Disiksa Jakarta-Bandung PP Tanpa Ngecas, Segini Sisa Nyawa Baterai Aion UT
Senin, 22 September 2025 - 13:26 WIB
loading...
Aion UT digas dari Jakarta-Bandung-Jakarta tanpa ngecas. Foto: Sindonews/Muhamad Fadli Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Sebuah pembuktian baru saja digelar di hadapan para "algojo" media otomotif. Aion UT, penantang baru di arena mobil listrik Indonesia, dipaksa menjalani ujian: menempuh rute Jakarta-Bandung pulang-pergi sejauh lebih dari 300 kilometer tanpa setetes pun "minum" alias tanpa pengisian daya baterai.
Dengan klaim jarak tempuh hingga 500 km untuk varian Premium (baterai 60 kWh), GAC Aion menantang mobilnya untuk membuktikan diri di kondisi jalanan nyata yang tak kenal ampun. Pertanyaannya, mampukah Aion UT bertahan, atau justru tumbang di tengah jalan?
Babak #1: Pengalaman di Balik Kemudi
Perjalanan dimulai dari dealer Aion di Warung Buncit, Jakarta Selatan, dengan baterai terisi penuh menunjukkan estimasi jarak 497 km. Begitu pedal gas diinjak, torsi instan khas mobil listrik langsung menyentak. Berbekal motor penggerak bertenaga 150 kW dan torsi 120 Nm, melibas tanjakan curam di jalur Bandung terasa enteng.
Kenyamanan pengemudi jadi prioritas utama. Fitur electric seat dan Ventilated Seat—yang bisa mendinginkan atau menghangatkan kursi—memberikan sentuhan kemewahan yang memanjakan.
Fitur perintah suara 'Hello Baby!' juga berfungsi cukup akurat untuk membuka panoramic sunroof atau mengubah mode berkendara.
Namun, ada sedikit noda. Unit yang diuji adalah CBU (impor utuh) dari China, sehingga fitur Apple CarPlay sempat bermasalah. Pihak Aion berjanji unit konsumen versi rakitan lokal akan mendapatkan pembaruan, termasuk penambahan Android Auto.
Babak #2: Guncangan di Kursi Penumpang
Beralih ke kursi baris kedua, material kulit sintetis memang terasa nyaman. Namun, di sinilah kritik tajam muncul.
Suspensi belakang terasa terlalu empuk. Saat mobil melintasi kontur jalan yang tidak rata, guncangannya cukup keras hingga "bikin perut penumpang baris kedua terasa mual," seperti yang dilaporkan salah satu penguji. Ini menjadi catatan penting bagi calon pembeli yang sering membawa penumpang.
Babak Puncak: Angka Tidak Bisa Bohong
Inilah momen pembuktian sesungguhnya. Setelah menempuh total perjalanan sejauh 308 km—dengan gaya mengemudi yang bervariasi dari empat pengemudi berbeda, termasuk uji akselerasi hingga 140 km/jam di jalan tol—hasil akhirnya sangat mengejutkan.
Sisa Jarak Tempuh: Panel instrumen menunjukkan baterai masih sanggup menempuh 118 km lagi.
Konsumsi Energi: Rata-rata konsumsi tercatat 14,5 kWh per 100 km.
Bahkan, ada tim penguji lain yang berkendara lebih efisien dan berhasil mencatatkan sisa jarak tempuh 139 km dengan konsumsi rata-rata hanya 13,8 kWh per 100 km.
Analisis Kritis: Lolos Ujian Jarak Jauh
Angka-angka ini adalah bukti sahih. Aion UT tidak hanya berhasil menyelesaikan tantangan Jakarta-Bandung PP tanpa mengisi daya, tetapi juga memiliki sisa "nyawa" yang lebih dari cukup. Secara teoretis, sisa baterai ini bahkan cukup untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Semarang.
Meskipun memiliki catatan pada suspensi belakang dan beberapa software yang perlu disesuaikan untuk pasar lokal, Aion UT telah membuktikan kapabilitas utamanya sebagai mobil listrik jarak jauh yang bisa diandalkan, mematahkan keraguan banyak orang tentang "kecemasan jarak tempuh" (rangeanxiety).
