Borok Pasar Mobil Bekas: Odometer Calya 2019 cuma 92 Ribu KM, Tapi Setirnya Botak Tanda Ratusan Ribu KM

Senin, 29 September 2025 - 17:43 WIB
loading...
Borok Pasar Mobil Bekas:...
Konsumen mobil bekas harus ekstra waspada terhadap odometer yang tidak sesuai aslinya. Tampak ilustrasi Toyota Calya. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Video viral di media sosial menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran berharga bagi siapa pun yang berniat membeli mobil bekas di Indonesia. Video tersebut membongkar borok praktik "odometer dukun"—trik licik penjual nakal untuk memanipulasi angka kilometer agar mobil terlihat segar dan terawat.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bantucekjasainspeksi, seorang inspektor profesional membongkar satu per satu "jejak kebohongan" pada sebuah mobil yang diyakini adalah Toyota Calya tahun 2019, yang diduga merupakan unit bekas perusahaan travel.

Angka di odometer boleh berkata manis, namun kondisi fisik mobil meneriakkan cerita yang sama sekali berbeda.

Jejak Kebohongan di Lingkar Kemudi

Kecurigaan terbesar dan paling telak datang dari lingkar kemudi. Sang inspektor menunjukkan kondisi setir yang sudah "botak" atau mulus mengkilap, kehilangan tekstur "kulit jeruk" yang seharusnya ada.

"Kali ini kita inspeksi lagi unit. Ini sepertinya mobilnya dipakai untuk travel. Kenapa kita yakin? Karena ini teman-teman, kalau nggak percaya ini (setir) udah mulus loh," kata sang inspektor dalam video tersebut.

Bagi awam, setir mulus mungkin tak berarti apa-apa. Namun bagi para ahli, ini adalah bendera merah raksasa.

Tekstur kulit jeruk berfungsi sebagai pegangan agar tidak licin. Hilangnya tekstur ini menandakan setir telah digenggam dan diputar puluhan ribu kali dalam manuver perjalanan yang tak terhitung jumlahnya.

"Ini mobilnya tahun 2019, nggak tua-tua banget. Sudah mulus nggak ada kulit jeruknya, tandanya apa? Ada indikasi odometernya diriset. Ini harusnya yang udah melintir kayak gini udah nyentuh seratusan (ribu kilometer) teman-teman," ujarnya dengan tegas.

Petunjuk Lain yang Tak Bisa Dihapus

Kecurigaan tak berhenti di situ. Sang "detektif mobil bekas" ini menemukan jejak-jejak kelelahan lainnya di seluruh mobil:

Pedal Gas dan Rem: Terlihat aus dan rata di satu sisi, sebuah tanda klasik mobil yang setiap hari berjibaku dengan lalu lintas perkotaan yang padat.

Buku Servis Hilang: Saat ditanyakan, buku servis yang menjadi "akta kelahiran" dan riwayat kesehatan mobil ternyata tidak ada. Ini adalah cara termudah untuk menghapus jejak kilometer asli.

Interior Dilapisi Ulang: Jok mobil telah dilapis ulang dengan rapi. Menurut inspektor, ini adalah trik umum untuk menutupi kondisi jok asli yang kemungkinan besar sudah kendor, sobek, atau kempes akibat pemakaian ekstrem.

'Angka Aman' dan Reaksi Geram Warganet

Saat mobil dinyalakan, panel instrumen menunjukkan angka odometer 92.612 km. Angka yang tampak "aman" dan meyakinkan bagi calon pembeli yang tidak teliti.

"Nah ini dibikin aman nih. Dibikin di 90 ribuan, masih indikasi," ucap inspektor, menyiratkan bahwa penjual sengaja menempatkan angka di bawah 100.000 km, sebuah batas psikologis bagi banyak pembeli.

Namun, warganet yang menonton video tersebut jauh lebih sinis. Pengalaman mereka di jalanan membuat mereka yakin angka aslinya jauh lebih mengerikan.

"100rban lebih juga blm melintir bang, kemungkinan udh lewat 300rban itu KM nya," tulis akun @end*.

"150 rb aja klo parkir digarasi terus sama tangan yg nyetir halus kondisi setir ga gtu lo, itu si odometer bisa sampe 300-400 rb bahkan lebih," timpal @hwi*.

Video ini menjadi sebuah pelajaran massal yang brutal: odometer bisa berbohong, tetapi kondisi fisik mobil jarang sekali menipu. Jejak kelelahan pada setir, pedal, dan jok adalah bukti paling jujur yang tak bisa dihapus oleh "dukun" manapun. Bagi calon pembeli, ini adalah pengingat keras untuk tidak pernah percaya pada angka didasborsemata.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Rayakan 10 Tahun, Otospector...
Rayakan 10 Tahun, Otospector Luncurkan Otos.id: Ribuan Mobil Bekas Bergaransi 1 Tahun.
Harga Suzuki XL7 Bekas...
Harga Suzuki XL7 Bekas Masih Stabil, Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Keluarga
Bisa Perpanjang SIM...
Bisa Perpanjang SIM dan STNK, ACC Carnival Hadir di Samarinda
Wuling Confero Bekas...
Wuling Confero Bekas Mulai Rp70 Jutaan, Alternatif MPV Keluarga Tahun Muda
MUF Hadirkan MOBEX 2026,...
MUF Hadirkan MOBEX 2026, Bursa Mobil Bekas dengan Akses Digital
Kolaborasi Pelaku Industri,...
Kolaborasi Pelaku Industri, Mitra Bisnis dan Konsumen Perkuat Ekosistem Otomotif
MUF Gelar Mobil Bekas...
MUF Gelar Mobil Bekas Expo Jelang Lebaran, Catat Tanggalnya
Rekomendasi
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
Berita Terkini
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
BBM B50 Resmi Diterapkan,...
BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Infografis
Begini Cara Mengenali...
Begini Cara Mengenali Mobil yang Bekas Terendam Banjir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved