Nasib 60.000 Barel BBM Pertamina yang Ditolak Halus SPBU Swasta
Rabu, 01 Oktober 2025 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Jika dihitung bulanan, Indonesia "meminum" sekitar 48 juta barel BBM. Fakta ini menggarisbawahi bahwa masalahnya bukanlah pada volume yang tak terjual, melainkan pada sinyal penolakan halus dari pasar terhadap skema baru yang dipaksakan pemerintah.
"Mereka setuju untuk kolaborasi dengan Pertamina, syaratnya adalah harus berbasis base fuel, artinya belum bercampur-campur," ujar Bahlil dengan optimis.
Pemerintah bahkan menjanjikan proses transparan, survei kualitas bersama, dan target ambisius bahwa dalam tujuh hari, barang sudah bisa masuk ke Indonesia.
Namun, realitas lapangan berbicara lain. Kebijakan yang di atas kertas tampak sebagai win-win solution, ternyata menjadi sandungan bagi model bisnis SPBU swasta yang sudah mapan dengan rantai pasok mereka sendiri.
Ironisnya, keengganan ini terjadi di saat pangsa pasar SPBU swasta justru sedang meroket.
Kebijakan Idealis yang Terbentur Realitas Bisnis
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Jumat (19/9) lalu, mengumumkan "solusi" setelah rapat dengan Pertamina dan para pengusaha SPBU swasta. Tujuannya adalah menjaga neraca perdagangan dari tekanan defisit impor migas. Skemanya: SPBU swasta harus berkolaborasi dengan Pertamina untuk mengimpor BBM dalam bentuk base fuel."Mereka setuju untuk kolaborasi dengan Pertamina, syaratnya adalah harus berbasis base fuel, artinya belum bercampur-campur," ujar Bahlil dengan optimis.
Pemerintah bahkan menjanjikan proses transparan, survei kualitas bersama, dan target ambisius bahwa dalam tujuh hari, barang sudah bisa masuk ke Indonesia.
Namun, realitas lapangan berbicara lain. Kebijakan yang di atas kertas tampak sebagai win-win solution, ternyata menjadi sandungan bagi model bisnis SPBU swasta yang sudah mapan dengan rantai pasok mereka sendiri.
Ironisnya, keengganan ini terjadi di saat pangsa pasar SPBU swasta justru sedang meroket.
Lihat Juga :