Bukan Sekadar Jual Mobil Baru: Honda Agresif Rebut Pasar Mobil Bekas di Indonesia Timur
Rabu, 17 September 2025 - 10:12 WIB
loading...
Honda terus memperluas layanan di kawasan Indonesia Timur. Foto: HPM
A
A
A
KABUPATEN LUWU, SULAWESI - Arena bisnis otomotif di Indonesia tidak lagi hanya tentang deretan mobil baru yang mengilap di ruang pamer. Ada medan pertempuran yang tak kalah sengit dan menguntungkan yang jadi fokus para raksasa industri: pasar mobil bekas.
Dan di arena ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja melancarkan serangannya.
Honda baru saja resmi meresmikan dua "benteng" barunya di Kabupaten Maros dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ini bukanlah diler mobil baru biasa, melainkan showroom khusus mobil bekas bersertifikasi, Honda Certified Used Car.
Langkah ini menandai manuver agresif Honda untuk merengkuh pasar Indonesia Timur yang potensinya terus berkembang.
Dan lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Tapi strategi canggih untuk menciptakan sebuah ekosistem tertutup, di mana Honda bertujuan untuk mengawal perjalanan konsumen dari saat membeli mobil baru, melakukan servis, hingga akhirnya menukar tambah (trade-in) mobil lamanya dengan mobil Honda baru—semuanya di bawah satu atap dan satu standar kualitas.
Yusak Billy, Direktur Sales & Marketing serta After Sales PT Honda Prospect Motor, mengonfirmasi adanya potensi besar di wilayah ini. "Pasar mobil bekas di Sulawesi terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," ujarnya. "Melalui pembukaan dealer Honda Certified Used Car di Maros dan Luwu, kami ingin memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen untuk mendapatkan mobil bekas Honda berkualitas, dengan nilai jual kembali yang terjamin,”.
Benteng Baru di Tanah Sulawesi
Pembukaan dua diler baru ini, Honda Sanggar Laut Maros dan Honda Sanggar Laut Belopa, menambah total jaringan mobil bekas bersertifikasi Honda di seluruh Indonesia menjadi 20 outlet.
Keduanya merupakan fasilitas kedua dan ketiga yang dioperasikan oleh grup Honda Sanggar Laut Selatan, yang pertama kali menancapkan benderanya di Makassar pada tahun 2024.
Bagi konsumen yang tertarik, diler-diler ini dapat ditemukan di lokasi-lokasi strategis:
Honda Sanggar Laut Maros: Jl. Jend. Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Honda Sanggar Laut Belopa: Jl. Sungai Pareman No. 47, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.
Usia mobil tidak boleh lebih dari 5 tahun.
Jarak tempuh maksimal adalah 100.000 km.
Setiap unit yang lolos seleksi awal kemudian akan "dioperasi" oleh teknisi bersertifikasi Honda, melalui serangkaian inspeksi dan rekondisi menyeluruh hanya dengan menggunakan suku cadang asli.
Puncaknya, dan ini yang paling penting bagi konsumen, adalah setiap mobil yang dijual datang dengan garansi tambahan selama 1 tahun atau 20.000 km. Ini adalah sebuah lapisan perlindungan yang tidak akan Anda temukan di tempat lain, sebuah jaminan bahwa Anda tidak sedang membeli "kucing dalam karung."
Langkah agresif Honda ini adalah sinyal jelas dari pergeseran peta perang di industri otomotif. Pertarungan untuk merebut loyalitas konsumen kini tidak lagi hanya dimenangkan di garis depan penjualan mobil baru, tetapi juga di palagan mobil bekasyangstrategis.
Dan di arena ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja melancarkan serangannya.
Honda baru saja resmi meresmikan dua "benteng" barunya di Kabupaten Maros dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ini bukanlah diler mobil baru biasa, melainkan showroom khusus mobil bekas bersertifikasi, Honda Certified Used Car.
Langkah ini menandai manuver agresif Honda untuk merengkuh pasar Indonesia Timur yang potensinya terus berkembang.
Dan lebih dari sekadar ekspansi bisnis. Tapi strategi canggih untuk menciptakan sebuah ekosistem tertutup, di mana Honda bertujuan untuk mengawal perjalanan konsumen dari saat membeli mobil baru, melakukan servis, hingga akhirnya menukar tambah (trade-in) mobil lamanya dengan mobil Honda baru—semuanya di bawah satu atap dan satu standar kualitas.
Yusak Billy, Direktur Sales & Marketing serta After Sales PT Honda Prospect Motor, mengonfirmasi adanya potensi besar di wilayah ini. "Pasar mobil bekas di Sulawesi terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," ujarnya. "Melalui pembukaan dealer Honda Certified Used Car di Maros dan Luwu, kami ingin memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen untuk mendapatkan mobil bekas Honda berkualitas, dengan nilai jual kembali yang terjamin,”.
Benteng Baru di Tanah Sulawesi
![Bukan Sekadar Jual Mobil Baru: Honda Agresif Rebut Pasar Mobil Bekas di Indonesia Timur]()
Pembukaan dua diler baru ini, Honda Sanggar Laut Maros dan Honda Sanggar Laut Belopa, menambah total jaringan mobil bekas bersertifikasi Honda di seluruh Indonesia menjadi 20 outlet.
Keduanya merupakan fasilitas kedua dan ketiga yang dioperasikan oleh grup Honda Sanggar Laut Selatan, yang pertama kali menancapkan benderanya di Makassar pada tahun 2024.
Bagi konsumen yang tertarik, diler-diler ini dapat ditemukan di lokasi-lokasi strategis:
Honda Sanggar Laut Maros: Jl. Jend. Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Honda Sanggar Laut Belopa: Jl. Sungai Pareman No. 47, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.
Jaminan Kualitas di Balik Label 'Bersertifikasi'
Lalu, apa yang membedakan mobil bekas di diler resmi ini dengan yang ada di showroom independen? Jawabannya adalah jaminan kualitas dan ketenangan pikiran. Honda menerapkan standar yang sangat ketat untuk setiap mobil yang berhak menyandang label "bersertifikasi":Usia mobil tidak boleh lebih dari 5 tahun.
Jarak tempuh maksimal adalah 100.000 km.
Setiap unit yang lolos seleksi awal kemudian akan "dioperasi" oleh teknisi bersertifikasi Honda, melalui serangkaian inspeksi dan rekondisi menyeluruh hanya dengan menggunakan suku cadang asli.
Puncaknya, dan ini yang paling penting bagi konsumen, adalah setiap mobil yang dijual datang dengan garansi tambahan selama 1 tahun atau 20.000 km. Ini adalah sebuah lapisan perlindungan yang tidak akan Anda temukan di tempat lain, sebuah jaminan bahwa Anda tidak sedang membeli "kucing dalam karung."
Langkah agresif Honda ini adalah sinyal jelas dari pergeseran peta perang di industri otomotif. Pertarungan untuk merebut loyalitas konsumen kini tidak lagi hanya dimenangkan di garis depan penjualan mobil baru, tetapi juga di palagan mobil bekasyangstrategis.
(dan)
Lihat Juga :