Dengan klaim jarak tempuh hingga 500 km untuk varian Premium (baterai 60 kWh), GAC Aion menantang mobilnya untuk membuktikan diri di kondisi jalanan nyata yang tak kenal ampun. Pertanyaannya, mampukah Aion UT bertahan, atau justru tumbang di tengah jalan?
Babak #1: Pengalaman di Balik Kemudi
![Disiksa Jakarta-Bandung PP Tanpa Ngecas, Segini Sisa Nyawa Baterai Aion UT]()
Perjalanan dimulai dari dealer Aion di Warung Buncit, Jakarta Selatan, dengan baterai terisi penuh menunjukkan estimasi jarak 497 km. Begitu pedal gas diinjak, torsi instan khas mobil listrik langsung menyentak. Berbekal motor penggerak bertenaga 150 kW dan torsi 120 Nm, melibas tanjakan curam di jalur Bandung terasa enteng.
Kenyamanan pengemudi jadi prioritas utama. Fitur electric seat dan Ventilated Seat—yang bisa mendinginkan atau menghangatkan kursi—memberikan sentuhan kemewahan yang memanjakan.
Fitur perintah suara 'Hello Baby!' juga berfungsi cukup akurat untuk membuka panoramic sunroof atau mengubah mode berkendara.
Namun, ada sedikit noda. Unit yang diuji adalah CBU (impor utuh) dari China, sehingga fitur Apple CarPlay sempat bermasalah. Pihak Aion berjanji unit konsumen versi rakitan lokal akan mendapatkan pembaruan, termasuk penambahan Android Auto.
Babak #2: Guncangan di Kursi Penumpang
![Disiksa Jakarta-Bandung PP Tanpa Ngecas, Segini Sisa Nyawa Baterai Aion UT]()
Beralih ke kursi baris kedua, material kulit sintetis memang terasa nyaman. Namun, di sinilah kritik tajam muncul.
Suspensi belakang terasa terlalu empuk. Saat mobil melintasi kontur jalan yang tidak rata, guncangannya cukup keras hingga "bikin perut penumpang baris kedua terasa mual," seperti yang dilaporkan salah satu penguji. Ini menjadi catatan penting bagi calon pembeli yang sering membawa penumpang.
Babak Puncak: Angka Tidak Bisa Bohong
Inilah momen pembuktian sesungguhnya. Setelah menempuh total perjalanan sejauh 308 km—dengan gaya mengemudi yang bervariasi dari empat pengemudi berbeda, termasuk uji akselerasi hingga 140 km/jam di jalan tol—hasil akhirnya sangat mengejutkan.Sisa Jarak Tempuh: Panel instrumen menunjukkan baterai masih sanggup menempuh 118 km lagi.
Konsumsi Energi: Rata-rata konsumsi tercatat 14,5 kWh per 100 km.
Bahkan, ada tim penguji lain yang berkendara lebih efisien dan berhasil mencatatkan sisa jarak tempuh 139 km dengan konsumsi rata-rata hanya 13,8 kWh per 100 km.
Analisis Kritis: Lolos Ujian Jarak Jauh
![Disiksa Jakarta-Bandung PP Tanpa Ngecas, Segini Sisa Nyawa Baterai Aion UT]()
Angka-angka ini adalah bukti sahih. Aion UT tidak hanya berhasil menyelesaikan tantangan Jakarta-Bandung PP tanpa mengisi daya, tetapi juga memiliki sisa "nyawa" yang lebih dari cukup. Secara teoretis, sisa baterai ini bahkan cukup untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Semarang.
Meskipun memiliki catatan pada suspensi belakang dan beberapa software yang perlu disesuaikan untuk pasar lokal, Aion UT telah membuktikan kapabilitas utamanya sebagai mobil listrik jarak jauh yang bisa diandalkan, mematahkan keraguan banyak orang tentang "kecemasan jarak tempuh" (rangeanxiety).
(dan)
Lihat Juga :