Baterai Penuh 100% tapi Mati Total, Pelajaran Pahit dari Ioniq 5 yang Tak Boleh Didorong
Sabtu, 27 September 2025 - 10:06 WIB
loading...
Mobil listrik seperti Ioniq 5 memang tidak boleh langsung di dorong ketika mogok. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
BOGOR - Sebuah video viral di media sosial menjadi mimpi buruk sekaligus pelajaran penting bagi para pemilik dan calon pengguna mobil listrik di Indonesia.
Sebuah Hyundai Ioniq 5 berwarna putih tiba-tiba mogok dan mati total di tengah jalan di Kota Bogor, Jawa Barat. Yang paling membingungkan, insiden ini terjadi saat indikator baterai masih menunjukkan daya penuh, 100% .
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @hazairinsitepu, mobil listrik canggih itu terlihat berhenti melintang, dengan setengah badan masih memakan lajur jalan sementara bagian depannya sudah masuk ke area SPBU. Di dalamnya, dua orang wanita tampak kebingungan dan tak bisa berbuat banyak.
Masalahnya bukan hanya karena mobil itu mati mendadak, tetapi juga karena mobil tersebut sama sekali tidak bisa digeser atau didorong, menimbulkan risiko kemacetan dan bahaya bagi pengguna jalan lain.
"Bukan, bukan kehabisan baterai, tadi masih 100 persen. Ini nggak bisa dorong, saya sudah telpon orang Hyundai. Dia sudah on the way ke sini," ujar pengemudi wanita tersebut dengan nada pasrah saat ditanya oleh perekam video.
Pernyataan ini seketika mematahkan asumsi paling umum—bahwa mobil listrik mogok karena kehabisan daya. Insiden ini membongkar sebuah fakta krusial yang jarang disadari oleh banyak orang: menangani mobil listrik mogok punya aturan main yang sama sekali berbeda.
Yagimin, Chief Marketing Auto2000, memberikan peringatan keras mengenai hal ini. Menurutnya, era elektrifikasi menuntut prosedur penanganan yang baru.
"Dulu kalau mobil mogok bisa dijumper atau didorong, sekarang sebaiknya di towing ke bengkel terdekat. Jangan coba-coba, karena kendaraan elektrifikasi punya sistem yang berbeda dan penanganannya harus sesuai prosedur," kata Yagimin beberapa waktu lalu.
Pada mobil listrik, roda terhubung langsung dengan motor penggerak. Mendorong mobil secara paksa sama artinya dengan memutar dinamo motor tersebut tanpa adanya sistem pelumasan dan pendinginan yang aktif. Akibatnya, komponen transmisi atau motor penggerak bisa mengalami kerusakan parah yang memakan biaya perbaikan fantastis.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Insiden Ioniq 5 di Bogor justru menunjukkan langkah yang paling tepat. Apa yang dilakukan oleh sang pengemudi—yaitu segera menghubungi layanan darurat resmi dari pabrikan—adalah satu-satunya solusi yang aman.
Para produsen mobil listrik, seperti Toyota yang memasarkan bZ4X, sangat menyadari potensi masalah ini dan telah menyiapkan layanan darurat khusus.
"Kalau ada kondisi darurat, teknisi kami siap datang ke lokasi. Kami ingin memastikan pelanggan tidak panik dan tidak salah menangani kendaraannya," tambah Yagimin.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa memiliki mobil listrik bukan hanya soal memahami cara mengisi daya, tetapi juga mengerti batasan dan cara penanganan yang benar saat terjadi masalah. Jika mobil listrik Anda mogok, ingatlah aturan emas ini: angkat telepon untuk memanggil bantuan resmi, bukan mengerahkan tenaga untukmendorongnya.
Sebuah Hyundai Ioniq 5 berwarna putih tiba-tiba mogok dan mati total di tengah jalan di Kota Bogor, Jawa Barat. Yang paling membingungkan, insiden ini terjadi saat indikator baterai masih menunjukkan daya penuh, 100% .
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @hazairinsitepu, mobil listrik canggih itu terlihat berhenti melintang, dengan setengah badan masih memakan lajur jalan sementara bagian depannya sudah masuk ke area SPBU. Di dalamnya, dua orang wanita tampak kebingungan dan tak bisa berbuat banyak.
Masalahnya bukan hanya karena mobil itu mati mendadak, tetapi juga karena mobil tersebut sama sekali tidak bisa digeser atau didorong, menimbulkan risiko kemacetan dan bahaya bagi pengguna jalan lain.
"Bukan, bukan kehabisan baterai, tadi masih 100 persen. Ini nggak bisa dorong, saya sudah telpon orang Hyundai. Dia sudah on the way ke sini," ujar pengemudi wanita tersebut dengan nada pasrah saat ditanya oleh perekam video.
Pernyataan ini seketika mematahkan asumsi paling umum—bahwa mobil listrik mogok karena kehabisan daya. Insiden ini membongkar sebuah fakta krusial yang jarang disadari oleh banyak orang: menangani mobil listrik mogok punya aturan main yang sama sekali berbeda.
Tips Wajib Tahu: Lupakan Cara Lama, Jangan Pernah Dorong Mobil Listrik Anda!
Kebiasaan lama mendorong mobil mogok untuk menepi ternyata adalah tindakan terlarang untuk mobil bertransmisi otomatis, dan terutama, mobil listrik. Mendorong paksa hanya akan berujung pada kerusakan fatal pada komponen vitalnya.Yagimin, Chief Marketing Auto2000, memberikan peringatan keras mengenai hal ini. Menurutnya, era elektrifikasi menuntut prosedur penanganan yang baru.
"Dulu kalau mobil mogok bisa dijumper atau didorong, sekarang sebaiknya di towing ke bengkel terdekat. Jangan coba-coba, karena kendaraan elektrifikasi punya sistem yang berbeda dan penanganannya harus sesuai prosedur," kata Yagimin beberapa waktu lalu.
Pada mobil listrik, roda terhubung langsung dengan motor penggerak. Mendorong mobil secara paksa sama artinya dengan memutar dinamo motor tersebut tanpa adanya sistem pelumasan dan pendinginan yang aktif. Akibatnya, komponen transmisi atau motor penggerak bisa mengalami kerusakan parah yang memakan biaya perbaikan fantastis.
Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?
Insiden Ioniq 5 di Bogor justru menunjukkan langkah yang paling tepat. Apa yang dilakukan oleh sang pengemudi—yaitu segera menghubungi layanan darurat resmi dari pabrikan—adalah satu-satunya solusi yang aman.
Para produsen mobil listrik, seperti Toyota yang memasarkan bZ4X, sangat menyadari potensi masalah ini dan telah menyiapkan layanan darurat khusus.
"Kalau ada kondisi darurat, teknisi kami siap datang ke lokasi. Kami ingin memastikan pelanggan tidak panik dan tidak salah menangani kendaraannya," tambah Yagimin.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa memiliki mobil listrik bukan hanya soal memahami cara mengisi daya, tetapi juga mengerti batasan dan cara penanganan yang benar saat terjadi masalah. Jika mobil listrik Anda mogok, ingatlah aturan emas ini: angkat telepon untuk memanggil bantuan resmi, bukan mengerahkan tenaga untukmendorongnya.
(dan)
Lihat Juga :