Jutaan Mobil Honda di Amerika Serikat Hadapi Masalah Mesin Serius, Konsumen di Indonesia Bisa Bernapas Lega
Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:12 WIB
loading...
Sejumlah model Honda di Amerika mengalami masalah serius. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Badai besar tengah menerpa raksasa otomotif Honda dan divisi mewahnya, Acura, di Amerika Serikat.
Otoritas keselamatan lalu lintas setempat (NHTSA) saat ini tengah meluncurkan investigasi skala masif terhadap potensi kerusakan serius pada jutaan mesin mobil mereka.
Namun, di tengah kabar mengkhawatirkan ini, ada berita baik yang melegakan: konsumen dan pemilik mobil Honda di Indonesia dipastikan tidak terdampak sama sekali.
Masalah ini secara spesifik terjadi di pasar Amerika Utara dan melibatkan model-model populer yang menggunakan mesin V6 3.5 liter.
Kabar ini sontak menyalakan alarm di kalangan industri otomotif global, namun sekali lagi, badai ini terjadi ribuan kilometer jauhnya dan tidak berimbas pada unit yang dipasarkan di Tanah Air.
Skala masalahnya pun tidak main-main. Diperkirakan ada sekitar 1.410.806 unit kendaraan di Amerika Serikat yang berpotensi terdampak. Model-model yang masuk dalam daftar investigasi adalah:
Acura MDX (tahun 2016-2020)
Acura TLX (tahun 2018-2020)
Honda Pilot (tahun 2016-2020)
Honda Ridgeline (tahun 2017-2019)
Honda Odyssey (tahun 2018-2020)
Jika digabungkan dengan keluhan yang masuk langsung ke American Honda sebanyak 2.598 laporan, maka total keluhan yang terkumpul mencapai angka yang sangat signifikan, yakni 3.012 laporan. Bahkan, dilaporkan ada tujuh insiden yang melibatkan kecelakaan atau kebakaran yang diduga terkait dengan kerusakan mesin ini, yang mendorong pemerintah setempat untuk mempertimbangkan penarikan kembali (recall) secara massal.
Ini bukan pertama kalinya mesin V6 tersebut menjadi sorotan. Pada tahun 2023, Honda juga pernah menarik 248.999 kendaraan di AS karena cacat produksi pada poros engkol (crankshaft). Namun, NHTSA menegaskan bahwa masalah baru ini tampaknya berbeda dan "berada di luar cakupan" penarikan sebelumnya.
Dengan demikian, para pengguna Honda di Indonesia dapat terus berkendara dengan tenang dan percaya diri. Sementara Honda di Amerika Serikat tengah bekerja keras mengatasi tantangan ini, pasar Indonesia tetap aman dan solid, membuktikan kualitas dan keandalan produk yang disesuaikan untuk konsumen setianya di sini.
Otoritas keselamatan lalu lintas setempat (NHTSA) saat ini tengah meluncurkan investigasi skala masif terhadap potensi kerusakan serius pada jutaan mesin mobil mereka.
Namun, di tengah kabar mengkhawatirkan ini, ada berita baik yang melegakan: konsumen dan pemilik mobil Honda di Indonesia dipastikan tidak terdampak sama sekali.
Masalah ini secara spesifik terjadi di pasar Amerika Utara dan melibatkan model-model populer yang menggunakan mesin V6 3.5 liter.
Kabar ini sontak menyalakan alarm di kalangan industri otomotif global, namun sekali lagi, badai ini terjadi ribuan kilometer jauhnya dan tidak berimbas pada unit yang dipasarkan di Tanah Air.
Drama di Negeri Paman Sam: Investigasi Jutaan Unit
Penyelidikan oleh NHTSA dipicu oleh banjir laporan dari para pemilik kendaraan. Menurut data resmi, pemerintah AS telah menerima 414 laporan terkait kerusakan komponen bernama connecting rod bearing (bantalan batang penghubung), sebuah masalah yang dapat menyebabkan mesin mati total secara mendadak.Skala masalahnya pun tidak main-main. Diperkirakan ada sekitar 1.410.806 unit kendaraan di Amerika Serikat yang berpotensi terdampak. Model-model yang masuk dalam daftar investigasi adalah:
Acura MDX (tahun 2016-2020)
Acura TLX (tahun 2018-2020)
Honda Pilot (tahun 2016-2020)
Honda Ridgeline (tahun 2017-2019)
Honda Odyssey (tahun 2018-2020)
Jika digabungkan dengan keluhan yang masuk langsung ke American Honda sebanyak 2.598 laporan, maka total keluhan yang terkumpul mencapai angka yang sangat signifikan, yakni 3.012 laporan. Bahkan, dilaporkan ada tujuh insiden yang melibatkan kecelakaan atau kebakaran yang diduga terkait dengan kerusakan mesin ini, yang mendorong pemerintah setempat untuk mempertimbangkan penarikan kembali (recall) secara massal.
Ini bukan pertama kalinya mesin V6 tersebut menjadi sorotan. Pada tahun 2023, Honda juga pernah menarik 248.999 kendaraan di AS karena cacat produksi pada poros engkol (crankshaft). Namun, NHTSA menegaskan bahwa masalah baru ini tampaknya berbeda dan "berada di luar cakupan" penarikan sebelumnya.
Kepastian untuk Pasar Indonesia
Bagi para pemilik mobil Honda di Indonesia, narasi di atas hanyalah sebuah drama yang terjadi di belahan dunia lain. Model-model yang dijual di Indonesia memiliki spesifikasi, sumber produksi, dan komponen yang bisa jadi berbeda dari pasar Amerika. Hingga saat ini, tidak ada laporan atau indikasi masalah serupa terjadi di Tanah Air.Dengan demikian, para pengguna Honda di Indonesia dapat terus berkendara dengan tenang dan percaya diri. Sementara Honda di Amerika Serikat tengah bekerja keras mengatasi tantangan ini, pasar Indonesia tetap aman dan solid, membuktikan kualitas dan keandalan produk yang disesuaikan untuk konsumen setianya di sini.
(dan)
Lihat Juga :