Drama Bensin Etanol: Kandungan Tak Diundang yang Ditolak SPBU Swasta

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 11:07 WIB
loading...
Drama Bensin Etanol:...
Kandungan Etanol menjadi alasan SPBU swasta menolak membeli bensin dari Pertamina. Foto: Pertamina
A A A
JAKARTA - Drama di rantai pasok energi nasional menjadi perhatian publik. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) murni yang diimpor oleh Pertamina untuk memenuhi kebutuhan SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo, secara mengejutkan ditolak mentah-mentah. Penyebabnya? Sebuah "kandungan tak diundang" sebesar 3,5% etanol di dalam bensin tersebut.

Insiden ini bukan sekadar soal transaksi bisnis yang batal, melainkan cerminan pertarungan ideologi tentang arah masa depan bahan bakar di Indonesia.

Saling Lempar Argumen: Regulasi vs Spesifikasi

Di satu sisi, SPBU swasta mengambil sikap tegas. Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, secara lugas menyatakan bahwa kargo BBM tersebut tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan perusahaannya.

"Salah satu concern-nya karena etanol, memang di formulasi kami sampai saat ini belum mengandung etanol," jelasnya.

Sederhananya, produk yang ditawarkan Pertamina tidak cocok dengan “resep” bensin mereka.

Di sisi lain, Pertamina merasa penolakan ini tidak berdasar. Melalui Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mereka berargumen bahwa kandungan etanol tersebut sepenuhnya legal.

"Secara regulasi diperbolehkan. Etanol sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20%," kata Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI. "Teman-teman SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut. Konten itu sebetulnya masih masuk ambang yang diperkenankan oleh pemerintah," tambahnya.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, bahkan menegaskan bahwa penggunaan campuran etanol hingga 10% adalah praktik lazim di dunia. "Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand," ujarnya dihadapan DPR.

Apa Sebenarnya Etanol Itu dan Apa Fungsinya?

Di tengah polemik ini, banyak masyarakat bertanya-tanya: apa sebenarnya etanol dan mengapa dicampurkan ke dalam bensin?

Secara sederhana, etanol adalah sejenis alkohol yang dihasilkan dari tumbuhan seperti tebu atau jagung. Fungsinya saat dicampurkan ke dalam BBM antara lain:

Meningkatkan Oktan (RON): Etanol berfungsi seperti "vitamin" bagi bensin, meningkatkan nilai oktannya sehingga pembakaran di mesin menjadi lebih sempurna dan efisien. Contohnya bagaimana Pertamina mengubah Pertalite menjadi Pertamax Green 92 dengan campuran etanol.

Lebih Ramah Lingkungan: Karena berasal dari tumbuhan, etanol dianggap sebagai bahan bakar terbarukan. Emisi karbon yang dihasilkannya lebih rendah, membantu mengurangi polusi udara dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Memenuhi Standar Pemerintah: Regulasi pemerintah, salah satunya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendorong penggunaan etanol untuk mencapai standar minimal bensin yang layak jual di Indonesia, yaitu RON 91.

Aman atau Berbahaya untuk Kendaraan Anda?

Di sinilah letak inti kekhawatiran yang mungkin mendasari penolakan SPBU swasta. Meskipun legal, apakah bensin beretanol aman untuk semua kendaraan?

Sisi Aman: Para ahli otomotif umumnya setuju bahwa bensin dengan campuran etanol rendah (hingga 10% atau E10) aman digunakan pada sebagian besar mobil dan motor modern tanpa masalah.

Sisi Berisiko: Namun, etanol memiliki dua sifat yang perlu diwaspadai. Pertama, ia bersifat korosif terhadap beberapa material seperti karet, plastik, dan logam tertentu. Ini menjadi risiko besar bagi kendaraan berumur yang sistem bahan bakarnya lebih rentan.

Kedua, etanol sangat mudah menyerap air. Air yang terikat ini dapat membawa kotoran dan menyumbat filter atau injektor mesin seiring waktu, yang berpotensi menyebabkan kerusakan.

Meskipun kadar 3,5% tergolong rendah, keengganan SPBU swasta bisa jadi merupakan langkah antisipatif untuk menghindari potensi keluhan konsumen di masa depan.

Pertarungan Visi dan Realita Pasar

Penolakan ini menjadi sinyal keras adanya jurang antara visi pemerintah dan Pertamina yang mendorong transisi energi hijau dengan realita pasar yang diwakili oleh SPBU swasta.

Pertamina mengusung standar global dan regulasi nasional, sementara SPBU swasta berpegang pada formulasi produk dan kekhawatiran teknis di lapangan.

Batalnya pembelian ini membuktikan bahwa jalan menuju "bensin hijau" di Indonesia tidak akan mulus dan membutuhkan dialog yang lebih dalam antara regulator, BUMN, dan pelaku industri swasta.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Cegah Krisis Logistik...
Cegah Krisis Logistik Energi, Dua Raksasa Ini Bersatu Amankan Jalur Distribusi Nasional
Nasib 60.000 Barel BBM...
Nasib 60.000 Barel BBM Pertamina yang Ditolak Halus SPBU Swasta
Jarang Diketahui, Ini...
Jarang Diketahui, Ini Efek Isi BBM Tidak Full Tank
Harga BBM Terjun Bebas!...
Harga BBM Terjun Bebas! Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Banting Harga, tapi Ada yang Naik!
Cara Cek SPBU Pertamina...
Cara Cek SPBU Pertamina Kode 31 Berdasarkan Wilayah
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved