Geely Lempar Dadu Rp500 Juta di Surabaya: Senjata Canggih di Medan Perang yang Salah?
Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Baterai sebesar 18,4 kWh memberinya kemampuan mode listrik murni yang melampaui semua pesaingnya. Ini adalah pernyataan teknologi kuat, tamparan bagi merek-merek Jepang yang masih dominan dengan teknologi hybrid konvensional.
Geely Auto Indonesia, melalui Sales & Channel Development Director-nya, Constantinus Herlijoso, mencoba meyakinkan pasar. “Melalui GIIAS Surabaya, kami berharap kehadiran Geely dapat memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa Timur sekaligus memastikan dukungan layanan purna jual melalui diler resmi yang baru saja kami buka di Surabaya,” ujarnya.
Namun, pernyataan ini justru membuka kotak pandora keraguan. Satu diler di Surabaya. Serta janji untuk membangun 40 diler hingga akhir 2025. Bagi konsumen yang akan menggelontorkan setengah miliar rupiah, "janji" adalah kata yang rapuh. Mereka butuh kepastian.
Masyarakat Indonesia tidak membeli mobil hanya karena spesifikasi di brosur. Mereka membeli merek, reputasi, jaringan servis yang merata, dan yang terpenting, harga jual kembali.
Geely Auto Indonesia, melalui Sales & Channel Development Director-nya, Constantinus Herlijoso, mencoba meyakinkan pasar. “Melalui GIIAS Surabaya, kami berharap kehadiran Geely dapat memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa Timur sekaligus memastikan dukungan layanan purna jual melalui diler resmi yang baru saja kami buka di Surabaya,” ujarnya.
Namun, pernyataan ini justru membuka kotak pandora keraguan. Satu diler di Surabaya. Serta janji untuk membangun 40 diler hingga akhir 2025. Bagi konsumen yang akan menggelontorkan setengah miliar rupiah, "janji" adalah kata yang rapuh. Mereka butuh kepastian.
Tembok Besar Bernama Kepercayaan dan Harga
Inilah medan perang sesungguhnya bagi Geely. Dengan banderol harga OTR Jakarta di ambang Rp500 juta (dan Rp504,8 juta untuk Surabaya), Starray EM-i tidak hanya berhadapan dengan SUV China lainnya. Ia menantang langsung sang penguasa pasar, Toyota, yang memiliki model-model hybrid dengan benteng kepercayaan yang dibangun selama puluhan tahun.Masyarakat Indonesia tidak membeli mobil hanya karena spesifikasi di brosur. Mereka membeli merek, reputasi, jaringan servis yang merata, dan yang terpenting, harga jual kembali.
Lihat Juga :