Beragam Teknologi Baterai Hadir IEE Series 2025 Pekan Kedua
Rabu, 17 September 2025 - 10:06 WIB
loading...
IEE Series 2025 Pekan Kedua. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Setelah sukses menggelar Construction & Engineering Week, Indonesia Energi & Engineering (IEE) Series 2025 resmi membuka Energy & Engineering Week yang diselenggarakan pada 17 - 20 September 2025 di JIExpo Kemayoran.
Mengusung tema besar “Sustainability for Industrial Transformation”, pekan kedua ini mempertegas posisi IEE Series sebagai pameran multi-sektor terbesar di Asia Tenggara untuk sektor energi dan rekayasa teknik.
Pameran ini membentuk rantai lengkap ekosistem sektor energi dan engineering yang mendukung transformasi industri berkelanjutan, dari hulu ke hilir.
Di sektor hulu dari industri energi diwakili oleh sektor pertambangan, mineral, minyak dan gas, serta berbagai peralatan dan alat berat berteknologi ramah lingkungan yang mendukung dalam ekstraksinya secara berkelanjutan.
Di bagian pemrosesan dan penyimpanan energi diwakili oleh industri pembangkit listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, baterai untuk EV, hingga berbagai infrastruktur pendukung mobilitas hijau.
Sampai di bagian hilir yang mengutamakan pentingnya solusi manajemen data dan cloud, guna mendukung digitalisasi operasi industri dan efisiensi energi serta sumber daya manusianya.
Pada opening ceremony IEE Series 2025 - Energy & Engineering Week, Lia Indriasari selaku Country Manager Pamerindo Indonesia menjelaskan,
“IEE 2025 hadir dengan skala yang semakin besar, menempati area lebih dari 143.000 meter persegi serta menghadirkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 42 negara. Capaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai pusat pertemuan industri energi.”
Selama empat hari, area indoor dan outdoor JIExpo Kemayoran akan dipenuhi oleh berbagai alat berat dan inovasi teknologi terbaru yang jarang terlihat di luar area industri terkait.
Mulai dari EV dump truck dengan tonase hingga 120 ton, electric wheel loader, heavy-duty electric excavator ataupun hybrid excavator, sistem pembangkit ramah lingkungan, teknologi smart grid dan pendukung industri penyimpanan energi terkini, hingga solusi untuk pusat data dan infrastruktur digital masa depan.
Area showcase outdoor terbagi menjadi area main outdoor dan outdoor hall B3, yang menghadirkan lebih dari 250 unit alat berat dengan berbagai inovasinya, seperti United Tractors, XCMG dengan GM Tractors dan GM Mobil, Zoomlion, Traktor Nusantara, SANY, hingga Shandong Heavy Industry (SDHI) yang membawahi berbagai brand seperti Sinotruk, Lovol, Shantui, Weichai, dan truk-truk Shacman.
Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc., Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan,
“sumber daya alam Indonesia adalah aset yang sangat berharga. Energi fosil dan mineral merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, sehingga tata kelolanya harus dilakukan dengan lebih bijak.”
Sejalan dengan semangat tersebut, IEE Series 2025 juga menghadirkan debut dua pameran baru yang sangat dinanti, yakni The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia – Indonesia.
Hadirnya berbagai peserta pameran perdana dalam The Battery Show Indonesia ini juga menunjukkan perkembangan industri penyimpanan energi di Indonesia, dimana kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan pada tahun 2025 telah mencapai 15,2 GW atau sekitar 14,5% dari total kapasitas pembangkit nasional.
Diharapkan dengan kolaborasi berbagai pelaku industri dan pemangku kebijakan, pameran ini dapat menyokong target pemerintah untuk mencapai kapasitas 700 GW pada 2060.
Mengusung tema besar “Sustainability for Industrial Transformation”, pekan kedua ini mempertegas posisi IEE Series sebagai pameran multi-sektor terbesar di Asia Tenggara untuk sektor energi dan rekayasa teknik.
Pameran ini membentuk rantai lengkap ekosistem sektor energi dan engineering yang mendukung transformasi industri berkelanjutan, dari hulu ke hilir.
Di sektor hulu dari industri energi diwakili oleh sektor pertambangan, mineral, minyak dan gas, serta berbagai peralatan dan alat berat berteknologi ramah lingkungan yang mendukung dalam ekstraksinya secara berkelanjutan.
Di bagian pemrosesan dan penyimpanan energi diwakili oleh industri pembangkit listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, baterai untuk EV, hingga berbagai infrastruktur pendukung mobilitas hijau.
Sampai di bagian hilir yang mengutamakan pentingnya solusi manajemen data dan cloud, guna mendukung digitalisasi operasi industri dan efisiensi energi serta sumber daya manusianya.
Pada opening ceremony IEE Series 2025 - Energy & Engineering Week, Lia Indriasari selaku Country Manager Pamerindo Indonesia menjelaskan,
“IEE 2025 hadir dengan skala yang semakin besar, menempati area lebih dari 143.000 meter persegi serta menghadirkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 42 negara. Capaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai pusat pertemuan industri energi.”
Selama empat hari, area indoor dan outdoor JIExpo Kemayoran akan dipenuhi oleh berbagai alat berat dan inovasi teknologi terbaru yang jarang terlihat di luar area industri terkait.
Mulai dari EV dump truck dengan tonase hingga 120 ton, electric wheel loader, heavy-duty electric excavator ataupun hybrid excavator, sistem pembangkit ramah lingkungan, teknologi smart grid dan pendukung industri penyimpanan energi terkini, hingga solusi untuk pusat data dan infrastruktur digital masa depan.
Area showcase outdoor terbagi menjadi area main outdoor dan outdoor hall B3, yang menghadirkan lebih dari 250 unit alat berat dengan berbagai inovasinya, seperti United Tractors, XCMG dengan GM Tractors dan GM Mobil, Zoomlion, Traktor Nusantara, SANY, hingga Shandong Heavy Industry (SDHI) yang membawahi berbagai brand seperti Sinotruk, Lovol, Shantui, Weichai, dan truk-truk Shacman.
Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc., Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan,
“sumber daya alam Indonesia adalah aset yang sangat berharga. Energi fosil dan mineral merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, sehingga tata kelolanya harus dilakukan dengan lebih bijak.”
Sejalan dengan semangat tersebut, IEE Series 2025 juga menghadirkan debut dua pameran baru yang sangat dinanti, yakni The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia – Indonesia.
Hadirnya berbagai peserta pameran perdana dalam The Battery Show Indonesia ini juga menunjukkan perkembangan industri penyimpanan energi di Indonesia, dimana kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan pada tahun 2025 telah mencapai 15,2 GW atau sekitar 14,5% dari total kapasitas pembangkit nasional.
Diharapkan dengan kolaborasi berbagai pelaku industri dan pemangku kebijakan, pameran ini dapat menyokong target pemerintah untuk mencapai kapasitas 700 GW pada 2060.
(wbs)
Lihat Juga :