Penjualan Anjlok, Cybertruck Gagal Total, Tesla Bakal Rilis Mobil Listrik Murah?
Senin, 06 Oktober 2025 - 21:37 WIB
loading...
Menurut sumber, Tesla bakal merilis versi hemat dengan biaya produksi 20% lebih murah dari Model Y yang ada saat ini. Foto: Reuters
A
A
A
AUSTIN, TEXAS - Tesla tiba-tiba menyulut api spekulasi. Melalui video misterius berdurasi sembilan detik di platform media sosial X, raksasa mobil listrik itu mengisyaratkan acara besar pada 7 Oktober.
Video singkat yang hanya menampilkan siluet mobil dengan lampu menyala dalam kegelapan itu sontak membuat pasar bergejolak, melejitkan saham Tesla sebesar 2% dalam sekejap.
Namun, di balik manuver kehumasan yang cerdik, tercium aroma kepanikan. Langkah ini diambil tepat ketika Tesla bersiap menghadapi badai yang bisa mengguncang dominasi mereka.
Pesta penjualan mobil listrik di Amerika Serikat yang dipicu oleh subsidi pemerintah sebesar USD7.500 per unit resmi berakhir pada 30 September lalu.
Tanpa "pemanis" itu, para analis meramalkan jurang penjualan yang curam di depan mata.
Acara pada 7 Oktober ini diyakini sebagai jawaban Elon Musk atas krisis yang membayangi. Para pengamat dan investor bertaruh, ini adalah momen pengungkapan "senjata rahasia" mereka: model mobil listrik yang lebih terjangkau untuk menopang momentum penjualan yang terancam padam.
Menurut sumber internal yang dikutip Reuters, versi hemat ini dirancang agar biaya produksinya 20% lebih murah dari Model Y yang ada saat ini.
Jika berhasil, pabrik Tesla di AS bisa memproduksi hingga 250.000 unit per tahun pada 2026. Angka ini sangat krusial, mengingat Wall Street menaruh ekspektasi tinggi pada Tesla untuk mengirimkan total 1,85 juta kendaraan tahun depan, di mana model baru yang lebih murah ini diharapkan menyumbang 155.610 unit pada 2026.
Pertama, portofolio produk mereka sudah menua. Selama bertahun-tahun, Tesla belum memperkenalkan kendaraan pasar massal yang benar-benar baru, dan terlalu bergantung pada pembaruan kecil untuk Model 3 dan Model Y.
Kedua, peluncuran besar terakhir mereka, Cybertruck, terbukti menjadi kegagalan yang memalukan.
Penjualannya terseok-seok, memaksa Tesla memberikan diskon ribuan dolar untuk menghabiskan stok. Data penarikan kembali (recall) di AS pada bulan Maret menunjukkan bahwa hanya 46.096 unit Cybertruck yang berhasil diproduksi sejak diluncurkan pada November 2023 hingga awal tahun ini—angka yang sangat kecil untuk produk andalan.
Kini, semua mata tertuju pada tanggal 7 Oktober. Apakah ini akan menjadi momen kebangkitan Tesla dengan produk inovatif yang bisa dijangkau semua orang, atau hanya sekadar pengumuman lain dari janjiyangtertunda?
Video singkat yang hanya menampilkan siluet mobil dengan lampu menyala dalam kegelapan itu sontak membuat pasar bergejolak, melejitkan saham Tesla sebesar 2% dalam sekejap.
Namun, di balik manuver kehumasan yang cerdik, tercium aroma kepanikan. Langkah ini diambil tepat ketika Tesla bersiap menghadapi badai yang bisa mengguncang dominasi mereka.
Pesta penjualan mobil listrik di Amerika Serikat yang dipicu oleh subsidi pemerintah sebesar USD7.500 per unit resmi berakhir pada 30 September lalu.
Tanpa "pemanis" itu, para analis meramalkan jurang penjualan yang curam di depan mata.
Acara pada 7 Oktober ini diyakini sebagai jawaban Elon Musk atas krisis yang membayangi. Para pengamat dan investor bertaruh, ini adalah momen pengungkapan "senjata rahasia" mereka: model mobil listrik yang lebih terjangkau untuk menopang momentum penjualan yang terancam padam.
Janji Mobil Murah yang Tertunda
Ini bukanlah janji baru. Tesla sebelumnya telah menunda peluncuran versi Model Y yang lebih murah di AS. Meskipun perusahaan mengklaim pada bulan Juni bahwa mereka telah membuat "unit pertama", penjualan baru akan dimulai pada kuartal keempat dengan peningkatan produksi yang lebih lambat dari yang direncanakan.Menurut sumber internal yang dikutip Reuters, versi hemat ini dirancang agar biaya produksinya 20% lebih murah dari Model Y yang ada saat ini.
Jika berhasil, pabrik Tesla di AS bisa memproduksi hingga 250.000 unit per tahun pada 2026. Angka ini sangat krusial, mengingat Wall Street menaruh ekspektasi tinggi pada Tesla untuk mengirimkan total 1,85 juta kendaraan tahun depan, di mana model baru yang lebih murah ini diharapkan menyumbang 155.610 unit pada 2026.
Retak di Balik Rekor Penjualan
Meskipun Tesla baru saja merayakan rekor pengiriman kuartalan untuk periode yang berakhir September, ada retakan besar yang mulai terlihat di fondasi perusahaan.Pertama, portofolio produk mereka sudah menua. Selama bertahun-tahun, Tesla belum memperkenalkan kendaraan pasar massal yang benar-benar baru, dan terlalu bergantung pada pembaruan kecil untuk Model 3 dan Model Y.
Kedua, peluncuran besar terakhir mereka, Cybertruck, terbukti menjadi kegagalan yang memalukan.
Penjualannya terseok-seok, memaksa Tesla memberikan diskon ribuan dolar untuk menghabiskan stok. Data penarikan kembali (recall) di AS pada bulan Maret menunjukkan bahwa hanya 46.096 unit Cybertruck yang berhasil diproduksi sejak diluncurkan pada November 2023 hingga awal tahun ini—angka yang sangat kecil untuk produk andalan.
Kini, semua mata tertuju pada tanggal 7 Oktober. Apakah ini akan menjadi momen kebangkitan Tesla dengan produk inovatif yang bisa dijangkau semua orang, atau hanya sekadar pengumuman lain dari janjiyangtertunda?
(dan)
Lihat Juga :