Di Balik Harta Rp16 Miliar Menteri Haji dan Umrah, Terselip Harta Karun Mio Karbu Rp2 Jutaan
Rabu, 10 September 2025 - 21:02 WIB
loading...
Mochamad Irfan Yusuf memiliki kekayaan hingga Rp16 miliar serta kendaraan yang tidak terlalu banyak. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Panggung politik Indonesia mencatat sejarah baru pada Senin, 8 September 2025. Untuk pertama kalinya, kementerian yang didedikasikan khusus untuk urusan Haji dan Umrah dibentuk, dan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mochamad Irfan Yusuf sebagai nakhoda pertamanya.
Dengan jabatan baru yang sangat vital ini, sorotan publik tak terhindarkan, dan pintu pertama yang diketuk adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Laporan yang diserahkan Gus Irfan pada 29 Maret 2025—saat ia masih menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji—kini menjadi jendela bagi publik untuk menilik sisi personal sang menteri.
Tercatat, total kekayaannya mencapai Rp16.262.576.798. Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan di Jawa Timur senilai Rp13,26 miliar dan simpanan kas sebesar Rp2,42 miliar.
Namun, di antara deretan angka fantastis itu, ada satu bagian yang menceritakan sebuah kisah yang lebih personal dan membumi: isi garasinya.
Dengan total nilai Rp505 juta, koleksi kendaraannya hanya terdiri dari tiga unit, namun menyimpan sebuah kontras yang menarik.
Mendampingi sang SUV, terparkir sebuah kendaraan yang jauh lebih sederhana: Honda Vario lansiran 2010. Motor matik yang setia menemani jutaan rakyat Indonesia ini dilaporkan memiliki nilai saat ini yang sangat bersahaja, yakni Rp3 juta.
Di sinilah letak ceritanya. Mio generasi pertama ini bukan sekadar motor tua. Ia adalah sebuah ikon, "harta karun" nostalgia yang kini sedang naik daun dan banyak dicari kolektor. Dibekali mesin 4-tak SOHC 113,7 cc yang terkenal bertenaga (mencapai 7,14 kW pada 8.000 rpm) namun boros, motor ini adalah simbol dari era keemasan skutik di Indonesia.
Menariknya, nilai taksiran Rp2 juta dalam LHKPN tersebut berada di bawah harga pasaran saat ini. Berdasarkan penelusuran di berbagai platform jual-beli online, Yamaha Mio 2008 dengan kondisi terawat kini dijual di rentang harga Rp4,6 juta hingga Rp7,5 juta.
Koleksi kendaraan Menteri Haji dan Umrah yang baru ini melukiskan sebuah potret yang unik. Di satu sisi, ada sebuah SUV modern yang merepresentasikan posisinya sebagai pejabat tinggi negara.
Namun di sisi lain, kehadiran dua motor matik sederhana, terutama sang Mio karbu yang legendaris, memberikan sentuhan personalyangmembumi.
Dengan jabatan baru yang sangat vital ini, sorotan publik tak terhindarkan, dan pintu pertama yang diketuk adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Laporan yang diserahkan Gus Irfan pada 29 Maret 2025—saat ia masih menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji—kini menjadi jendela bagi publik untuk menilik sisi personal sang menteri.
Tercatat, total kekayaannya mencapai Rp16.262.576.798. Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan di Jawa Timur senilai Rp13,26 miliar dan simpanan kas sebesar Rp2,42 miliar.
Namun, di antara deretan angka fantastis itu, ada satu bagian yang menceritakan sebuah kisah yang lebih personal dan membumi: isi garasinya.
Dengan total nilai Rp505 juta, koleksi kendaraannya hanya terdiri dari tiga unit, namun menyimpan sebuah kontras yang menarik.
Sang Gagah dan Sang Fungsional
Dominasi di dalam garasi sang menteri jelas dipegang oleh sebuah mobil SUV gagah, Mitsubishi Pajero Sport keluaran 2021. Kendaraan yang menjadi simbol status sekaligus fungsionalitas ini ditaksir memiliki nilai Rp500 juta, menyumbang hampir 99% dari total nilai aset kendaraannya.Mendampingi sang SUV, terparkir sebuah kendaraan yang jauh lebih sederhana: Honda Vario lansiran 2010. Motor matik yang setia menemani jutaan rakyat Indonesia ini dilaporkan memiliki nilai saat ini yang sangat bersahaja, yakni Rp3 juta.
Harta Karun di Pojok Garasi
Akan tetapi, yang paling mencuri perhatian bukanlah mobil gagah itu, melainkan sebuah motor tua yang terparkir di sisinya. Sebuah Yamaha Mio produksi tahun 2008, atau yang lebih dikenal di kalangan pencinta otomotif sebagai "Mio karbu". Dalam laporan LHKPN, motor legendaris ini ditaksir hanya bernilai Rp2 juta.Di sinilah letak ceritanya. Mio generasi pertama ini bukan sekadar motor tua. Ia adalah sebuah ikon, "harta karun" nostalgia yang kini sedang naik daun dan banyak dicari kolektor. Dibekali mesin 4-tak SOHC 113,7 cc yang terkenal bertenaga (mencapai 7,14 kW pada 8.000 rpm) namun boros, motor ini adalah simbol dari era keemasan skutik di Indonesia.
Menariknya, nilai taksiran Rp2 juta dalam LHKPN tersebut berada di bawah harga pasaran saat ini. Berdasarkan penelusuran di berbagai platform jual-beli online, Yamaha Mio 2008 dengan kondisi terawat kini dijual di rentang harga Rp4,6 juta hingga Rp7,5 juta.
Koleksi kendaraan Menteri Haji dan Umrah yang baru ini melukiskan sebuah potret yang unik. Di satu sisi, ada sebuah SUV modern yang merepresentasikan posisinya sebagai pejabat tinggi negara.
Namun di sisi lain, kehadiran dua motor matik sederhana, terutama sang Mio karbu yang legendaris, memberikan sentuhan personalyangmembumi.
(dan)
Lihat Juga :