Radiator Berjalan di Tengah Kota: Terungkap, Mobil Hitam Ternyata Ikut Memasak Jakarta Jadi Lebih Panas
Senin, 01 September 2025 - 22:00 WIB
loading...
Penelitian yang dipublikasikan oleh City and Environment Interactions ini menyajikan fakta mengejutkan tentang warna mobil. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Selama ini, mesin kendaraanlah yang selalu menjadi kambing hitam utama saat kita bicara tentang panasnya suhu di perkotaan.
Namun, studi baru dari Eropa kini mengungkap "penjahat" lain yang selama ini tak terlihat, namun efeknya sangat nyata: warna mobil Anda.
Penelitian yang dipublikasikan oleh City and Environment Interactions ini menyajikan fakta mengejutkan.
Ternyata, ribuan mobil berwarna gelap yang terparkir di bawah terik matahari secara kolektif bertindak seperti "radiator berjalan", ikut "memasak" kota menjadi lebih panas dan memperparah fenomena yang dikenal sebagai pulau bahang perkotaan (urban heat island).
Saat suhu udara mencapai 36 derajat Celcius, mobil berwarna hitam ternyata mampu meningkatkan suhu udara di sekitarnya hingga 3,8 derajat Celcius lebih panas dibandingkan aspal di sebelahnya. Sebaliknya, mobil putih hanya memberikan dampak yang sangat kecil.
Fisika di Balik Warna
Mengapa perbedaannya begitu drastis? Jawabannya terletak pada fisika dasar tentang penyerapan dan pemantulan cahaya:
Cat Putih: Memantulkan 75% hingga 85% sinar matahari.
Cat Hitam: Hanya memantulkan 5% hingga 10% sinar matahari. Sisanya diserap menjadi panas.
Berbeda dengan aspal yang tebal dan lambat dalam melepaskan panas, rangka logam mobil yang tipis memanas dengan sangat cepat dan langsung memancarkan panas itu kembali ke udara.
"Sekarang bayangkan ribuan mobil terparkir di sebuah kota, masing-masing bertindak sebagai radiator kecil. Warna mereka bisa benar-benar mengubah seberapa panas jalanan terasa," ujar Marcia Matias, salah satu peneliti utama studi tersebut.
Ini bukan lagi sekadar soal gerah dan tidak nyaman. Di Eropa, gelombang panas ekstrem yang diperparah oleh fenomena ini telah menyebabkan ribuan kematian, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Di kota seperti Jakarta atau Surabaya, di mana jumlah mobil sangat masif dan ruang terbuka hijau minim, tentu saja efek tersebut pasti jauh lebih parah.
Lain kali saat Anda memilih mobil, mungkin ada baiknya untuk tidak hanya mempertimbangkan gaya, tetapi juga dampaknya terhadap termometer di sekitar Anda. Karena di tengah krisis iklim, setiap derajat Celcius sangatlahberarti.
Namun, studi baru dari Eropa kini mengungkap "penjahat" lain yang selama ini tak terlihat, namun efeknya sangat nyata: warna mobil Anda.
Penelitian yang dipublikasikan oleh City and Environment Interactions ini menyajikan fakta mengejutkan.
Ternyata, ribuan mobil berwarna gelap yang terparkir di bawah terik matahari secara kolektif bertindak seperti "radiator berjalan", ikut "memasak" kota menjadi lebih panas dan memperparah fenomena yang dikenal sebagai pulau bahang perkotaan (urban heat island).
Eksperimen Sederhana, Hasil Dramatis
Para peneliti dari Universitas Lisbon melakukan sebuah eksperimen sederhana yang membuka mata. Mereka memarkir dua mobil—satu hitam, satu putih—di bawah langit musim panas yang cerah selama lima jam. Hasilnya?Saat suhu udara mencapai 36 derajat Celcius, mobil berwarna hitam ternyata mampu meningkatkan suhu udara di sekitarnya hingga 3,8 derajat Celcius lebih panas dibandingkan aspal di sebelahnya. Sebaliknya, mobil putih hanya memberikan dampak yang sangat kecil.
Fisika di Balik Warna
![Radiator Berjalan di Tengah Kota: Terungkap, Mobil Hitam Ternyata Ikut Memasak Jakarta Jadi Lebih Panas]()
Mengapa perbedaannya begitu drastis? Jawabannya terletak pada fisika dasar tentang penyerapan dan pemantulan cahaya:.jpg)
Cat Putih: Memantulkan 75% hingga 85% sinar matahari.
Cat Hitam: Hanya memantulkan 5% hingga 10% sinar matahari. Sisanya diserap menjadi panas.
Berbeda dengan aspal yang tebal dan lambat dalam melepaskan panas, rangka logam mobil yang tipis memanas dengan sangat cepat dan langsung memancarkan panas itu kembali ke udara.
"Sekarang bayangkan ribuan mobil terparkir di sebuah kota, masing-masing bertindak sebagai radiator kecil. Warna mereka bisa benar-benar mengubah seberapa panas jalanan terasa," ujar Marcia Matias, salah satu peneliti utama studi tersebut.
'Oven Raksasa' Bernama Kota
Fenomena ini menjadi salah satu bahan bakar utama dari urban heat island, di mana suhu di kota bisa 10 derajat Celcius lebih panas daripada di pedesaan sekitarnya, terutama pada malam hari saat aspal dan beton melepaskan panas yang telah mereka simpan seharian.Ini bukan lagi sekadar soal gerah dan tidak nyaman. Di Eropa, gelombang panas ekstrem yang diperparah oleh fenomena ini telah menyebabkan ribuan kematian, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Di kota seperti Jakarta atau Surabaya, di mana jumlah mobil sangat masif dan ruang terbuka hijau minim, tentu saja efek tersebut pasti jauh lebih parah.
Pelajaran dari Pilihan Warna
Pada akhirnya, studi ini adalah pengingat yang kuat bahwa setiap pilihan kecil yang kita buat memiliki dampak yang lebih besar. Di saat kita sibuk berdebat tentang mobil listrik versus mobil bensin, ternyata ada faktor sesederhana pilihan warna cat yang juga ikut menentukan seberapa panas planet yang kita tinggali.Lain kali saat Anda memilih mobil, mungkin ada baiknya untuk tidak hanya mempertimbangkan gaya, tetapi juga dampaknya terhadap termometer di sekitar Anda. Karena di tengah krisis iklim, setiap derajat Celcius sangatlahberarti.
(dan)
Lihat Juga :