai EV.
Menyikapi hal itu, Green Gold Asia (GGA) resmi diluncurkan hari ini sebagai platform ekosistem kendaraan hijau dan elektrifikasi terintegrasi pertama di Indonesia — menggabungkan mobilitas listrik terjangkau, peluang kepemilikan usaha, dan solusi pengisian daya nasional dalam satu aplikasi.
Menggabungkan mobilitas listrik terjangkau, peluang kepemilikan usaha, dan solusi pengisian daya nasional dalam satu aplikasi. Mulai dari kendaraan listrik roda 2, 3, dan 4 untuk penumpang maupun komersial, stasiun pengisian daya, jaringan tukar baterai, hingga solusi tenaga surya.
Kehadiran GGA memudahkan masyarakat beralih ke mobilitas ramah lingkungan, sekaligus menciptakan peluang usaha yang menguntungkan bagi individu, mitra, dan investor.
Melalui aplikasi Green Gold Asia, masyarakat dapat melakukan pembeli motor listrik mulai dari Rp 30 juta dan mobil listrik dengan harga kompetitif berkat model operasional GGA yang hingga 95% lebih hemat dibanding praktik pasar.
Bahkan perusahaan asal Singapura ini memberikan kesempatan untuk bergabung dalam program bagi hasil penjualan hanya dengan modal USD 2.000, untuk ikut memiliki operasional penjualan EV dan memperoleh penghasilan pasif.
Leonard Ho, Founder Green Gold Asia, menjelaskan bahwa Green Gold Asia dibangun untuk mendemokratisasi akses terhadap kendaraan listrik dan peluang usaha yang menyertainya.
"Platform kami menyatukan rantai pasok, layanan purna jual, pembiayaan, dan infrastruktur pengisian daya sehingga siapa pun dari konsumen hingga pengusaha bisa menjadi bagian dari masa depan mobilitas hijau," ujarnya, Jumat petang (15/8) di kawasan Jakarta Pusat.
Dalam memastikan pelanggan dapat melihat langsung dan mencoba produk, GGA akan membuka 17 toko flagship di pusat perbelanjaan ternama di seluruh Indonesia.
Showroom ini memungkinkan masyarakat untuk uji coba, konsultasi, dan membeli kendaraan listrik di lingkungan ritel yang terpercaya.
Di waktu yang sama Wendra Tiarno, Business Director GGA Indonesia diwaktu yang sama menambahkan bahwa pihaknya bukan hanya menjual EV, tetapi membangun ekosistem yang kuat di mana kualitas produk, harga kompetitif,.
"Ini merupakan peluang pendapatan menguntungkan semua pihak dari pemegang merek hingga masyarakat umum,” ujarnya.
Nantinya setiap toko akan terintegrasi dengan aplikasi kami, memberikan informasi produk secara real-time, lokasi pengisian daya, dan layanan booking servis. Sinergi offline-online ini memastikan kenyamanan dan kepercayaan pelanggan.
Peluncuran dimulai di Mal Mangga Dua Harcomas di Jakarta. Selain menggunakan display dibeberapa di beberapa lorong mal juga memanfaatkan 3 lantai area parkir mobil untuk memanjang produk kendaraan listrik.
Ridi Fauzan, Building Maintenance Section Head Mal Mangga Dua Harcomas menyampaikan pihaknya mendukung penuh misi Green Gold Asia sebagai bagian dari gerakan elektrifikasi Indonesia.
"Mal kami bangga menjadi lokasi pertama untuk visi ini menghubungkan masyarakat dengan solusi mobilitas ramah lingkungan yang inovatif," pungkasnya.
Kedepannya GGA juga tengah mempersiapkan kolaborasi strategis dengan pengembang properti, penyedia energi, universitas, dan koperasi untuk membangun jaringan pengisian daya, mengintegrasikan tenaga surya, dan memperluas adopsi kendaraan listrik di seluruh Indonesia dan pasar Asia Tenggara.
(wbs)
Lihat Juga :