Misteri Tiggo 8 CSH Mati Mendadak Terungkap: Ternyata Bensin Kosong dan Salah Pasang Kaca Film!
Sabtu, 27 September 2025 - 09:57 WIB
loading...
Chery Indonesia akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Tiggo 8 CSH yang dikeluhkan konsumen mati mendadak. Foto: Chery Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Teka-teki di balik insiden viral Chery Tiggo 8 CSH yang tiba-tiba kehilangan tenaga di jalan akhirnya terpecahkan.
Setelah melakukan investigasi mendalam, PT Chery Sales Indonesia (CSI) merilis hasil temuannya, dan jawabannya jauh lebih kompleks dari sekadar dugaan awal adanya bug pada perangkat lunak.
Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat, memicu kekhawatiran tentang keandalan mobil hybrid canggih. Awalnya, pihak Chery sendiri sempat menduga masalah ini berkaitan dengan sistem software.
“Jadi kombinasi perangkat lunak yang memang beberapa enggak harus jadi langsung perfect banget gitu, jadi ada beberapa yang mungkin perlu di-update ada bugs gitu. Nah itu sudah lumrah dalam hal teknologi," kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department Chery Sales Indonesia (CSI), beberapa waktu lalu sebelum investigasi tuntas.
Namun, vonis akhir dari tim investigasi Chery mengungkap tiga biang keladi utama yang saling berkaitan, kombinasi antara faktor teknis, perilaku pengemudi, dan ironisnya, masalah eksternal dari pemasangan aksesori.
"Berdasarkan data pada sistem, terlihat bahwa mobil masuk ke mode proteksi, di mana daya baterai bertegangan tinggi (State of Charge/SOC) dan tangki bahan bakar juga dalam kondisi habis total, sehingga mobil tidak dapat berjalan," bunyi pernyataan resmi Chery.
Dengan kata lain, mobil canggih ini mogok karena alasan paling mendasar: kehabisan bensin dan daya listrik secara bersamaan.
"Dalam kasus ini, mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan hambatan angin, di mana pola berkendara menunjukkan adanya akselerasi dan deselerasi cepat serta berulang, sehingga menyebabkan konsumsi energi instan yang lebih tinggi dan penurunan jarak tempuh yang lebih cepat dari biasanya," jelas Chery dalam siaran persnya.
Ini menjadi pengingat bahwa seberapa irit sebuah mobil hybrid atau listrik sangat bergantung pada kaki kanan sang pengemudi.
Chery menegaskan bahwa rembesan air ini bukan berasal dari cacat produksi, melainkan diduga kuat berasal dari proses penggantian kaca film yang dilakukan pihak eksternal.
"Kondisi ini menyebabkan gangguan pada modul BDM. Catatan investigasi juga menunjukkan bahwa masalah ini bukan berasal dari cacat komponen, melainkan faktor eksternal dari aktivitas penggunaan," lanjut pernyataan tersebut.
Pada akhirnya, Chery mengumumkan bahwa semua permasalahan pada unit Tiggo 8 CSH tersebut telah berhasil ditangani dan mobil telah kembali berfungsi normal. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemilik mobil modern: teknologi canggih menuntut perawatan dan perhatian ekstra, di mana faktor sederhana seperti kehabisan bensin atau pemasangan aksesori yang tidak tepat dapat berujung pada masalahyangkompleks.
Setelah melakukan investigasi mendalam, PT Chery Sales Indonesia (CSI) merilis hasil temuannya, dan jawabannya jauh lebih kompleks dari sekadar dugaan awal adanya bug pada perangkat lunak.
Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat, memicu kekhawatiran tentang keandalan mobil hybrid canggih. Awalnya, pihak Chery sendiri sempat menduga masalah ini berkaitan dengan sistem software.
“Jadi kombinasi perangkat lunak yang memang beberapa enggak harus jadi langsung perfect banget gitu, jadi ada beberapa yang mungkin perlu di-update ada bugs gitu. Nah itu sudah lumrah dalam hal teknologi," kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department Chery Sales Indonesia (CSI), beberapa waktu lalu sebelum investigasi tuntas.
Namun, vonis akhir dari tim investigasi Chery mengungkap tiga biang keladi utama yang saling berkaitan, kombinasi antara faktor teknis, perilaku pengemudi, dan ironisnya, masalah eksternal dari pemasangan aksesori.
Vonis #1: Mobil Kehabisan "Dua Nyawa" Sekaligus
Penyebab utama mobil kehilangan tenaga secara total adalah karena sistem keamanan mobil secara otomatis mengaktifkan "mode proteksi". Mengapa? Ternyata, mobil tersebut kehabisan dua sumber tenaganya sekaligus."Berdasarkan data pada sistem, terlihat bahwa mobil masuk ke mode proteksi, di mana daya baterai bertegangan tinggi (State of Charge/SOC) dan tangki bahan bakar juga dalam kondisi habis total, sehingga mobil tidak dapat berjalan," bunyi pernyataan resmi Chery.
Dengan kata lain, mobil canggih ini mogok karena alasan paling mendasar: kehabisan bensin dan daya listrik secara bersamaan.
Vonis #2: Gara-gara Gaya Berkendara Agresif
Tim investigasi juga menjawab mengapa jarak tempuh yang ditampilkan di panel instrumen tidak sesuai dengan kenyataan. Jawabannya terletak pada gaya berkendara."Dalam kasus ini, mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan hambatan angin, di mana pola berkendara menunjukkan adanya akselerasi dan deselerasi cepat serta berulang, sehingga menyebabkan konsumsi energi instan yang lebih tinggi dan penurunan jarak tempuh yang lebih cepat dari biasanya," jelas Chery dalam siaran persnya.
Ini menjadi pengingat bahwa seberapa irit sebuah mobil hybrid atau listrik sangat bergantung pada kaki kanan sang pengemudi.
Vonis #3: Biang Keladi dari Pemasangan Kaca Film
Temuan paling mengejutkan datang dari masalah perpindahan gigi yang tidak normal. Setelah ditelusuri, biang keladinya adalah air yang merembes masuk ke area dasbor dan mengganggu modul kelistrikan utama mobil atau Body Domain Module (BDM).Chery menegaskan bahwa rembesan air ini bukan berasal dari cacat produksi, melainkan diduga kuat berasal dari proses penggantian kaca film yang dilakukan pihak eksternal.
"Kondisi ini menyebabkan gangguan pada modul BDM. Catatan investigasi juga menunjukkan bahwa masalah ini bukan berasal dari cacat komponen, melainkan faktor eksternal dari aktivitas penggunaan," lanjut pernyataan tersebut.
Pada akhirnya, Chery mengumumkan bahwa semua permasalahan pada unit Tiggo 8 CSH tersebut telah berhasil ditangani dan mobil telah kembali berfungsi normal. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemilik mobil modern: teknologi canggih menuntut perawatan dan perhatian ekstra, di mana faktor sederhana seperti kehabisan bensin atau pemasangan aksesori yang tidak tepat dapat berujung pada masalahyangkompleks.
(dan)
Lihat Juga :